Untuk lebih memantapkaan koordinasi dan sinergitas program lintas instansi terkait, maka Bakorluh Gorontalo menyelenggarakan rapat pemantapan penyuluhan pertanian pada tanggal 15 Maret 2016, yang bertempat di Maqna Hotel. Rapat tersebut dibuka oleh Sekda Provinsi Gorontalo, Prof.DR Hj.Winarni Monoarfa, MS. Beberapa hal yang menjadi entri point penyampaian Sekda yaitu bahwa pada dasarnya pihak pemerintah provinsi Gorontalo sangat menyambut program kegiatan seperti ini dalam rangka mensinergikan program dan kegiatan sekaligus membahas serta menyelesaikan sejumlah permasalahan-permasalahan yang ada di tingkat lapangan. Pada dasarnya pemerintah Provinsi Gorontalo mensupport semua sektor sebagaimana yang tertera dalam visi dan misi, namun sektor pertanian mendapat porsi yang lebih besar karena 30 % PDBR provinsi Gorontalo di sumbang dari sektor ini.Lebih lanjut Sekda menyampaikan harapan Menteri Pertanian RI agar provinsi Gorontalo menjadi sentra pengembangan Jagung. Oleh sebab itu sekda meminta agar apa yang menjadi target Dinas Pertanian tentang satu juta ton jagung kiranya bisa direalisasikan.Menurutnya target tentu bisa dicapai jika ada dukungan dari instansi terkait. Peran penyuluh punya andil yang sangat besar untuk mensukseskan program tersebut. Oleh sebab itu kelembagaan penyuluhan utamanya BP3K perlu mendapatkan support anggaran yang memadai pengadaan sarana prasarana dan peningkatan kapasitas SDM penyuluhnya. Tanggap apa yang menjadi kebutuhan penyuluh di lapangan pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Sekda langsung memberi sinyal kepada Kepala Bakorluh Provinsi Gorontalo agar tahun 2017 bisa mengalokasikan anggaran diklat fungsional 1 (satu) kelas, serta mengidentifikasi kondisi bangunan BP3K di masing-masing kab/kota. Sekda juga mengapresiasi kehadiran Pusat Penyuluhan Kementerian Pertanian dalam rapat tersebut sehingga program pusat dan daerah bisa sinergis. Dalam kesempatan itu pula Sekda menyerahkan langsung ke masing-masing P2K Satker Pertanian kab/kota (Kepala BP4K) berupa RKA dan kontrak THLTBPP tahun 2016.Para Narasumber seperti dari Pusat Penyuluhan Kementerian Pertanian RI yang diwakili penyuluh Utama Amirudin Beng, Balai Besar Penyuluhan Pertanian (BBPP) Batangkaluku serta masing-masing dinas terkait Provinsi yakni Dinas Pertanian, Dinas Peternakan, BPTP, BKPIJ memberikan paparan, tentang alokasi kegiatan mereka yang perlu pendampingan dan pengawalan penyuluh. Selanjutnya para P2K penanggungjawab masing-masing satker baik Satker Pertanian (H.Relianto Mamonto,SP.MSi), Satker Perikanan (Ir.Dharmawaty Bokings) dan Satker Kehutanan (Ir.Suud Badjeber) di lingkup Bakorluh juga memberi paparan tentang alokasi kegiatan yang menyebar di kab/kota. Kepala Bakorluh Provinsi Gorontalo, DR.Alwaritz Nggole,MP menyatakan kegiatan ini dimaksudkan untuk membangun presepsi, meningkatkan koordinasi, integrasi dan sinergitas antar instansi terkait dalam mendukung program percepatan pencapaian sasaran produksi dan produktifitas pada 7 komoditas prioritas Padi, Jagung, Kedele, Tebu, Aneka Cabai, Bawang Merah dan Daging Sapi, demi peningkatan ekonomi kerakyatan dan kedaulatan pangan di Provinsi Gorontalo.Namun hal menarik yang peserta harapkan untuk ditindaklanjuti sampai ke tingkat pusat adalah adanya issu peleburan kelembagaan penyuluhan ke masing-masing instansi teknis. Menurut peserta hal ini perlu dikaji ulang, oleh karena itu para kepala BP4K Kab/Kota Se Provinsi menginginkan melalui koordinir Bakorluh Provinsi Gorontalo bersama-sama kelembagaan penyuluhan lainnya seperti PERHIPTANI dan Komisi Penyuluhan akan melakukan roadshow ke kementerian terkait pusat untuk mengusulkan agar kelembagaan penyuluhan tidak di merger.