Pengendalian hama dan penyakit dapat dilakukan secara mekanis, kultur teknis, dan kimia. Pengendalian secara mekanis adalah dengan cara menangkap hama yang menyerang tanaman atau membuang bagian tanaman yang terserang hama atau penyakit. Pengendalian secara kultur teknis antara dengan pengaturan kelembaban udara, pengaturan pelindung dan intensitas sinar matahari. Pengendalian secara kimia dengan menggunakan insektisida dan fungsida. Sebaiknya penggunaan insektisida dan fungisida pada budidaya tanaman obat dihindari, dikhawatirkan residu bahan kimia tersebut dapat mempengaruhi senyawa-senyawa berkhasiat obat pada tanaman. Apabila dibutuhkan dapat digunakan insektisida dan fungisida nabati.Pada pertanaman padi yang ditanam secara organik, ada beberapa jenis hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman. Hama dan penyakit tersebut tergolong hama penting karena serangannya dapat merugikan petani. Jenis hama dan penyakit tersebut adalah:A. Hama- Wereng dianggap hama penting karena serangga dewasa atau imago dan nimfanya mengisap cairan pada pangkal batang dan bulir padi yang masih lunak. Tanaman terserang menjadi layu dan menguning dan akhirnya mati.- Walang sangit termasuk seranggga perusak berat karena bulir-bulir padi berisi diisap. Setiap bulir padi dapat diisap berkali-kali sehingga warnanya menjadi kecoklatandan hampa. - Penggerek Batang yang sering menyerang tanaman padi adalah, yaitu penggerek batang bergaris, penggerek batang bergaris, penggerek batang kuning dan penggerek batang merah jambu. Semua jenis penggerek batang ini sangat tertarik pada cahaya lampu dan aktif dimalam hari.B. Penyakit- Bercak cokelat disebabkan oleh cendawan helminthosporium oryzae. Cendawan ini sering menyerang tanah yang kurang subur atau tanah beririgasi kurang baik, gejala serangannya antara lain timbul bercak-bercak cokelat seperti biji wijen pada daun atau gabah. Serangan tersebut dapat berakibat kehilangan hasil sampai 50% dan kualitas bijinya rendah.- Blast, penyakit blast pada tanaman padi bersifat kosmopolit, artinya menyerang tanaman padi diseluruh dunia. Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Pyricularia oryzae. Faktor pemicu serangan penyakit ini adalah pemupukan N terlalu tinggi serta curah hujan dan kelembaban tinggi. Gejala serangannya antara lain muncul bercak berbentuk seperti mata pada daun padi- Tungro Sesuai dengan namanya, penyakit tungro disebabkan oleh virus tungro yang dibawa oleh wereng. Serangan penyakit ini mengakibatkan tanaman menjadi kerdil dan daun berwarna kuningatau orange. Serangan yang terjadi saat tanaman masih muda umur 10-20 hari, kehilangan hasilny sangat besar sekitar 67%. Sementara serangan pada saat tanaman fase akhir, kehilangan hasil tidak begitu besar yaitu sekitar 10 - 20%Beberapa ramuan pestisida nabati yang dapat digunakan antara lain : - Daun mimba 8 kg, daun lengkuas 6 kg, daun serai 6 kg. Bahan-bahan ini dihaluskan kemudian diaduk dalam 20 liter air dan direndam selama 24 jam. Keesokan harinya larutan disaring dengan kain halus. Larutan hasil penyaringan diencerkan dengan 60 liter air sambil dicampur 20 g detergen dan dapat digunakan untuk menyemprot lahan seluas 1 hektar.- Daun mimba (Azadiractha indica), tembakau (Nicotiana tabacum), dan akar tuba (Derris eclipta). Semua bahan ditumbuk sampai halus, kemudian direndam dalam air. Setedlah tercampur rata, ramuan dibiarkan selama satu malam. Keesokan harinya, ramuan disaring dan dilarutkan dalam air hangat. Sebagai perekat ditambahkan detergen 1 g per 10 liter. Beberapa tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati dan digunakan dalam pengendalian hama antara lain adalah : - Tembakau (Nicotiana tabacum) yang mengandung nikotin dan insektisida kontak sebagai fumigant atau racun perut. Aplikasi untuk serangga kecil misalnnya aphids.- Piretrum (Chrysanthemum cinerariaefolium) yang mengandung piretin yang dapat digunakan sebai insektisida sistemik yang menyerang urat syaraf pusat. Aplikasi pada serangga lalat rumah, nyamuk, kutu, hama gudang, dan lalat buah.- Tuba (Derris elliptica dan Derris malaccensis) yang mengandung rotenone untuk insektisida kontak yang diformulasikan dalam bentuk hembusan dan semprotan. - Mimba (Azadiractha indica) yang mengandung azadirachtin yang bekerja cukup selektif. Aplikasi racun ini terutama pada serangga penghisap seperti wereng dan serangga pengunyah seperti hama penggulung daun (Chaphalocrocis medinalis). Bahan ini juga efektif untuk menanggulangi serangan virus RSV, GSV, dan tungro- Bengkuang (Pachyrrhizus erosus) yang bijinya mengandung rotenoid yaitu pakhirizida yang dapat digunakan sebagai insektisida dan larvasida.- Jeringau (Acorus calamus) yang rimpangnya mengandung komponen utama asaron dan biasanya digunakan untuk racun serangga dan pembasmi cendawan, serta hama gudang Callosobrocus. Beberapa fungisida dan bakterisida nabati : - Limbah daun tembakau sebanyak 200 g dihancurkan atau diiris menjadi serpihan kecil. Serpihan limbah daun tembakau ini dibenamkan di darah perakaran . Nikotin yang dikandung oleh limbah tembakau dapat diserap oleh tanaman untuk mengendalikan penyakit yang disebabkan jamur dan bakteri .- Air perasan 300 g daun sirih dicampur dengan 1 liter air mampu mengendalikan jamur Phythophtora palmivora penyebab penyakit busuk pangkal batang yang menyerang tanaman lada .Penyusun : Sundari. SSTSumber: Agus Andoko.Budi Daya Padi secara Organik. Seri Agribisnis.2007Diposkan oleh siswanto solopale .Siswanto, Jumat 23 Agustus 2013