Loading...

RAPAT KOORDINASI AGROPOLITAN KALIMANTAN TENGAH DI KABUPATEN BARITO TIMUR KALTENG

RAPAT KOORDINASI AGROPOLITAN KALIMANTAN TENGAH DI KABUPATEN BARITO TIMUR KALTENG
RAKOR AGROPOLITAN KALTENG DI BARTIMTamiang Layang. Hari Rabu - Kamis (13-14/09) bertempat di gedung pertemuan MANTAWARA dilaksanakan Rapat Koordinasi Pengembangan Kawasan Agropolitan kalimantan Tengah. Sebagaimana laporan disampaikan Kepala Dinas Pertanian BARTIM selaku Ketua Panitia Pelaksana, bahwa saat ini terdapat 7 kabupaten di Kalteng yang memiliki kawasan agropolitan yakni Kapuas, Kobar, Sukamara, Seruyan, Katingan dan Kotim. Namun secara umum kondisinya masih belum seperti yang diharapkan., untuk itu maka dari itu rapat koordinasi pengembangan kawasan agropolitan Provinsi Kalteng dinilai sangat penting dan strategis.Hal ini diungkapkan oleh yang mewakili Gubernur Kalteng SUGIANTO SABRAN dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh staf ahli Gubernur, saat membuka Rakor Pengembangan Argopolitan Tahun 2017 Provinsi Kalteng.Adapun tema yang diambil yakni Melalui Rapat Koordinasi Kita Tingkatkan Kebijakan, Program, Kegiatan dan Gerak Langkah Pengembangan Kawasan Argopolitan. Makanya dalam upaya mengoptimalkan dan evaluasi hasil pembangunan sektor pertanian dalam arti luas melalui program kegiatan koordinasi pembinaan dan pengembangan argopolitan di Kalteng.Oleh sebab itu perlu dibahas dalam rakor antar dinas terkait/kelompok kerja pengambangan kawasan argopolitan Provinsi Kalteng dengan kelompok kerja kabupaten/kota yang sudah mempunyai kawasan argopolitan sehingga terbangun basis informasi yang dapat menjadi instrumen komunikasi, koordinasi pada pelaksanaan perencanaan dan pengendalian proses pembangunan semua pihak yang berkepentingan secara terpadu dalam pencapaian pembangunan yang optimal.Sementara itu Bupati BARTIM Ampera Mebas II dalam sambutan tertulis , mengatakan pembangunan pertanian saat ini menjadi salah satu prioritas dalam pembangunan daerah bahkan nasional. Untuk itu berbagai pendekatan program, baik penyediaan infrastruktur, sumber daya manusia dan aplikasi teknologi produksi sampai teknologi pengolahan hasil.Disamping itu untuk memberikan hasil yang optimal didalam pendekatan usaha agribisnis diperlukan upaya pembangunan berkelanjutan. Agropolitan adalah konsep pembangunan pedesaan berbasis pertanian (agribisnis) untuk mewujudkan keadilan ekonomi bagi masyarakat pedesaan dan perkotaan. Pengembangan agribisnis yang berintegrasi dengan kawasan argopolitan merupakan langkah yang strategis dalam upaya mewujudkan daya saing produk pertanian di pasar global. (LUKMANUL CHAKIM/ PP.MUDA BARTIM KALTENG)