Loading...

RAPAT KOORDINASI ANTISIPASI KEKERINGAN DI WILAYAH KABUPATEN INDRAMAYU DAN KABUPATEN CIREBON

RAPAT KOORDINASI ANTISIPASI KEKERINGAN DI WILAYAH KABUPATEN INDRAMAYU DAN KABUPATEN CIREBON
Sebagai tindak lanjut dari Rapat Koordinasi antisipasi kekeringan yang dilaksanakan Penanggung jawab UPSUS PAJALE Provinsi Jawa Barat, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian melaksanakan Rapat Optimalisasi Alsintan pada tanggal 3 Agustus 2018 bertempat di PPMKP, Ciawi Bogor.Apat Optimalisasi Alsitan dipimpin oleh Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian dan dihadiri oleh Kepala BBPP Lembang, Kepala STPP Bogor, Dinas TPH Provinsi Jawa Barat, Kepala Bidang Penyuluhan, Koordinator Penyuluh Pertanian dan paraPasiter se Provinsi Jawa Barat.Dalam sambutannya Kapusluh menjelaskan bahwa filosofi perlakuan Bantuan Alsintan dari Pemerintah oleh para penerima khususnya kelompoktani dan Gapoktan masih belum dipahami dan belum dimengerti. Penempatan dan pemeliharaan alsintan bantuan dari Pemerintah tidak seperti alat mesin milik sendiri. Banyak dijumpai alsintan kurang mendapat pemeliharaan dibandingkan dengan sepeda motor miliknya yang dipelihara dengan baik.Kemudian juga sasaran dan tujuan dari bantuan alsintan ini masih ada yang belum mengena sasaran, sehingga sering ditemukan alsintan yang Idle. Pemanfaatan alsintan masih kurang dinikmati oleh anggota kelompoktani, demikian juga jasa yang dibayarkan hampir sama dengan milik swasta. Masalah tertib administrasi dalam mengelola hasil alsintan masih belum tertata dengan baik, sehingga berapa luas areal yang diolah seperti untuk traktor dan berapa keuntungannya belum terlihat dalam pembukuan. Demikian pula dengan pengorganisasian alsintan yang ada belum dalam satu manajemen Unit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA), masih terkesan kelompok tersendiri. Strategi dalam mengatasi kekeringan yangterjadi saat ini, antara lain :a. Penaggung Jawab Kabupaten OPSIN bersama Penaggung Jawab UPSUS PAJALE berkoordinasi untuk berada di lapangan (terutama pada kecamatan prioritas LTT) untuk mencari lahan bera, lahan baru panen, dan lahan potensi tanam padi gogo.b. Identifikasi wilayah yang berpotensi kekurangan air untuk dilakukan pengaturan gilir air, pompanisasi, pemanfaatan embung dan sumber air lainnya. c. Melakukan koordinasi di tingkat kecamatan dan desa, dengan melibatkan Ketua Poktan/Gapoktan/UPJA, Penyuluh, Babinsa, kepala UPT pertanian kecamatan/BPP dan Danramil untuk menggerakan olah lahan/tanam.d. Memobilisasi alsintan (TR2,TR4 dan pompa air) dengan mengoptimalkan peran UPJA/Gapoktan/Poktan, serta brigade Kabupaten, dan Kodim.e. Membentuk brigade alsintan tingkat kecamatan (UPTD/BPP) untuk mengkoordinasikan dan memobilisasi alsintan antar UPJA/Gapoktan/Poktan dalam melakukan gerakan olah lahan/tanam.f. Untuk operaional alsintan ini dapat menggunakan biaya hasil operasional dengan perbandingan bahan bakar ± 20%, ± 20%; Upah Operator ± 30%, angkutan ± 20%dan Perawatan/Pemeliharaan ± 30%; g. Melaksanakan bimtek/workshop/demonstrasi lapangan, khususnya untuk operator dan pemeliharaan TR2 dan TR4 di lokasi olah lahan.h. Mengadakan lomba UPJA berprestasi secara berjenjang mulai dari tingkat Kecamatan, Kabupaten Provinsi/Nasional Tahun 2018 yang akan diumumkan pada acara HPS sekitar Bulan Oktober 2018. PenyusunEDI HARNADIPenyuluh Pertanian Madya Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu