Loading...

Rapat Koordinasi Panitia PENAS Aceh ke XV Tahun 2017

Rapat Koordinasi Panitia PENAS Aceh ke XV Tahun 2017
(Kota Jantho, 24/02/2016). Rapat Koordinasi Panitia Pekan Nasional (PENAS) Aceh ke 15 Tahun 2017 dilaksanakan pada tanggal 23 Pebruari 2016 di Aula Kantor Bupati Kabupaten Aceh Besar di Kota Jantho yang dihadiri oleh Assisten II Setda Kabupaten Aceh Besar, Ketua KTNA Aceh, Sekretaris BKPP Aceh beserta TIM Ahli, Ka. BP2KP Aceh Besar, Instansi terkait, dan Kelompok Jabatan Fungsional Aceh Besar. Rapat Koordinasi dipimpin lansung oleh Assisten II Setda Kabupaten Aceh Besar, bapak Dr. Syamsul Bahri, M.Si. Dalam pimpinan rapatnya, Syamsul Bahri menyatakan bahwa, meskipun pelaksanaan PENAS ke 15 Aceh Tahun 2017 masih menunggu waktu satu tahun lagi, namun waktu dapat berjalan begitu cepat, sehingga perlu kerja keras Panitia Pelaksana baik Panitia Provinsi Aceh maupun Panitia Kabupaten Aceh Besar dalam melaksanakan persiapan-persiapan. Masih menurut Syamsul Bahri, bahwa Panitia Pelaksana PENAS Aceh ke 15 Tahun 2017 harus mampu menampilkan Acara secara baik dan sukses karena acara tersebut diikuti dan disaksikan oleh puluhan ribu perserta baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Dan lebih lanjut Syamsul Bahri mengatakan, Pemda Aceh Besar sudah berkomitmen untuk melaksanakan PENAS secara maksimal mungkin sehingga memerlukan informasi dan kejelasan dan dukungan dari Panitia Provinsi Aceh dan instansi terkait dalam Kabupaten Aceh Besar. Pada penjelasan dan pemberian informasi dari Badan Ketahanan Pangan (BKPP) Aceh yang disampaikan oleh Sekretaris BKPP Aceh, Ir. Masnun, M.Si, menyampaikan bahwa Pemda Aceh Besar harus segera membuat TIM Work dan Panitia sehingga terbentuk satu kesatuan dalam kegiatan koordinasi. Lebih lanjut, Masnun menyampaikan bahwa koordinasi dan konsultasi antara Panitia Kabupaten dengan Panitia Provinsi dapat dilakukan secara pro aktif pada setiap harinya, untuk itu Panitia PENAS Kabupaten Aceh Besar perlu adanya sekretariat sebagai pusat operasionalisasi. Masnun menambahkan, bahwa dalam waktu dekat BKPP Aceh akan melaksanakan Pekan Daerah (PEDA) yang akan diikuti oleh seluruh Kabupaten yang ada dalam Provinsi Aceh, dan PEDA tersebut merupakan miniatur dari rencana pelaksanaan PENAS. Pada sesi lain, ada penjelasan dan penyampaian informasi dari Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Aceh, Drs. Zakaria Affan. Dalam penyampaian informasinya, Zakaria affan mengatakan bahwa PENAS ini adalah milik kita bersama karena PENAS dilaksanakan oleh KTNA (petani) dengan Pemerintah Daerah. Masih menurut Zakaria Affan, minat peserta PENAS seluruh Indonesia sangat antusias untuk bisa datang ke Provinsi Aceh, sehingga kemungkinan jumlah peserta bisa bertambah dari yang sudah ditargetkan, untuk itu perlu perencanaan yang baik untuk keberhasilan pelaksanaan PENAS tersebut. Zakaria Affan juga mengatakan bahwa rencana kegiatan PEDA pada bulan Juli 2016 dimana seluruh kegiatannya akan diarahkan kepada kegiatan-kegiatan yang hampir sama dengan kegiatan PENAS, sehingga akan lebih memudahkan bagi Panitia PENAS dalam melaksanakan kegiatan PENAS ke 15 Tahun 2017. Penjelasan dan informasi dari salah seorang Tim Ahli yaitu bapak Ir. Sumadi, menyatakan bahwa Panitia PENAS dalam menjalankan tugas (aksinya) harus berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) baik dari tingkat Pusat, Provinsi dan Kabupaten dengan cara belajar dari pelaksanaan PENAS yang sudah dilakukan, dan panitia selain melaksanakan rapat-rapat koordinasi diperlukan juga kegiatan Workshop untuk mengakomodir segala hal yang akan dan sudah dilakukan pada persiapan PENAS. Pada akhir penjelasannya, Sumadi memberikan sebuah motto yaitu : " Mari kita Tulis dari apa yang kita kerjakan, dan mari kita kerjakan dari apa yang sudah kita kerjakan. " Tim Ahli PENAS Aceh ke 15 Tahun 2017 dari BKPP Aceh terdiri dari : Ir. Sumadi, Drh. M. Nasir Mahmud dan Ir. Syamsuar. Penjelasan dan informasi dari instansi terkait salah satunya adalah disampaikan oleh : Dinas Industri, Perdagangan dan Koperasi Aceh Besar yang diwakili oleh Drs. Edi Syahputra. Dalam informasinya Edi menyampaikan bahwa Kabupaten Aceh Besar mempunyai sektor industri yang bisa diandalkan seperti : Produksi Rencong Aceh, kerajinan Rotan, pembuatan Tas dan lain-lain, serta adanya Sentral Workshop di Samahani Kec. Kuta Malaka Aceh Besar. Instasi terkait yang turut hadir adalah : Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Aceh Besar, Dinas Perhubungan dan Informasi, Dinas Pertanian TPH Aceh Besar, Dinas Peternakan Aceh Besar, Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Perkebunan dan Kehutanan, dan Dinas Indsutri, Perdagangan dan Koperasi. Diakhir acara ada penyampaian kesimpulan yang disampaikan oleh Ka. BP2KP Aceh Besar bapak Drs. Aiyub Yunus antara lain :• Perlu segera dibuat SOP dan Panitia pelaksana di Kabupaten dan Kecamatan.• Perlu adanya Peta PENAS untuk penunjukan arah tempat-tempat pelaksanaan dan kunjungan peserta PENAS• Kegiatan-kegiatan pembenahan dan pengembangan dari Dinas terkait harus terfokus pada daerah-daerah yang dikunjungi oleh peserta PENAS yaitu pada 7 dari 23 kecamatan yang ada dalam Kabupaten Aceh Besar.• Objek pengamatan dan kunjungan oleh peserta PENAS yang perlu dibenahi dan dikembangkan antara lain : Pengembangan komoditi pertanian, peternakan dan perkebunan, Pengembangan komoditi Perikanan, Pengembangan Kawasan Kehutanan, Pengembangan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), Pengembangan Kawasan Home Industri, Pengembangan dan Pembenahaan Kawasan Wisata, dan lain-lain. Ditulis dan dilaporkan oleh :Ir. Yusrizal, M.Si/Admin Kabupaten