Loading...

RAPAT KOORDINASI PEMANFAATAN ALSINTAN TAHUN 2018

RAPAT KOORDINASI PEMANFAATAN ALSINTAN TAHUN 2018
Pembangunan pertanian diharapkan dapat memperbaiki pendapatan penduduk secara merata dan berkelanjutan, karena sebagian besar penduduk Indonesia memiliki mata pencaharian di sektor pertanian. Peran strategis pembangunan pertanian antara lain pembentukan kapital, penyediaan bahan pangan, bahan baku industri, pakan dan bio energi, penyerapan tenaga kerja, sumber devisa negara dan sumber pendapatan serta pelestarian lingkungan melalui praktek usahatani yang ramah lingkungan. Komoditas Tanaman Pangan seperti padi, jagung, dan kedelai merupakan komoditas yang strategis dan ekonomis serta berperan sebagai pendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional. Tantangan yang dihadapi saat ini adalah kurangnya tenaga kerja pertanian. Tenaga kerja bidang pertanian dari tahun ke tahun mengalami penurunan sementara kebutuhan produksi pangan/pertanian semakin meningkat.Untuk mengurangi kekurangan dalam hal tenaga kerja tersebut, peran dari mekanisasi pertanian sangat penting. Selain diharapkan untuk dapat mengisi kurangnya tenaga kerja bidang pertanian, penggunaan mekanisasi diharapkan mampu untuk mempercepat proses pengerjaan rangkaian kegiatan usaha tani yang efektif dan efisien. Dalam rangka mendukung pengembangan mekanisasi pertanian terpadu dengan penerapan teknologi yang tepat, pemerintah melaui dana APBN dan APBD berupaya untuk memberikan bantuan berupa paket alat dan mesin pertanian (Alsintan) kepada masyarakat yang dikelola melalui Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) maupun pemerintah daerah (Dinas Pertanian Provinsi/ Kabupaten/ Kota) dan Jajaran TNI-AD di kabupaten khususnya Satuan Komando Kewilayahan (Kodim) yang dikelola Brigade alsintan.Dukungan alsintan memungkinkan terjadinya peningkatan efisiensi tenaga kerja dan Intensitas Pertanaman (IP) dalam proses produksi pertanian. Pemanfaatan alsintan secara optimal akan sangat membantu memecahkan permasalahan-permasalahan yang sedang dihadapi seperti: 1) menurunnya pertumbuhan produksi pertanian; 2) meningkatnya alih fungsi lahan ; dan 3) masalah kepemilikan alsintan yang umumnya relatif mahal dan sulit terjangkau petani masih menjadi masalah utama yang perlu segera mendapat perhatian untuk pemecahannya. Untuk itu Program bantuan alsintan melaui APBN (termasuk brigade alsintan pada Kodim) dan APBD (Prov,Kab/Kota) merupakan program yang ditujukan untuk mengakselerasi percepatan pembangunan di Provinsi Jambi, dalam mendukung peningkatan produksi tanaman pangan melalui Pengembangan alat dan Mesin Pertanian.Pada kegiatan Koordinasi Pemanfaatan Alat dan Mesin Pertanian Tahun 2018 dilaksanakan di Hotel Mega Indah Jambi pada tanggal 6 s.d 7 Maret 2018 yang diikuti Peserta ini sebanyak 22 orang yang terdiri dari : Kepala Bidang PSP Diperta Kab/Kota 11orang; Kepala Seksi Alsintan Diperta Kab/Kota 6 orang; Pasiter Kodim 5 orang dan kegiatan tersebut diisi oleh narasumber dari : Direktorat Alsintan Ditjend PSP Kementan RI;. Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Prov. Jambi; Korem 042/GAPU Jambi; Produsen Alsintan Pra panen dan kegiatan ini dibuka langsung oleh Bapak Ir. Akhmad Maushul selaku Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Provinsi Jambi, dalam hal ini beliau menyampaikan agar kegiatan Koordinasi Pemanfaatan Alat dan Mesin Pertanian Tahun 2018 dapat menjadi momentum bersama untuk mengembangkan alsintan di Provinsi Jambi, terutama untuk pengadaan, pemanfaatan, serta pembinaan alsintan yang berkualitas dan berkesinambungan. Pada kegiatan ini panitia pelaksana mengharapkan (seksi Pupuk Pestisida dan Alsintan/Bidang PSP dan Penyuluhan) outputnya untuk mengkoordinasikan dan menyamakan persepsi program Pemanfaatan Alat dan Mesin Pertanian. Tahun 2018. (Lily Rokhmadiani, S.TP/Darmawansyah Siata … admin_jambi/DTPHP Prov. Jambi). Penulis : Seksi Pupuk Pestisida dan Alsintan (Bidang Sapras dan Penyuluhan)