Loading...

Rapat Koordinasi Pengawalan dan Sinkronisasi Data LTT Serta Percepatan Pajale

Rapat Koordinasi Pengawalan dan Sinkronisasi Data LTT Serta Percepatan Pajale
Rapat Koordinasi pengawalan dan sinkronisasi data LTT serta percepatan Pajale di laksanakan di aula pertemuan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang di hadiri perwakilan dari Dirjen Irigasi, Ketua Tim Pengawasan UPSUS Pajale Provinsi Jambi, Perwakilan dari BPTP Provinsi jambi, Perwakilan dari Bapeltan Jambi, Perwakilan dari Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Provinsi Jambi, petugas statistik Kabupaten Tanjung Jabung Barat serta Koordinator Penyuluh dan petugas statistik pertanian dari 11 BPP yang ada di Kabupaten Tanjung Jabung Barat Realisasi tanam Kabupaten Tanjung Jabung Barat untuk musim tanam ASEP 2018 baru 17 ha atau 0,71 % dari target ASEP, realisasi tersebut baru dari 2 (dua) kecamatan yaitu kecamatan Tungkal Ulu 15 ha dari target kecamatan yaitu 113 ha atau 13.27 % dan kecamatan Seberang Kota 2 ha dari target 2 ha. Sedangkan sasaran tanam Kabupaten Tanjung Jabung Barat pada bulan juli yaitu 96 ha ( 4.00% ), bulan agustus yaitu 986 ha ( 41.08% ) dan bulan september yaitu 1.301 ha ( 54.21%). Apabila sasaran tanam ini terealisasi maka target musim tanam ASEP untuk Kabupaten Tanjung Jabung Barat akan tercapai yaitu 2.400 ha. Musim kemarau merupakan permasalahan utama di kabupaten Tanjung Jabung Barat dalam mencapai target tanam pada musim tanam ASEP 2018, sebagian besar lahan sawah yang ada merupakan sawah tadah hujan. Dari target diatas, lahan sawah tadah hujan di kabupaten Tanjung Jabung Barat adalah sebesar 83.12 %, sedangkan sawah yang menggunakan irigasi teknis hanya 16.88 ha yaitu di kecamatan Batang asam 335 ha atau 13,96% dan kecamatan Renah Mendaluh 70 ha atau 2,92 %. Berbagai cara telah di lakukan dalam mengantisipasi persamalahan tersebut, baik oleh pemerintah daerah atau kementerian pertanian pusat. Salah satu upaya yaitu dengan memberikan bantuan berupa pompa air untuk pengendalian air di lahan sawah tadah hujan, akan tetapi dalam aplikasinya di lapangan untuk mengatasi kekurangan air di lahan sawah pada saat musim kemarau tidak bisa di lakukan hal ini di sebabkan tidak adanya sumber air yang layak untuk menggenangi lahan sawah, air yang ada di aliran sungai di sekitar lahan sawah pada saat musim kemarau akan terasa asin, apabila air asin tersebut di gunakan untuk pangairan tanaman padi maka tanaman tidak akan bisa tumbuh normal atau akan mati. Sehingga bisa di katan untuk realisasi target musim tanam ASEP 2018 kabupaten Tanjung Jabung Barat akan sangat di pengaruhi oleh musim. Walaupun demikian koordinator Penyuluh baik di Kabupaten maupun koordinator penyuluh di kecamatan akan berusaha untuk tetap optimis tentang capaian target musim tanam ASEP 2018. Hal ini di buktikan dengan penanda tanganan kesepakatan sasaran tanam peroide ASEP 2018.