Lampung Tengah. Dalam rangka menjelang MT II , digelar Rapat Koordinasi Upsus Padi, Jagung dan Kedelai (Pajale) Kabupaten Lampung Tengah di Aula BBI Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah. Narasumber Rapat Koordinasi terdiri dari Tim Percepatan Pembangunan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Provinsi Lampung, Tim Percepatan Pembangunan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Lampung Tengah,Dinas Pertanian TPH Kabupaten Lampung Tengah, BP4K Kabupaten Lampung Tengah, Dinas PSDA Kab. Lampung Tengah, Kodim 014 Lampung Tengah, Balai Pengelola Pengairan Sekampung Sistem. Peserta rapat terdiri dari Tim Upsus Pajale Kab. Lampung Tengah, Kepala BP3K/Korluh, Kepala UPTD Dinas Pertanian TPH, Kepala UPTD Pengairan, Babinsa, Pengurus P3A serta pihak-pihak terkait. Acara ini di moderatori oleh Jumali, SP., MIP (Kabid. RPL, Dinas Pertanian TPH Lampung Tengah) Dalam sesi penyampaian materi oleh para narasumber terdapat beberapa hal penting, yaitu Ir. Taruna Bifi Koprawi (Kepala Dinas Pertanian TPH Kab. Lampung Tengah) menyampaikan bahwa rapat ini merupakan pembahasan tentang koordinasi dalam rangka menyambut percepatan tanam MT II (April-September) Tahun 2016. Target luas tanam di Kabupaten Lampung Tengah untuk MT II Tahun 2016 adalah seluas 73.900 Ha. Penambahan luas tanam sekitar 600 Ha di Rawa Gentong, Kec. Rumbia. Tahun 2017 akan ada program cetak sawah seluas 1.200 Ha. Perlunya sistem irigasi secara terputus pada budidaya padi, selain efesien dalam penggunaan air juga pertumbuhan tanaman padi lebih bagus. Ketersediaan benih untuk Kabupaten Lampung Tengah tercukupi. Jika ada serangan OPT diharapkan segera melaporkan ke petugas di tingkat lapang.Ir. Haris Fadillah, MM. (Dinas Pengairan Kabupaten Lampung Tengah) menyampaikan bahwa Dinas Pengairan Kabupaten Lampung Tengah siap mendukung kegiatan percepatan tanam MT II (Gadu) Tahun 2016. Kondisi saluran irigasi di Kabupaten Lampung Tengah sebagian ada yang perlu untuk diperbaiki. Penyaluran/distribusi air sesuai dengan kebutuhan di tingkat lapang.Ir. Suyitno (Kepala Balai Sekampung Sistem) menyampaikan bahwa Program MT II April-September 2016 di Lampung Tengah harus berhasil. Wilayah Punggur Utara tutup tanam September 2016. Kondisi air di Waduk Batutegi saat ini sekitar 560 juta kubik, sehingga cukup untuk persediaan MT II.Ir. Gunawan (Tim Percepatan Pembangunan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Provinsi Lampung) menyampaikan bahwa target produksi padi di Provinsi Lampung adalah adanya peningkatan produksi 1 juta ton. Waduk Batu Tegi diharapkan dapat dimanfaatkan seefisien mungkin. Tambahan luas tanam Gadu untuk Lampung Tengah Tahun 2016 adalah seluas 11 Ha dengan lokasi di BPU 22 ke bawah. Secara teknis diharapkan 10 hari sebelum panen sudah dilakukan penguritan. Waktu air optimal di sawah sekitar 3 minggu, sehingga harus memperhitungkan waktu dalam proses penanaman. Pada tahun ini juga akan ada program gogo rancah (Gora) dengan waktu tanam Oktober/Nopember sehingga panen sekitar Januari/Februari. Perlunya peningkatan kapasitas petugas penjaga pintu air agar penggunaan air lebih efisien. Kabupaten Lampung Tengah diharapkan menjadi percontohan untuk percepatan tanam MT II. Diharapkan semua pihak untuk bersinergi dalam rangka mendukung program swasembada pangan (beras) nasional, khususnya di Provinsi Lampung.Ir. Kuswadi Suwardi (Kepala BP4K Kab. Lampung Tengah) menyampaikan bahwa para penyuluh diharapkan melakukan pengawalan percepatan tanam MT II di wilayah masing-masing secara optimal. Secara teknis penggunaan varietas yang sama secara terus menerus akan menyebabkan dampak negatif bagi produksi dan produktivitas padi, sehingga perlunya pergantian dengan varietas lain seperti inpago 16, situ bagendit, batutegi dan lain-lain. Perlunya penggunaan varietas yang mempunyai sifat/jenis amfibi dimana tahan terhadap kondisi cuaca dan hama penyakit. Permasalahan kelangkaan pupuk dapat diminimalisir dengan penggunaan bahan jerami sebagai tambahan pupuk organik. Perlunya kemitraan dengan pihak lain termasuk swasta dalam mengatasi permasalahan jatuhnya harga gabah pada waktu panen raya.Pelda Suprayogi (Kodim 014) menyampaikan bahwa TNI siap untuk menyukseskan program swasembada pangan nasional termasuk percepatan tanam MT II Tahun 2016. Koordinasi antar semua pihak diharapkan terus meningkat agar program berjalan dengan baik dan lancar. Penyerapan gabah oleh Bulog sampai bulan April 2016 masih rendah, dimana baru mencapai 18,7% dari target 91.736 ton di Lampung Tengah. Jika terdapat permasalahan dalam pembagian air di tingkat lapangan, TNI melalui Babinsa siap membantu. Ir. H. Zulkifli, SE, MM. (Ketua Tim Percepatan Pembangunan PPK Kab. Lampung Tengah) menyampaikan bahwa Kabupaten Lampung Tengah dengan visi Aman, Maju, Sejahtera dan Berkeadilan siap untuk menyukseskan program swasembada pangan nasional. Sektor pertanian merupakan isu strategis dalam pembangunan di Lampung Tengah sehingga semua pihak dalam merencanakan pembangunan harus berkoordinasi dengan pihak terkait. Perlunya pemetaan wilayah dalam perencanaan pembangunan pertanian, sehingga dalam pelaksanaannya nanti dapat berjalan dengan baik dan lancar. Camat sebagai ketua Tim Percepatan Pembangunan PPK tingkat kecamatan harus siap mendukung dan berada didepan. Sosialisasi dan koordinasi dengan semua pihak terkait mutlak diperlukan agar program ini dapat berjalan dan sukses. Akan dilakukan monitoring di tingkat lapang oleh semua tim, baik tingkat provinsi maupun kabupaten pada waktu yang akan datang. Kaitannya penyerapan gabah oleh Bulog, diharapkan ada langkah strategis untuk meningkatkan penyerapannya. (Baz)