Loading...

RAPAT KOORDINASI UPSUS PAJALE KABUPATEN BULELENG

RAPAT KOORDINASI UPSUS PAJALE KABUPATEN BULELENG
Menindak lanjuti Rakor Upsus Pajale Propinsi Bali, tanggal 5 Januari 2016 di Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Bali, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Buleleng menyelenggarakan Pertemuan koordinasi dalam rangka pelaksanaan Upaya Khusus Peningkatan produksi padi, jagung dan Kedele(PAJALE) Rapat koordinasi dilaksanakan di Dinas Pertanian dan Peternakan Buleleng (11/1/2016) menghadirkan Para Babinsa sekabupaten Buleleng sebanyak 148 orang Para Penyuluh Pertanian Wilbin, Mantri Tani, dan Koordinator P3K Kecamatan se Kabupaten Buleleng. Nara Sumber yang mendampingi adalah Dari Kasdim 1609 Buleleng, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Buleleng, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Bali, Kepala Lab BPTPH Wilayah Barat, Kepala Bidang Produksi Padi Palawija, Koordinator POPT Kabupaten Buleleng dan Kepala Seksi Produksi Padi Palawija Kabupaten Buleleng. Tujuan dilakukan pertemuan menurut Kasi Produksi Padi Palawija sekaligus sebagai pemandu pelaksanaan rapat, mengatakan adalah untuk menyamakan persepsi dalam rangka pengiriman data luas tanam, provitas dan produksi padi jagung Kedele di Kabupaten Buleleng secara terkoordinasi antara pihak Dinas Pertanin Dan Peternakan dengan TNI sehingga data tidak terjadi tumpang tindih serta akurat dan tepat waktu. Menurut Kabid Padi dan Palawija, laporan dikirim melali SMS kenomor yang telah diberikan yakni ke nomor SMS center Kementrian Pertanian 082210103331 dan atau 082210103332. Pengiriman data dilakukan oleh Mantri Tani di Sembilan Kecamatan di Kabupaten Buleleng dengan kode tersendiri yang sudah diberikan oleh petugas serta telah terdaftar di kementrian sesuai dengan kode wilayah masing-masing. Laporan Kepala Bidang Padi dan Palawija Kabupaten Buleleng, menyampaikan bahwa capaian target luas tanam di Kabupaten Buleleng tahun 2015 tidak mencapai sasaran, dari target 23.471 hanya tercapai 23.443, dengan tidak tercapainya ini Kabupaten Buleleng diharapkan akan ditambah dengan target 2.000 Ha pada Bulan Januari pebruari 2016. Masalah yang dihadapi tidak tercapainya target diantara adaya perubahan iklim, karena terjadi kekeringan dan terjadi serangan hama/penyakit. Sedangkan laporan dari bidang perencanaan mengatakan produktivitas untuk wilayah Kabupaten Buleleng naik, dari 60,11 kw menjadi, 60,59 kw/Ha Gkg. Kasdim 1609, dalam arahan dan penekanannya kepada Babinsa , bahwa Babinsa adalah Garda terdepan, bersama PPL agar bekerja dengan baik, bangun kerjasama dan koordinasi, agar tidak terjadi salah kirim data. Hendaknya Babinsa dengan PPL mencari data bersama sama, kemudian disampaikan kepada Mantri Tani, dan Mantri tani koordinasi dengan Koramil diwilayah Kecamatan masing-masing setelah diperiksa dengan baik, data dikirim sesuai dengan alamat yang dituju/kementrian Pertanian atau ke atasan Kodim dan seterusnya ketingkat Provinsi,( M.Hanan, SP, Penyuluh Pertanian Pertama, Buleleng)