Rapat pemantauan hewan kurban di wilayah BPP Tanah Putih
Banjar XII__Selasa (14/07/2020) dilaksanakan rapat pemantauan hewan kurban di wilayah Kecamatan Tanah Putih yang dihadiri oleh Petugas Peternakan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Rokan Hilir, Koordinator Penyuluh BPP Tanah Putih dan seluruh PPL di wilayah kerja BPP Tanah Putih. Rapat ini membahas tentang kesehatan hewan kurban dan cara penyembelihan yang baik. Berdasarkan pemaparan oleh Bapak Musliadi, SPt selaku Petugas Kesehatan Hewan untuk penyembelihan hewan kurban yang baik dilakukan sebaiknya tidak beralaskan tanah, lebih baik ditempat yang berplaster semen, keramik atau paving blok untuk memudahkan membesihkan darah. Selanjutnya disediakan lubang untuk menampung darah dengan ukuran 50 cm X 50 cm untuk setiap 10 ekor kambing atau domba atau 50 cm x 50 cm X 100 cm untuk tiap 10 ekor sapi atau kerbau. tersedia balok penyangga leher 7 cm X 15 cm X 75 cm. Tersedia air bersih dalam jumlah yang cukup untuk mencuci tangan, peralatan dan membersihkan lantai penyembelihan hewan. Jika hewan kurban stres saat proses pemotongan berakibat kualitas daging akan buruk dan rasanya kurang nikmat. Panduan Menyembelih Hewan Kurban Saat Pandemi COVID-19 Berbeda dari penyembelihan-penyembelihan kurban di tahun-tahun sebelumnya, kali ini MUI mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap wabah COVID-19. Oleh karena itu, terdapat protokol dan panduan tersendiri untuk melakukan penyembelihan hewan kurban di hari raya Idul Adha tahun ini yang diprediksi masih dalam suasana pandemi corona SARS-CoV-2.Di antara poin-poin tata cara penyembelihan hewan kurban adalah sebagai berikut:1. Binatang yang akan disembelih direbahkan, kemudian kakinya diikat, lalu dihadapkan ke sebelah rusuknya yang kiri agar mudah dijagal. 2. Menghadapkan diri ke arah kiblat, begitu pula binatang yang akan disembelih. 3. Memotong urat nadi dan kerongkongan yang ada di kiri dan kanan leher hewan kurban sampai putus agar lekas mati. Urat kerongkongan adalah saluran makanan. Kedua urat hewan ini harus putus. 4. Membaca doa saat menyembelih. 5. Bagi binatang yang lehernya agak panjang, maka menyembelihnya di pangkal leher sebelah atas agar cepat mati. 6. Bagi binatang yang tidak dapat disembelih lehernya karena liar atau jatuh dalam lubang sehingga sulit disembelih, maka penjagalannya dapat dilakukan di mana saja di badannya, asalkan kematian hewan itu disebabkan karena sembelihan, bukan atas sebab lain, dengan tidak lupa menyebut nama Allah SWT. 7. Setelah hewan kurban benar-benar mati, barulah boleh dikuliti.