Terkait dengan tantangan di masa depan, isu lonjakan kependudukan (demografi) akan menjadi salah satu masalah utama di kawasan dunia. Dengan demikian ketahanan pangan nasional menjadi salah satu isu penting yang perlu mendapat perhatian dari seluruh pihak. Masalah-masalah multidimensial yang dihadapi untuk memenuhi permintaan komoditas pangan khususnya padi, berusaha diatasi pemerintah untuk terus meningkatkan produksi pangan melalui berbagai inovasi teknologi pada berbagai aspek usahatani. Salah satu upaya khusus yang dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan produksi pangan terutama padi (yang menjadi makanan pokok sebagian besar rakyat Indonesia) adalah mengusahakan ketersediaan air irigasi untuk pertanian. Sebagaimana kita ketahui didalam produksi pangan, air merupakan salah satu unsur yang sangat penting dan air menjadi faktor kunci keberlanjutan pertanian. Pengelolaan air irigasi dari hulu (upstream) sampai dengan hilir (downstream) memerlukan sarana dan prasarana irigasi yang memadai. Sarana dan prasarana tersebut dapat berupa: bendungan, bendung, saluran primer dan sekunder, boks bagi, bangunan-bangunan ukur, dan saluran tersier serta saluran tingkat usaha tani (TUT). Rusaknya salah satu bangunan-bangunan irigasi akan mempengaruhi kinerja sistem yang ada, sehingga mengakibatkan efisiensi dan efektifitas irigasi menurun, untuk menindaklanjuti Visi dan Misi pemerintahan Presiden Jokowi, maka pembangunan infrastruktur pertanian difokuskan pada pembangunan Irigasi, mulai dari Pembangunan Dam , Saluran Primer, Sekunder dan tersier dan khusus untuk Dinas Pertanian, hanya menangani kegiatan Pembangunan / Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier, maka Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Provinsi Jambi melaksanakan Kegiatan Rapat Sinkronisasi Data Irigasi Wilayah Barat dan Timur yang diadakan di Balai Pelatihan Pertanian Jambi Jl. Palembang - Jambi KM. 16 Kenali Asam Bawah Kota Baru Jambi pada Hari Rabu tanggal 22 s.d 23 Pebruari 2018 yang dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan dimana diwakili oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura ( Ir. Mahalya Anidar). Peserta kegiatan diikuti 63 orang yang berasal dari 11 Kabupaten /Kota yang di Provinsi Jambi meliputi Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Dinas Pekerjan Umum Kabupaten/Kota se - Provinsi Jambi. Peserta terdiri dari pejabat Eselon III dan IV. Pada Kegiatan Rapat Sinkronisasi Data Irigasi Wilayah Barat dan Timur materi diisi dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Provinsi Jambi ; Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi Jambi; Bappeda Provinsi Jambi; dan Balai Wilayah Sungai Sumatera VI Jambi.Oleh karena itu dalam rangka mempercepat pelaksanaan kegiatan pembangunan prasarana dan sarana pertanian tahun 2018 sesuai dengan tahapan dan prioritas kegiatan, maka diperlukan sinkronisasi kegiatan dan koordinasi yang langkah baik dari seluruh Stakeholder yang terlibat sesuai dengan kewenangannya masing-masing sesuai dengan peraturan yang berlaku. Adapun maksud dari dilaksanakan Rapat Sinkronisasi Data Irigasi Wilayah Barat dan Timur adalah : 1. Meningkatkan koordinasi dan menyamakan persepsi untuk Percepatan Pelaksanaan Kegiatan Sarana dan Prasarana Pertanian Tahun Anggaran 2018; 2. Mensinkronkan dan memadukan kegiatan dan data irigasi antara Dinas Tanaman Pangan Dinas PU dan Balai Wilayah Sungai Sumatera VI; 3. Mencari terobosan dan dan progres untuk upaya percepatan pelaksanaan kegiatan; 4. Melihat potensi masalah dan langkah - langkah yang akan diambil guna penyelesaian kegiatan sampai akhir tahun 2018. Sedangkan pada kegiatan Rapat Sinkronisasi Data Irigasi Wilayah Barat dan Timur di output yang dapat dihasilkan adalah Laporan hasil Rapat Koordinasi. (Lily Rokhmadiani. S.TP/Darmawansyah Siata … admin_jambi/DTPHP Prov. Jambi)Penulis : Tim Seksi Lahan dan Irigasi (Bidang PSP dan Penyuluhan/DTPHP Prov. Jambi)