Jurangmangu sebuah desa berjarak 7 Km dari kawah Gunung Slamet persisnya di leher puncak Gunung Slamet bagian utara tanggal 20 Maret 2015 bertempat di Ketua Gapoktan Ragil Jaya mengadakan perhelatan Rapat Anggota Tahunan Tutup Buku Tahun 2014. Gapoktan penerima dana PUAP senilai 100 juta pada tahun 2013 telah menyalurkan dana pada anggota 105 orang dengan nilai omzet Rp.239.500.000,-. Suasana desa yang sejuk, tenang dan angin sepoi-poi diiringi Wajah sumringah, berseri dan senyum lebar para anggota gapoktan, pengurus dan Tim Pengarah dan Tim Teknis serta PMT saat mengikuti rangkaian acara RAT tersebut.Acara yang dimulai pada pukul 13.30 WIB sehabis Jum`atan dihadiri tidak kurang dari 80 persen anggota. Sekretaris Gapoktan mengawalinya dengan membacakan pembukaan diteruskan pembacaan tata tertib. Ketua Gapoktan Budi Purwanto dengan semangat dan bangganya walaupun sedikit grogi dan berkeringat membacakan laporan pertanggungjawaban pengurus gapoktan tentang pelaksanaan tugas dan keuangan tahun 2014. " ini baru pertama kali saya seumur-umur berbicara dihadapan umum, sebelumnya belum pernah, apalagi ini hadir secara keseluruhan hampir 90 orang terus terang agak grogi, sehingga nanti yang belum jelas dapat ditanyakan pada sesi pandangan umum" jelasnya mangakhiri laporannnya. Rangkaian sambutan diawali Ketua Komite Pengarah kepala Desa Jurangmangu sekaligus merupakan Kepala Desa Jurangmangu Kecamatan Pulosari. " Saya terus terang terharu dan bangga dan menyampaikan ucapan selamat atas penyelenggaraan RAT kali ini, ini baru saya temui di gapoktan Ragil Jaya yang kali ini melaksankan RAT tutup buku tahun 2014. Hampir boleh dikatakan semua bantuan utamya berbentuk uang semua ludes dan macet, tapi kali ini Gapoktan Ragil Jaya tampil beda" katanya. Sementara Tim Teknis Kabupaten menyampaikan bahwa dengan penyaluran dengan berprinsip kehati-hatian serta laporan yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan sehinga tidak ada dusta diantara kita, InsyaAllah dana PUAP ini akan berkembang dan hari ini kita dapat melihat dan merasakan bersama-sama. Lebih lanjut disampaikan " gapoktan Ragil Jaya bisa tumbuh besar dan dapat menjadi sokoguru perekonomian masyarakat Desa Jurangmangu asal ada keterpaduan antara pengurus, komite pangarah dan utamanya anggota. Anggota berkewajiban memenuhi angsuran pinjaman, pengurus melakukan administrasi keuangan dan melayani anggota dengan pelayanan prima dan komite pengarah membina dan membimbing yang baik, maka tidak mustahil keterpaduan tersebut dapat mempercepat kesejahteraan masyarakat, boleh dikata apa saja nanti bisa berhubungan dengan gapoktan karena desa ini mayoritas adalah petani dan didukung sumberdaya alam yang memadai" jelasnya dengan semangat.Dalam laporan pertanggungjawaban keuangan terlihat pendapatan gapoktan sebesar RP.16.761.342,- sedang pengeluaran Rp.3.711.087,- sehingga terdapat keuntungan atau SHU sebesar Rp.13.050.255,-. Pendapatan utama gapoktan mesih bertumpu pada pendapatan dari hasil pembiayaan anggota berupa jasa pinjaman sebesar RP.13.895.000,-. Memperhatikan suasana pada pandangan umum terlihat antusiasnya anggota untuk memperbesar pinjaman dan meminta pengurus, Komite Pengarah maupun Tim Teknis untuk bisa memenuhi keinginan dimaksud. "Kedepan mesitinya pengurus dan komite pengarah dapat lebih kreatif menggali sumberdana dari masyarakat seperti misalnya dana yang ada di lembaga sosial masyarakat seperti dana yang ada di Masjid, Musholla, Jama`ah Yasin dan Tahil, Dasa Wisma, PKK dan sebagainya dapat dititipkan atau ditabung pada gapoktan sehingga memperkuat permodalan gapoktan" jawaban Tim Teknis menjawab keinginan masyarakat. Mengakhiri rangkaian acara Rapat Anggota Tahunan (RAT) diundi puluhan hadiah doorprize mulai alat rumah tangga berupa gelas, panci dan arit sampai kaos bernilai puluhan ribu. Riuh rendah, sorak sorai, tepuk tangan, gelak tawa menggema begitu undian dibacakan, Sungguh tak terbayangkan gapoktan yang dikelola oleh petani berlatar pendidikan, ketrampilan dan segalanya serba terbatas mampu mengelola keuangan sedemikian baik, transaparan dan akuntable. Kita dapat membayangkan andai semua gapoktan bisa berbuat demikian kata kesejahtera bukanlah hanya sekedar cita-cita yang sering menjadi slogan pemanis bibir dan tulisan semata tapi dapat diwijudkan dan dirasakan, semoga.Penulis: Nurul Ashar (PP Madya Pada Dipertanhut Kabupaten Pemalang).