RATUSAN HEKTAR SAWAH DI KABUPATEN CILACAP TERKENA DAMPAK PASANG AIR LAUT
Imbas fenomena alam berupa pasang air laut (rob) tinggi di Kabupaten Cilacap di bidang petanian. terus berlanjut. Menurut Laporan DPI Banjir Bulan Juni 2016 Kabupaten Cilacap, sekitar 483 ha areal persawahan tanaman padi berumur 5-40 HST terkena dampak dengan sebaran di Kecamatan Kesugihan (111 ha), Kroya (200 ha), Nusawungu (87 ha),Cilacap Selatan (9 ha), Cilacap Tengah (65 ha) dan Cilacap Utara (11 ha). Di beberapa kawasan tersebut dampak pasang air laut (rob) terus berlanjut seriing pasang air laut susulan.Kelurahan Karangtalun, Kecamatan Cilacap Utara sebagai salah satu areal terkena dampak, terutama di persawahan wilayah Kelompok Tani Cahaya sebagaian tanaman mengalami puso. Sebagaian petani terkena dampak masih menunggu surutnya air pasang dan mengaku masih pikir-pikir untuk menanam padi kembali. Petani khawatir jika memaksakan menanam padi lagi nantinya justru akan mengalami kerugian yang berlipat, mengingat kemungkinan masih bisa terjadi air pasang lagi ataupun dikhawatirkan nantinya tidak cukup tersedia air untuk penanaman karena areal tersebut merupakan sawah tadah hujan.Andiyanta, SP selaku Penyuluh Pertanian Wilayah Binaan Kelurahan Karangtalun berharap, adanya uluran pemerintah untuk pembangunan tanggul dan saluran pembuangan. Diharapkan pula adanya bantuan benih padi yang tahan/toleran air asin, misalnya varitas Dendang. Anggota Kelompok Tani Cahaya sebelum bencana air laut pasang tinggi terjadi sebenarnya telah berinisiatif untuk melakukan penanggulangan. Dalam pertemuan yang dilaksanakan Pertengahan Mei 2016, telah disepakati akan adanya iuran anggota untuk dipergunakan sebagai biaya perbaikan tanggul dan pengerjaannya pun sudah dimulai secara kecil-kecilan, namun semua gagal total seiring datangya bencana air laut pasang beberapa waktu yang lalu. (Liputan oleh Andiyanta, SP bersama Siswa Prakerin SMKN I Jurusan Multimedia)