REFUGIA, JEJERAN SI CANTIK DI PEMATANG SAWAH Menghadapi era globalisasi dan perdangangan bebas di tahun mendatang serta ilmu pengetahuan dan teknologi yang maju pesat, membuat manusia sadar akan pentingnya hidup sehat melalui kemanan pangan dan lingkungan. Slogan “Save the World” akan terus di kumandandangkan di berdagai pelosok dunia untuk menjaga kelestarian lingkungan dimana manusia tersebut berpijak. Untuk mengantisipasi hal tersebut maka peran perlindungan tanaman menjadi sangat penting, utamanya perlindungan tanaman yang ramah lingkungan dan tidak menimbulkan dampak residu pestisida. Didalam mempelajari interaksi antara tanaman dan Organisme Pengganggu tanaman (OPT) perlu dibedakan dua tipe pengganggu dapat bersifat biotik dan abiotik. Kendala yang berasal dari faktor biotik adalah adanya gangguan Organisme penggangu tanaman yang terdiri dari hama, Penyakit, gulma yang berpengaruh pada perubahan pertanaman yang mengarah pengrangan kuantitas maupun kualitas dari hasil yang diharapkan. Sedangkan kendala yang berasal dari faktor abiotik adalah kondisi tanah, Kondisi Iklim, dan kesalahan bercocok tanam.Untuk memenuhi kebutuhan hidup akan sandang dan pangan yang sehat, maka setiap usaha budidaya pertanian mutlak di lakukan perlindungan tanaman terhadap Organisme Penggangu tanaman tersebut. Perlindungan tanaman dapat dilakukan melalui pengendalian fisik, mekanik, kultur teknis, penggunaan tanaman tahan hama dan penyakit, pestisida ramah lingkungan dan pengendalian hayati. Refugia sebagai salah satu alternatif pilihan untuk menekan ledakan populasi OPT. Dalam dunia pertanian, Refugia merupakan suatu area yang ditumbuhi oleh beberapa jenis tumbuhan yang dapat menyediakan tempat perlindungan, sebagai sumber pakan (nektar) atau sumberdaya lain bagi musuh alami seperti predator dan parasitoid. Refugia adalah mikrohabitat buatan yang ditanam dalam lahan pertanian baik ditanam secara monokultur atau tumpangsari dengan tanaman lain. Tujuan penanaman refugia dilahan pertanian atau sekitar lahan pertanian merupakan salah satu usaha konservasi serangga musuh alami sehingga agroekosistem dilahan tersebut dapat seimbang. Mengapa harus menggunakan refugia?- Serangga musuh alami sangat tertarik dengan tanaman yang berbunga. Yang paling banyak melakukan kunjungan adalah kepik, kumbang, lalat, lebah, semut, thrips dan kupu-kupu. - Serangga mendapatkan sumber makanan berupa polen dan nektar (sari bunga) mengandung 10-70 % gula, lipid, asam, amino, dan mineral. Bunga Zinnia menjadi pilihan Penyuluh Pertanian Lapang Desa Sumberjo untuk di kembangkan di dalam blok refugia di demplot swadaya Kaji terap teknologi PIKAT NASA. Pilihan tersebut karena bunga Zinnia selalu mekar dan bunganya beraneka warna. Makanya bunga Zinnia sangat potensial digunakan sebagai refugia pada lahan tanaman padi karena dapat mengundang banyak musuh alami. Keunggulan tanaman ini antara lain :- Mudah ditanam / cepat tumbuh.- Warnanya beragam.- Bibit mudah diperoleh.- Regenerasi tanaman tergolong cepat dan countinue. Kelemahan tanaman ini antara lain : - Buruh tanam sering menginjaknya.- Saat panen, bebek yang dilepas merusak pertanaman.- Penyiraman countine dan perlu pengontrolan.- Sulit untuk membersihkan gulma.- Ditertawakan oleh petani yang tidak mengetahui fungsi refugia.Blok refugia baik itu tanaman hias, tanaman gulma atau tumbuhan liar yang tumbuh di sekitar lahan pertanian dapat menarik jenis serangga tertentu. Serangga musuh alami jenis herbivora akan tertarik pada refugia yang memiliki nutrisi atau zat biokimia tertentu.Refugia tanaman berbunga tidak semuanya dapat digunakan sebagai usaha konservasi musuh alami, terkadang mendatangkan serangga hama yang tidak kita kehendaki. Untuk itu saya mengajak untuk mengembangkan Tanaman Refugia di lahan pertanian agar menyokong keseimbangan agroekosistem di sekitar kita. Ditulis oleh : ABIGAEL LOMO, S.P Penyuluh Pertanian Pertama WKPP Desa Sumberjo Kec. Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar Koordinator BPP Wonomulyo KIRAMAN SAADONG, SP Nama Penyuluh ABIGAEL LOMO, S.P Sumber : 1. Pedoman Pengembangan Refugia Google.com 2. Jumuria. POPT Kec.Campalagian Kab. Polewali Mandar.