Baru-baru ini ramai bermunculan di media sosial (medsos) gambar sawah-sawah cantik yang dipagari oleh aneka bunga warna-warni di daerah Belitang, Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur), Sumatera Selatan. Bunga-bunga tersebut memang sengaja ditanam sebagai pengendali alami terhadap Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) pada padi sawah, yang disebut juga sebagai tanaman refugia. Apakah itu refugia?Menurut para ahli definisi refugia adalah pertanaman beberapa jenis tumbuhan yang dapat menyediakan tempat perlindungan, sumber pakan atau sumberdaya yang lain bagi musuh alami seperti predator dan parasitoid ((Nentwig, 1998; Wratten et al., 1998) dalam Allifah et.al 2013 dan Pertiwi 2014)). Refugia berfungsi sebagai mikrohabitat yang diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam usaha konservasi musuh alami.Dengan kata lain bahwa refugia adalah tumbuhan (baik tanaman maupun gulma) yang tumbuh di sekitar tanaman yang dibudidayakan, yang berpotensi sebagai mikrohabitat bagi musuh alami (baik predator maupun parasitoid), agar pelestarian musuh alami tercipta dengan baik. Bagi musuh alami, tanaman refugia ini memiliki banyak manfaat di antaranya adalah sebagai sumber nektar bagi musuh alami sebelum adanya populasi hama di pertanaman. Suatu konsep pemecahan masalah yang dapat diterapkan dalam pengendalian hama adalah dengan cara menanam tanaman yang digunakan sebagai refugia sehingga konservasi predator dapat terus terjaga ((Pertiwi, 2014) dikutip dari http://bbppketindan.bppsdmp.pertanian.go.id)).Seperti dilansir dari http://sumsel.litbang.pertanian.go.id/BPTPSUMSEL, prinsip dari tanaman untuk refugia adalah tanaman tersebut bisa menarik dan menjadi tempat hidup serta sumber kehidupan bagi musuh alami hama.Jenis tanaman yang berpotensi dijadikan sebagai tanaman refugia di antaranya :1) Refugia penghasil sayuran (kacang panjang, kacang tunggak, kecipir, oyong)2) Refugia penghasil bunga (bunga matahari, kenikir, bunga kertas, bunga tagetes, Arachis)3) Refugia tanaman liar (tapak dara, sidaguri, tanaman jengger ayam, orok-orok) Sumber : www.gudangpustakailmu.me Berbagai tanaman tersebut sudah terbukti bisa menarik hama dan menjadi tempat hidup bagi beberapa jenis musuh alami, serta relatif mudah untuk diperoleh dan diperbanyak. Teknik refugia lebih tergolong ekonomis dan juga tentu lebih ramah lingkungan dan kesehatan, sebab dengan menggunakan teknik ini kita tak menggunakan bahan-bahan kimia yang justru merugikan kesehatan kita, seperti dikutip dari https://medium.com/@bantalsilikon.Dalam teknik refugia yang kita perlukan adalah mencari bibit bunga yang akan ditanam pada saat permulaan tanam padi, sehingga tinggi dan usia tanaman refugia dengan tanaman padi bisa setara. Pada saat padi mulai tumbuh dewasa, bunga-bunga dari tanaman refugia pun mulai mekar dan bunga bunga itulah yang dibutuhkan untuk menarik semua ragam serangga yang bisa mematikan hama yang menggagu pertumbuhan tanaman padi.Diharapkan dengan adanya tanaman refugia di persawahan, tanaman padi bisa terlindungi dari serangan OPT yang selama ini sangat meresahkan petani karena dapat menurunkan produktivitas padi sawah. Selain itu, penggunaan pestisida kimia dapat dikurangi, bahkan kalau bisa dihilangkan sama sekali. Sehingga tanaman padi serta lingkungan di sekitarnya lebih sehat dan terbebas dari residu yang dihasilkan dari pestisida kimia.***Sumber:http://bbppketindan.bppsdmp.pertanian.go.id/blog/refugia-sebagai-alternatif-pengendalian-alami-organisme-pengganggu-tumbuhan-opt.https://medium.com/@bantalsilikon/inilah-cara-pengendalian-hama-dengan-sistem-refugia-d11ad3b32954.http://sumsel.litbang.pertanian.go.id/BPTPSUMSEL/berita-refugia.html.