Loading...

Rehabilitasi (Rejuvinasi) Tanaman Kopi

Rehabilitasi (Rejuvinasi) Tanaman Kopi
Selain proses pemeliharaan yang kurang baik, produktifitas kopi menjadi rendah juga dipengaruhi oleh usia tanaman kopi. Tanaman kopi yang sudah tidak produktif lagi rata-rata berusia 15-20 thn-dan seterusnya. Tanaman kopi yang sudah tidak produktif dipengaruhi oleh minimnya pemeliharaan yang meliputi pemangkasan, penyiangan, pemupukan, dan lain-lain. Untuk menjadikan tanaman kopi kembali berproduktif, perlu kita lakukan dengan dua cara yaitu Rejuvinasi Total Dan Penumbuhan Mata Tunas. Kedua cara ini telah dilakukan pada kelompok tani Dhepo No’e, Desa Bomari, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada. Kelompok tani ini telah melakukan rejuvinasi tanaman kopi yang sudah tidak produktif lagi pada tahun 2018 dengan jumlah tegakan kurang lebih 8000 tegakan. REJUVINASI TOTAL Metode ini dilakukan jika, tanaman kopi benar-benar sudah tidak produktif lagi atau usia tanaman kopi sudah sangat tua. Rejuvinasi total dilakukan dengan cara memotong (sensor) pohon induk kopi setinggi 40 cm. Pemotongan atau sensor dilakukan dari arah barat ke timur dengan bentuk lancip. Hal ini dimaksudkan agar penyerapan sianar ultraviolet dilakukan secara baik sehingga dapat mempercepat penumbuhan mata tunas. Tunas Yang sudah tumbuh, harus diseleksi untuk dipelihara. Sedangkan tunas lainnya, dapat dipangkas atau dihilangkan. Dalam satu pohon kopi maksimal dua mata tunas yang dipelihara. REJUVINASI PENUMBUHAN MATA TUNAS Metode ini dilakukan pada tanaman kopi yang masih produktif namun jangakuannya sangat sulit saat panen. Rejuvinasi penumbuhan mata tunas dilakukan dengan cara melukai sedikit induk tanaman kopi sesuai dengan tinggi yang diinginkan. Bagian bawah luka akan tumbuh mata tunas baru. Luka dilakukan untuk memutuskan pertumbuhan tanaman kopi, sehingga dapat menumbuhkan mata tunas baru. Mata tunas baru tersebut harus benar-benar dijaga dan dipelihara, dan jika tunasnya sudah berusia 1 tahun, bagian atas pohon induk dapat dipangkas atau dihilngkan aja. Kedua jenis rejuvinasi ini dilakukan guna mempercepat perkembangan guna peningkatan produktifitas tanaman kopi. Karena, dalam kurun waktu dua tahun, kopi yang sudah direjuvinasi dapat dipanen. Selanjutnya tinggal dilakukan pemangkasan bentuk dan ukuran sesuai dengan tinggi yang kita inginkan dan dilakukan pemeliharaan secara baik. Oleh: Herman Yoseph Gisi