Loading...

REKLAMASI KESUBURAN LAHAN DENGAN PUPUK DAN PESTISIDA HAYATI

REKLAMASI KESUBURAN LAHAN DENGAN PUPUK DAN PESTISIDA HAYATI
REKLAMASI KESUBURAN LAHANDENGAN PUPUK DAN PESTISIDA HAYATI I. PENDAHULUANTanah subur dan mikroorganisme sudah disiapkan Tuhan pencipta bumi langit dan alam semesta ini. Mikroorganisme adalah organisme yang berukuran sangat kecil sehingga tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Mikroorganisme dapat disebut mikroba atau jasad renik. Tanah yang subur mengandung lebih dari 100 juta mikroorganisme per gram tanah. Produktivitas dan daya dukung tanah tergantung pada aktivitas mikroorganisme tersebut. Sebagian besar mikroorganisme tanah memiliki peranan yang menguntungkan, yaitu berperan dalam menghancurkan limbah organik, siklus hara tanaman, fiksasi nitrogen, pelarut posfat, merangsang pertumbuhan, biokontrol patogen, dan membantu penyerapan unsur hara.Dewasa ini tanah pertanian Indonesia memiliki kadar mikroorganisme yang sangat rendah (kisaran 360rb-600rb per gram tanah). Hal ini terjadi karena penggunaan pupuk kimia yang terus menerus tanpa diimbangi dengan pemberian pupuk organik dan juga penggunaan obat bahan aktif kimia yang tidak terpadu. Sehingga mengakibatkan populasi mikroba yang bermanfaat untuk tanaman menjadi punah dan tanah menjadi jenuh. Hal ini bisa dilihat dari hasil panen yang terus menurun tiap tahunnya walaupun pemberian pupuk kimia ditambah lebih banyak di setiap musim tanamnya.Untuk itu diperlukan suatu upaya untuk mengembalikan kesuburan tanah (menjadi 100 juta mikroorganisme per gram tanah). Salah satu alternatif adalah mereklamasi lahan pertanian melalui penerapan pupuk dan pestisida hayati.Berikut panduan membuat Pupuk dan pestisida hayati sebagai upaya pengembalian kesuburan lahan pertanian. II. PANDUAN PEMBUATAN PUPUK DAN PESTISIDA HAYATI BAHAN-BAHAN YANG HARUS DISIAPKAN1. Pupuk kandang matang non fementasi / masih murni : 4 sak (50kg), disarankan kohe kambing / sapi 3 sak + kohe ayam 1 sak.2. Media organik hijauan atau coklatan 2 sak (50kg) : Hijauan (mengandung unsur Nitrogen lebih tinggi, baik untuk memacu pertumbuhan vegetatif), contoh bahan seperti kipahit ATAU INSULIN (rekomendasi), wedusan, jerami, tebon jagung (dalam keadaan segar / bukan kering)Coklatan (mengandung unsur Kalium lebih tinggi, baik untuk meningkatkan hasil panen saat pertumbuhan generatif), contoh bahan seperti serbuk kayu, limbah kulit kopi, cocopiet3. 1 debog pisang ukuran 2 meter4. 0,5 sak akar sumber PGPR (tanah sekitaran akar jangan dibersihkan, karna mengandung banyak PGPR)5. BAHAN TAMBAHAN LAINNYA (OPSIONAL) :Pemberian nutrisi tambahan pupuk kimia sebanyak 0,5 sak (25kg) per tiap rumus utama diatas, seperti SP36 / TSP/ SP46 atau dolomitSedangkan pemberian nutrisi tambahan pupuk organik yang telah jadi adalah tidak terbatas, seperti petroganik, bokashi dan kompos6. BIO DEKOMPOSER MENGGUNAKAN BT1, M21,EM4 dll SEBANYAK 0,5Lt III. KOMPOSISI UNSUR HARA DAN FUNGSI SERTA CARA PEMBUATAN DAN APLIKASI DARI BERBAGAI BAHAN ORGANIKIII.1 KOMPOSISI UNSUR HARA KOTORAN DARI BERBAGAI JENIS TERNAK JENIS TERNAK UNSUR HARAN (%) P(%) K (%) H2O (%)Kuda (padat) 0,55 0,3 0,4 75Kerbau (padat) 0,6 0,3 0,34 85Sapi (padat) 0,4 0,2 0,1 85Kambing (padat) 0,6 0,3 0,17 60Domba (padat) 0,75 0,5 0,45 60Babi (padat) 0,9 0,35 0,4 80Ayam 1 0,8 0,4 55Kelinci muda* 1,6-2,0 0,43-1,3 0,4-1,0 44,7-32,5Kelinci dewasa* 2,72 1, 1 0,5 55,3Keterangan tambahan : Tabel diatas berdasarkan pakan ternak secara umum.Berbagai sumber III. 2 PILIHAN BAHAN ORGANIK BERDASARKAN FUNGSINYA SECARA UMUM1. Akar Kacang Tanah dan family Fabaceae lainnya : rata-rata di akar kacang/polong ada simbiosis dari bakteri Ryzobium dengan bintil – bintil akar kacang yang berfungsi untuk meningkatkan kelarutan Nitrogen dalam tanah.2. Akar Bambu, akar Rumput Gajah, akar Jagung, akar Padi (Family Poaceae) : rata-rata akar ini banyak mengandung bakteri PF (Pseudomonas Flouren), dimana bakteri ini bisa meningkatkan kelarutan phoshate (P) dalam tanah dan bisa bersimbiosis dengan jamur Mikoriza yang bisa meningkatkan dan penyerapan unsur mikro tanah yaitu Mg, Cu, Mn, Fe dll.3. Semua akar rumput liar seperti putri malu, rumpun teki, dll (campuran beberapa klasifikasi family) : rata-rata akar ini memiliki bakteri lengkap, seperti Rhizobium, Bacillus sp (pelarut phosphate & kalium, ZPT, dan penekan patogen), Pseudomonas putida (penekan fungi patogen), Actinomycetes (penghasil antibiotik).4. Kipahit atau insulin (Tithonia diversifolia) : Daun, kulit batang dan akar mengandung saponin, polifenol dan flavonoida. Semua kandungan ini memiliki fungsi sebagai pupuk daun, insektisida dan nematisida nabati.5. Bandotan (Ageratum conyzoides Linn) : Bandotan mengandung saponin, flavonoid, polifenol, kumarine, euganol 5%, HCN dan minya atsiri. Semua kandungan ini memiliki fungsi sebagai penolak (repellent) dan menghambat perkembangan serangga.6. Semua bahan coklatan seperti serbuk kayu, limbah kulit kopi, cocopiet, dll : Mengandung kadar kalium lebih tinggi. Setelah dilakukan proses fermentasi, kalium pada bahan-bahan ini menjadi siap serap bagi tanaman. III.3 CARA PEMBUATAN DAN APLIKASI1. CARA 1 UNTUK LAHAN GULUDAN / BEDENGAN :Pembuatan PGPR • Siapkan akar sumber PGPR (bisa satu macam atau kombinasi), kemudian potong kecil-kecil dengan ukuran 1 cm. Tanah diakar jangan dibersihkan, krna mengandung banyak PGPR.• Masukkan akar PGPR ke dalam ember bersih berisi airsumur secukupnya. Disarankan memakai air sumur karena air sumur relatif tidak mengandung kaporit maupun cemaran bahan kimia.• Aduk pelan-pelan selama 10 menit, dengan maksud agar bakteri yang berada di sekitar perakaran maupun di dalam perakaran dapat tercampur pada air.• Diamkan selama 3 hari. Adanya aktivitas bakteri nampak berupa gelembung udara yang menempel pada dinding ember. o Larutan campuran ini dapat disebut sebagai biang/starter PGPR.• Campurkan semua bahan jadi satu (kohe, hijauan, debog pisang, air biang PGPR dan Stater) dan ditambah air hingga 30-40%, lalu aduk rata. Tutup dengan terpal/mulsa bekas hingga rapat. Fermentasi minimal 20 hari, lebih lama lebih baik.• Setelah fermentasi selesai, sebar bahan diatas guludan/bedengan secara merata. • Setelah disebar, siram guludan/bedengan dengan air sebasah mungkin.• Setelah disiram air, semprot guludan/bedengan dengan BT1 dosis 5 ml/liter air. Setelah itu guludan/bedengan ditutup mulsa dan biarkan selama minimal 10 hari. • Setelah 10 hari, mulsa bisa dilubangi dan siap ditanami. 2. CARA 2 (LAHAN TANAMAN KERAS ) :Pembuatan PGPR :• Siapkan akar sumber PGPR (bisa satu macam atau kombinasi), kemudian potong kecil-kecil dengan ukuran 1 cm. Tanah diakar jangan dibersihkan, krna mengandung banyak PGPR.• Masukkan akar PGPR ke dalam ember bersih berisi airsumur secukupnya. Disarankan memakai air sumur karena air sumur relatif tidak mengandung kaporit maupun cemaran bahan kimia. Aduk pelan-pelan selama 10 menit, dengan maksud agar bakteri yang berada di sekitar perakaran maupun di dalam perakaran dapat tercampur pada air. Diamkan selama 3 hari. Adanya aktivitas bakteri nampak berupa gelembung udara yang menempel pada dinding botol.• Larutan campuran ini dapat disebut sebagai biang/starter PGPR. Campurkan semua bahan jadi satu (kohe, hijauan, debog pisang, air biang PGPR dan stater) dan ditambah air hingga 30-40%, lalu aduk rata. Tutup dengan terpal/mulsa bekas hingga rapat. Fermentasi minimal 20 hari, lebih lama lebih baik.• Setelah fermentasi selesai, sebar bahan disekitar lubang tanam/pangkal pohon secara merata Setelah disebar, siram lubang tanam/pangkal pohon dengan air sebasah mungkin. Setelah disiram air, jika belum ada tanamanya semprot lubang tanam dengan Stater dosis 5ml/liter air dan biarkan 10 hari, setelah itu siap ditanam. Jika sudah ada tanamannya, semprot pangkal batang dengan stater dosis 5 ml / liter air. 3. CARA 3 (LAHAN TANAMAN PANGAN) :• Sebar semua bahan di lahan (kohe, hijauan, debog pisang, air biang PGPR dan stater). Setelah disebar, tutup jalan keluar air dan lep hingga minimal lahan macak-macak. Jika dirasa hujan cukup sering ,lahan bisa tidak di lep. Setelah itu, semprot dengan stater 1 dosis 10ml / liter air (20 liter air per 1/8ha). Agar hasil maksimal, selanjutnya disarankan lahan dicakar baja / traktor. Biarkan lahan minimal 15 hari dengan kondisi jalan keluar air tetap tertutup. Setelah 15 hari, lahan siap untuk tahap berikutnya. • Proses produksi Pupuk Dasar Hayati tidak memerlukan tempat khusus, akan tetapi untuk menghasilkan kompos yang bermutu sebaiknya dasar bangunan diberi alas dengan semen atau diberi ubin, tetapi bukanlah hal yang mutlak, yang utama tidak tergenang air. Bila pengomposan dilakukan diatas tanah, sebaiknya diberi alas, misalnya plastik, karung bekas, terpal, atau dedaunan.• Bahan pupuk dasar sebaiknya dihaluskan/dicacah terlebih dahulu, lalu ditumpuk secara beraturan. Selanjutnya tiap ketebalan tertentu (25-30cm) disemprot BT1 lalu tumpuk bahan lagi, begitu seterusnya kemudian ditutup. • Agar hasil fermentasi maksimal dan cepat, kandungan air pada saat sebelum penyemprotan stater harus sebanyak mungkin (30-40% pada proses tertutup). Kandungan air yang ingin diuji dengan menggenggam bahan, ditandai dengan tidak menetesnya air bila bahan digenggam. Pada lahan terbuka kandungan air minimal lahan macak- macak. FUNGSI PUPUK DASAR HAYATI :• Meningkatkan ketersediaan hara dan senyawa organic• Menyuburkan tanah (hingga kadar mikroorganisme 100jt/gr tanah)• Meningkatkan aktivitas mikroorganisme / jasad renik dalam tanah• Menekan pertumbuhan pathogen / hama penyakit dan gulma• Mengendalikan seranggan nematode parasit• Meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman• Kuantitas dan kualitas buah meningkat lebih baik dan lebih sehat IV. PENUTUPSalah satu upaya untuk mereklamasi lahan, guna mengembalikan kesuburan tanah (menjadi 100 juta mikroorganisme per gram tanah), melalui penerapan pupuk dan pestisida hayati.Melalui tulisan di atas semoga petani faham bisa praktek dan menerapkannya pada lahan masing-masing, sehingga secara bertahap tingkat kesuburan lahan pertanian bisa dipulihkan kembali. Penulis : Maryono,S.Pt (PPL Kecamatan Nguter Sukoharjo)