Loading...

REKOMENDASI PEMUPUKAN TANAMAN JERUK KEPROK TEJAKULA

REKOMENDASI PEMUPUKAN  TANAMAN JERUK KEPROK TEJAKULA
PENDAHULUAN Selain tanaman durian, tanaman hortikultura yang di koleksi oleh Instalasi Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (IP2TP) Petaling adalah tanaman jeruk. Varietas tanaman jeruk di IP2TP petaling adalah jeruk keprok (Tejakula) dan jeruk siam (Pontianak) yang ditanam pada tahun 2015. Saat ini umur tanaman memasuki tahun ke-5 (bulan Juli 2020) dan tanaman jeruk tersebut sudah berbuah memasuki fase panen dengan hasil yang cukup baik. Jumlah awal tanaman jeruk di IP2TP Petaling adalah sebanyak 100 batang (Feriadi, 2019). Produksi jeruk di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebanyak 1.027,1 Ton (BPS, 2019). Total produksi ini sangat potensial untuk ditingkatkan mengingat besarnya peluang pasar untuk buah jeruk di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Teknologi pengelolaan Kebun Jeruk Sehat dengan penerapan pengelolaan tanaman jeruk secara terpadu khususnya rekomendasi pemupukan dapat menjadi kunci keberhasilan petani jeruk. MENINGKATKAN MUTU BUAH JERUK Tumbuh kembang tanaman alamiah seperti di hutan seimbang dengan proses pelapukan batu-batuan dan sisa organisme. Adanyan campur tangan manusia seperti pengangkutan hasil tanaman menyebabkan kehilangan nutrisi dari lahan sehingga kesuburannya menurun. Oleh karena itu, tanpa pasokan nutrisi yang memadai, lahan jeruk tidak mampu mendukung kebutuhan nutrisi tanaman secara optimal sehingga kesehatan tanaman, volume dan mutu buah yang dihasilkan menjadi semakin rendah. Fenomena mutu buah jeruk nasional yang belum memuaskan dan munculnya gejala kekurangan hara pada daun yang bermuara pada kemerosotan kesehatan tanaman jeruk di beberapa sentra produksi menunjukkan bahwa usaha menjaga kesuburan lahan yang dilakukan oleh petani melalui pemupukan masih belum sesuai dengan kebutuhan tanaman. Aplikasi pupuk tidak berimbang seperti pemberian urea berlebihan atau tanpa pupuk lain masih sering terjdi. Akibatnya, tidak hanya mutu buah rendah (sari buah sedikit dan rasanya hambar) tetapi juga pemborosan dan bisa menimbulkan pencemaran nitrat dalam air. Agar pupuk dapat diserap tanaman secara efisien dan efektif, sebelum memupuk perlu memahami paling sedikit 4 hal, yaitu apa saja nutrisi yang dibutuhkan, berapa dosisnya, kapan waktu dibutuhkan, dan bagaimana cara aplikasinya. Selain air, paling sedikit ada 12 macam unsur esensial yang dibutuhkan tanaman jeruk diambil dari dalam tanah. Pertama, unsur hara yang dibutuhkan dalam jumlah banyak (makro primer), meliputi nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K). Kedua, unsur hara yang dibutuhkan dalam jumlah banyak hanya pada kondisi tertentu (makro sekunder), meliputi kalsium (Ca), magnesium (Mg), dan belerang (S). Ketiga, unsur hara yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit tetapi bila kekurangan akan mempengaruhi produksi dan kelangsungan hidup tanaman (mikro), meliputi besi (Fe), seng (Zn), mangan (Mn), tembaga (Cu), boron (B) dan molibdenum (Mo). Sumber N yang banyak beredar di pasar adalah urea, ZA dan pupuk majemuk NPK; P adalah SP36, fosfat alam dan pupuk majemuk NPK, dan K adalah ZK, KCl dan NPK. Sumber Ca adalah SP36, fosfat alam, kapur atau dolomit yang sekaligus mengandung Mg. Kebutuhan S lebih sedikit dibandingkan N dan biasanya bisa terpenuhi dari pemberian pupuk kandang, pupuk ZA atau ZK yang biasanya diberikan guna memenuhi kebutuhan N atau K. Kebutuhan unur mikro biasanya bisa terpenuhi jika tanah diberi pupuk kandang secara teratur. Unsur mikro juga banyak dijual sebagai pupuk daun, contohnya : “MICROCIT” yaitu pupuk mikro lengkap yang diformulasi khusus untuk tanaman jeruk, diproduksi oleh KPRI Citrus, BALITJESTRO (http://kpricitrus.wordpress.com). PENENTUAN DOSIS PUPUK DAN WAKTU APLIKASINYA Dosis pupuk yang dibutuhkan tanaman dipengaruhi oleh jenis/varietas, umur, hasil atau biomasa yang dihasilkan tanaman, dan faktor lingkungan. Ada beberapa pendekatan untuk menentukan dosis pupuk, yaitu analisis tanah atau daun, percobaan lapangan pada berbagai umur tanaman, penggantian hara yang hilang untuk pertumbuhan dan hasil panen, dan gejala kasat mata. Bagi petani yang jauh dari laboratorium Ilmu Tanah dan lahannya sempit serta terpencar, pendekatan paling mudah dan sederhana adalah berdasarkan umur tanaman dan hasil panen dikombinasi dengan analisis tanah. Rekomendasi berdasarkan umur tanaman digunakan terutama pada periode tanaman belum menghasilkan buah (TBM). Awalnya, tanaman perlu dipupuk N lebih banyak agar pertumbuhan vegetatifnya optimal. Saat berumur 3 tahun, tanaman mulai memasuki transisi menuju periode menghasilkan buah/dewasa (TM) sehingga porsi P dan K ditingkatkan guna mendukung pembentukan organ generatifnya. Walaupun tanaman muda membutuhkan dosis pupuk lebih rendah, aplikasinya harus lebih sering karena jangkaun akar untuk menyerap pupuk masih sempit/terbatas. Pada umur 4 tahun ke atas, pupuk diaplikasikan dua kali setahun yaitu setelah panen dan empat bulan setelah pemupukan pertama (Tabel 1). Tabel 1. Rekomendasi Pemupukan Jeruk Berdasarkan Umur Tanaman Umur (tahun) Gram/pohon/aplikasi Aplikasi Pupuk N P2O5 K2O 123 4 5 10 s/d 2025 s/d 4040 s/d 75 80 s/d 120 125 s/d 150 5 s/d 1015 s/d 2025 s/d 40 50 s/d 75 80 s/d 100 510 s/d 1520 s/d 30 40 s/d 50 60 s/d 80 2 – 3 kali/tahun3 – 4 kali/tahun3 – 4 kali/tahun 2 – 3 kali/tahun 2 kali/tahun Pada tanaman dewasa (TM) yang telah melewati fase kecepatan pertumbuhan vegetatif maksimal ( > 5 tahun), dosis pupuk bisa didekati dengan menghitung hasil panen buah. Pendekatan ini menggunakan asumsi bahwa status kesuburan kebun telah optimal akibat dari penambahan pupuk sebelumnya. Dalam sistem ini, hara yang terangkut panen menjadi penyebab utama terjadinya penurunan kesuburan kebun. Agar pertumbuhan dan hasil buah tetap optimal, kesuburan kebun harus diperbaiki dengan memasukkan pupuk sebesar nutrisi yang terangkut panen ditambah kebutuhan untuk pertumbuhan vegetatif, fiksasi tanah, pelindian (leaching), penguapan, dan erosi. Berdasarkan pendekatan ini, dosis pupuk yang harus diaplikasikan setara dengan 2 sampai 3% dari total bobot buah yang dipanen. Setiap jenis jeruk menghendaki komposisi unsur yang berbeda, untuk jeruk siam adalah 10 N : 7 P2O5 : 2 K2O, keprok adalah 5 N : 2 P2O5 : 3 K2O, dan pamelo adalah 2 N : 1 P2O5 : 4 K2O. Dosis tersebut (Tabel 2) dibagi dua untuk diaplikasikan setelah panen dan saat pembesaran buah (4 bulan kemudian). Tabel 2. Rekomendasi Pemupukan untuk Jeruk Siam, Keprok dan Pamelo Berdasarkan Hasil Panen Panen(kg/ph) Dosis (g/phn/th) Jeruk Siam Jeruk Keprok Jeruk Pamelo N P2O5 K2O N P2O5 K2O N P2O5 K2O 25 262 s/d 395 185 s/d 275 53 s/d 77 278 s/d 417 90 s/d 136 182 s/d 273 143 s/d 214 71 s/d 107 289 s/d 429 50 525 s/d 790 370 s/d 550 105 s/d 155 556 s/d 833 182 s/d 273 364 s/d 545 286 s/d 429 143 s/d 214 571 s/d 857 75 790 s/d 1185 555 s/d 830 157 s/d 233 833 s/d 1.250 273 s/d 409 545 s/d 818 429 s/d 643 214 s/d 321 857 s/d 1.286 100 1.050 s/d 1580 740 s/d 1.100 210 s/d 315 909 s/d 1.364 364 s/d 545 727 s/d 1.090 571 s/d 857 286 s/d 429 1.143 s/d 1.714 APLIKASI PUPUK KANDANG Kandungan bahan organik di lahan pertanian biasanya rendah (C < 2%), kecuali tanah organik. Kadar C organik yang ideal untuk kebun jeruk adalah 3 – 5%. Penambahan pupuk kandang/bahan organik secara teratur dapat meningkatkan C organik tanah yang berguna memperbaiki kesuburan fisik, kimia maupun biologi tanah, serta sebagai sumber unsur hara makro dan mikro. Tanaman berumur 1 – 4 tahun diberi pupuk kandang sebanyak 20 – 40 kg per pohon dan selanjutnya sebanyak 40 – 60 kg per pohon. Kotoran sapi merupakan salah satu jenis pupuk kandang yang baik untuk memenuhi kebutuhan unsur mikro. Kasus munculnya gejala defisiensi unsur mikro biasanya tidak ditemukan di kebun yang diberi kotoran sapi pada setiap akhir musim kemarau. Sebaliknya jika diberi kotoran ayam berlebihan dapat menyebabkan defisiensi Zn karena kotoran ayam mengandung P tinggi. Pupuk mikro yang dibutuhkan tanaman hanya sedikit. Oleh karena itu, aplikasinya paling mudah dan efktif adalah melalui daun. Pupuk mikro disemprotkan pada daun pada pagi hari sebanyak 2 sampai 3 kali pada saat pertunasan. Ditulis Oleh : Feriadi, S.P. (BPTP Kep. Bangka Belitung) Sumber Bacaan : Badan Pusat Statistik. 2019. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Dalam Angka. Halaman 62. 2019. Laporan Akhir Tahun Pengelolaan IP2TP Petaling. BPTP Bangka Belitung. http://balitjestro.litbang.pertanian.go.id/rekomendasi-pemupukan-untuk-tanaman-jeruk/ (Diakses Selasa, 21 Juli 2020). (http://kpricitrus.wordpress.com). Sumber Foto : Koleksi Feriadi (2020)