REL (research extension linkage) SINERGITAS PENYULUH DAN PENELITI PERCEPAT DISEMINASI TEKNOLOGI
UNGARAN – Penelitian dan penyuluhan memiliki peranan penting dalam mendukung peningkatan produktivitas komoditas pertanian mewujudkan swasembada dan swasembada berkelanjutan. Penelitian menghasilkan teknologi yang mendukung peningkatan hasil komoditas pertanian, sedangkan penyuluhan menyampaikan hasil penelitian untuk dapat diadopsi oleh petani melalui kegiatan penyuluhan. Strategi untuk tercapai keberhasilan diseminasi teknologi sampai kepada petani dengan menempatkan peneliti dan penyuluh pertanian sebagai sistem terintegrasi antara pengetahuan dan teknologi, fokus terhadap fungsi-fungsi penelitian dan penyuluhan pertanian dengan melibatkan berbagai kelembagaan dan pemangku kepentingan, mengembangkan dan memperkuat jejaring di setiap wilayah, serta pemberdayaan kelompok tani untuk mengembangakan kemampuan dalam melakukan kajian dan penyuluhan yang dilakukan oleh petani sendiri. Dalam rangka meningkatkan sinergitas fungsi penyuluh dan peneliti di lapangan maka melalui dana dekonsentrasi BPPSDMP Satker Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah TA. 2017 dilaksanakan Kegiatan Aplikasi Paket Teknologi/Research Extention Linkages (REL). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kelompok Tani Rahayu Kelurahan Candiroto Kabupaten Kendal dengan Penerapan Teknologi Jajar legowo (Jarwo) Super Pada Budidaya Padi Lahan Sawah. Kegiatan yang telah dilaksanakan sejak bulan Juli 2017 ini melibatkan Peneliti dan Penyuluh Pertanian BPTP Jawa Tengah, seluruh penyuluh pertanian Distanbun Provinsi Jawa Tengah berjumlah 14 orang serta penyuluh pertanian Kabupaten Kendal yang berasal dari 6 kecamatan. Kegiatan Aplikasi teknologi Jarwo Super dijadwalkan secara rutin dengan dihadiri oleh penyuluh pertanian dari 6 Kecamatan di Kabupaten Kendal. Harapannya hasil rekomendasi dari aplikasi paket teknologi ini dapat diimplementasikan di 5 kecamatan yang lain. Varietas yang dipilih pada aplikasi teknologi Jarwo Super ini adalah Inpari 33 dengan pertimbangan petani saat ini belum pernah menggunakan benih hibrida. Perbandingan penggunaan transplemter, jarwo super 4:1 dengan tanam manual, jarwo super 2:1 menjadi salah satu kajian yang akan dianalisis pada kegiatan ini. Out put yang diharapkan dari kegiatan ini adalah terwujudnya sinergi antara peneliti, penyuluh dan petani dalam pengembangan dan penerapan inovasi teknologi; pemberdayaan petani untuk menerapkan teknologi pada sistem pertanian; dan diterapkannya inovasi teknologi oleh kelembagaan petani yang didukung oleh berbagai pemangku kepentingan seperti lembaga pembiayaan, sarana produksi, pemasaran. (dhiean_PP)