Loading...

REMBUG KTNA PROVINSI GORONTALO TAHUN 2016

REMBUG KTNA PROVINSI GORONTALO TAHUN 2016
Untuk menindaklanjuti kemitraan Bulog Sub Drive Gorontalo dengan KTNA di Provinsi Gorontalo, maka Bakorluh Provinsi Gorontalo menyelenggarakan rembug KTNA tingkat Provinsi Gorontalo yang bertempat di Naca's Cafe pada tanggal 29 Maret 2016. Ada beberapa agenda yang menjadi fokus pembahasan rapat yaitu Pola kemitraan Bulog Provinsi Gorontalo dengan KTNA Se Provinsi Gorontalo, Kinerja dan Program Kerja masing-masing KTNA kab/kota serta persiapan keikutsertaan kontingen Provinsi Gorontalo pada PENAS XV di Aceh. Hadir dalam rembug tersebut yakni para ketua dan pengurus KTNA masing-masing kab/Kota, Perwakilan Bulog, Para Kepala BP4K Kab/Kota dan unsur pejabat lingkup Bakorluh Prov.Gorontalo Untuk pola ketentuan Bulog Gorontalo, KTNA Provinsi serta peserta rembug mengungkapkan bahwa harga pembelian beras dan gabah oleh Bulog saat ini dinilai masih sangat rendah dibanding kondisi harga pasar sekarang, dimana harga standar Bulog untuk beras Rp 7.300/Kg dan harga gabah Rp 4.600/Kg sedang di pasaran berkisar Rp 8000- Rp.8.500/kg. Menurut pihak Bulog harga tersebut telah menjadi standar pembelian pemerintah secara nasional karena jika harga tersebut akan dinaikkan maka akan berimbas pada kenaikan faktor lainnya. Sehingga dengan kondisi seperti itu Bulog masih sulit untuk mendapatkan beras. Untuk itu pola kemitraan yang tepat digulirkan oleh Bulog yaitu membangun sistem on farm kemitraan pada komoditi Padi serta membangun kemitraan dalam hal pembelian Jagung, dimana keabsahannya akan dilakukan penandatangan MoU di kantor Bulog Provinsi Gorontalo. Selanjutnya masing-masing KTNA kab/kota mengemukakan program kerjanya diantaranya akan melakukan pembentukan pengurus UPJA, mengupayakan Sekretariat KTNA tingkat kabupaten, pembentukan pengurus kecamatan, pembentukan kader, melaksanakan kegiatan PEDA dalam rangka menghadapi PENAS tahun 2017, melaksanakan sosialisasi keberadaan KTNA kepada pemerintah dan mendapatkan alokasi bantuan dana hibah 100 juta tahun 2016, membahas dampak pembuatan irigasi terhadap peningkatan produksi petani. Sementara perkiraan peserta PENAS XV Provinsi Gorontalo sesuai hasil rapat akan mengikutkan peserta sebanyak 505 orang dari kab/kota Se Provinsi Gorontalo (Kota Gorontalo 50 orang, Kab. Gorut 50 orang, Kab. Bone Bolango 80 orang, Kab. Gorontalo 150 orang, Kab. Pohuwato 75 orang dan Kab. Boalemo sebanyak 100 orang), yang nantinya kuota peserta PENAS XV Provinsi Gorontalo akhirnya akan menyesuaikan ketersediaan anggaran. Peserta rapat mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini dan mereka meminta agar kegiatan ini akan terus dilanjutkan serta benar-benar melakukan aplikasi tidaklanjut rapat demi menuju kemajuan dan kesejahteraan petani dan masyarakat Provinsi Gorontalo tercinta.