Loading...

REMBUG TANI DALAM PEMECAHAN PERMASALAHAN BUDIDAYA BAWANG MERAH DI LAPANG

REMBUG TANI DALAM PEMECAHAN PERMASALAHAN BUDIDAYA BAWANG MERAH DI LAPANG
Rembug Tani merupakan bagian dari kegiatan Sekolah Lapang Pendampingan Komoditas Strategis Nasional Komoditas bawang merah. Petugas (PPL) memfasilitasi anggota kelompok tani untuk berdiskusi dan menggali segala permasalahan yang dihadapi, terutama dalam kegiatan budidaya,serta bersama-sama mencari dan menemukan pemecahannya.Beberapa permasalahan yang dihadapi oleh bawang merah antara lain adalah :1. Serangan OPT (Organisme Pengganggu Tanaman)2. Ketersediaan Benih bawang merah3. Harga jual rendahUpaya pemecahan masalah yang dihadapi oleh petani antara lain:1. Menerapkan Prinsip-Prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PPHT) dan penggunaan pestisida Nabati.2. Menyisakan 20% dari hasil panen, untuk dijadikan benih JABAL. Hal ini dimaksudkan agar untuk budidaya bawang merah yang akan datang, benihnya sudah tersedia.3. Karena harga jual ini berkaitan erat dengan mekanisme pasar, maka salah satu cara yang dapat dilakukan petani untuk meningkatkan nilai jual bawang merah adaalah dengan menjual dalam bentuk benihDalam upaya perluasan areal tanam dan juga peningkatan produksi bawang merah, yang menjadi kendala utama adalah serangan OPT dan harga jual yang rendah. Hal ini sangat berpengaruh terhadap minat petani untuk terus berusahatani bawang merah. Mengingat resiko dan tingginya kesulitan yang harus dihadapi dalam kegiatan budidaya, apabila tidak diimbangi dengan harga jual yang layak, dan itu berlangsung terus menerus, bukan tidak mungkin akan sangat besar pengaruhnya untuk menurunkan minat petani untuk tetap bertahan sebagai petani bawang merah.Oleh karena itulah , upaya pemerintah dalam memperluas areal tanam dan peningkatan produksi bawang merah, dengan harapan Indonesia akan bisa swasembada bawang merah akan lebih sulit terlaksana apabila perlindungan terhadap harga jual bawang merah tidak diberikan sebagaimana pemerintah menerapkan pada komoditas padi.Hal tersebut diatas merupakan salah satu keluh kesah yang disampaikan oleh sebagian besar petani peserta kegiatan Sekolah Lapang. Semoga dengan adanya tulisan ini bisa menjadi masukan dan bahan pertimbangan untuk didiskusikan oleh pihak-pihak untuk kebaikan dan kemajuan pertanian di Indonesia. Siti Fridatul Umaiyah, SP, Penyuluh Pertanian Pertama – Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Gondang Nganjuk