Loading...

Rembug Tani dan SL- UPSUS Padi

Rembug Tani dan SL- UPSUS Padi
Rembug Tani merupakan salah satu pemberdayaan petani melalui pertemuan yang dilakukan secara rutin oleh kelompok tani dalam menjalankan usaha taninya yang difasilitasi oleh penyuluh pertanian di wilayah binaan. Kegiatan rembug tani ini untuk menghimpun dan memfasilitasi petani guna memberikan masukan kepada instansi terkait berkaitkan dengan permasalahan-permasalahan dibidang pertanian serta upaya pemecahanya. Selain itu kegiatan rembug tani ini untuk memprkenalkan dan menambah wawasan pada petani dengan perkembangan teknologi pertanian khususnya utuk Kegiatan SL (sekolah Lapang ) Upaya Khusus (UPSUS) budidaya tanaman padi Koordinator Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Bojongasih Kabupaten tasikmalaya ; Ahmad Pakih mengungkapkan tujuan dari kegiatan Rembug Tani Merupakan salah satu Perencanaan dalam kegiatan Sekolah lapang (SL) dan menyusun jadwal pelaksanaan kegiatan dan materi Pembelajaran Sekolah lapang (SL) dalam Upaya Khusus (UPSUS) padi yang ada di wilayah binaan Desa Bojongasih Kecamatan Bojongasih Kabupaten tasikmalaya. Penyuluh Pertanian Lapang (PPL) Wilayah binaan Desa Bojongasih (Andriyana, S.ST) memberi dukungan yang penuh kepada para petani untuk bisa berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran dengan metode pembelajaran secara patisifatif antara petani dan penyuluh (tidak bersifat menggurui). Kegiatan yang akan dilaksanakan yakni learning by doing "belajar dengan melakukan" mulai dari kegiatan persemaian, penanaman, pemeliharaan dan panen padi. Peserta yang hadir dalam kegiatan rembug tani ini berjumlah 20 orang terdiri dari Unsur Penyuluh Pertanian lapangan (PPL) Mantri Tani, Pengurus Kelompok tani serta Pemerintah Desa dan Tokoh Masyarakat yang dilaksanakan di rumah Ketua Kelompok tani Sari Asih Madur ( Rumah Pak Tendi ), Dalam Kegiatan rembug tani dapat tersusun Rencana Kegiatan usaha tani juga jadwal pelaksanaan usahatani, materi Pembelajaraan Sekolah lapang (SL) upaya Khusus (UPSUS) padi serta teridentifikasi masalah dan upaya pemecahanya juga mengevaluasi hasil usahatani kelompok tani maupun Gabungan Kelompok Tani. Prioritas masalah utama adalah terlaksananya kegiatan Sekolah lapang (SL) Upaya Khusus (UPSUS) padi secara periodik dan berkelanjutan dan penerapan paket teknologi pengelola tanaman terpadu ( padi ) dalam demonstrasi plot (DEMPLOT) seluas 1 Ha sebagai sarana Pembelajaran petani yang dikenal dengan sebutan Labolatorium Lapangan (LL) dari blok sawah Madur seluas 20 Ha, yang bertujuan untuk meningkatkan produksi sehingga swasembada pangan bisa mencapai target. Untuk mencapai keberhasilan di bidang pertanian khususnya Program Nasional UPSUS Padi tidak lepas dari peran dan dukungan Penyuluh Pertanian Lapang (PPL), Kelompok tani dan penyedia sarana produksi pertanian. Oleh karena itu penguatan kelompok tani sebagai ujung tombak dalam pencapaian swasembada pangan perlu dilakukan. Pemerintah memfasilitasi kepentingan petani dalam upaya peningkatan kesejahtraan petani, melalui perbaikan jaringan irigasi, adopsi teknologi dan bantuan sarana prasarana pertanian. Dari hasil kegiatan rembug tani penyuluh mengarahkan semua peserta mengatur sistem pola tanam dan tata tanam untuk memepermudah pengendalian hama penyakit, dengan penerapan tanam jajar Legowo. Andriyana, S.ST.