Rembug tani merupakan salah satu metode penyuluhan yang melibatkan anggota kelompok tani untuk dapat menggali potensi, mengidentifikasi masalah-masalah yang dihadapi, mencari dan menemukan jalan keluar atas permasalahan yang dihadapi berdasarkan hasil diskusi dan kesepakatan diantara anggota kelompok tani yang bersangkutan. Rembug Tani merupakan musyawarah yang dihadiri seluruh anggota kelompok untuk membahas permasalahan yang dihadapi. Peran aktif seluruh anggota sebagai pemilik gagasan sekaligus pelaksana menjadi sangat penting untuk terlaksananya suatu rencana/kesepakatan bersama. Wilayah Kerja Penyuluh Pertanian (WKPP) Dusun Teluk Pandak Kecamatan Tanah Sepenggal, mempunyai potensi pertanian yang sangat besar khususnya untuk tanaman pangan dan hortikultura, sehingga untuk dapat meningkatkan hasil pertanian para petani masih terkendala dengan sarana dan prasarana pertanian diantaranya saluran irigasi, modal usaha, sistem tanam, pemupukan anorganik yang kurang tepat dan pengetahuan petani tentang teknik budidaya tanaman yang belum optimal.Untuk mengatasi hal tersebut maka dilakukan Rembug Tani agar pengurus kelompok tani dan anggota kelompok tani, Gapoktan serta aparat desa yang ada di WKPP Dusun Teluk Pandak bisa duduk bersama Penyuluh Pertanian dibantu dengan Babinsa untuk membicarakan akar permasalahan yang ada serta mencari cara pemecahan masalah yang tepat, sehingga dapat meningkatkan produksi tanaman di Dusun Teluk Pandak. Tujuan dari Rembug Tani program UPSUS padi dalam rangka peningkatan kapasitas kelembagaan petani adalah mengidentifikasi masalah dan cara pemecahan masalah serta merencanakan dan menyusun jadwal usaha tani. Sasaran dari Rembug Tani dalam rangka peningkatan kapasitas kelembagaan petani adalah seluruh kelompoktani beserta Gapoktan yang ada di Dusun Teluk Pandak. Sasaran yang ingin dicapai dari kegiatan ini yaitu tersusunnya kegiatan usaha tani secara serempak dan diharapkan petani dapat menerapkan teknologi baru melalui kerjasama kelompok, sehingga dapat meningkatkan produksi dan produktivitas usaha tani yang dilakukan, meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani dan keluarganya. Rembug Tani dalam rangka peningkatan kapasitas kelembagaan petani telah dilaksanakan pada tanggal 20 September 2017 bertempat di Balai Desa Dusun Teluk Pandak Kecamatan Tanah Sepenggal. Pelaksanaan Rembug Tani di Dusun Teluk Pandak Kecamatan Tanah Sepenggal ini dilakukan dengan menggunakan metode Pembelajaran Orang Dewasa (Andragogi) yaitu ceramah, diikuti dengan dengar pendapat, diskusi, rumusan hasil serta rencana tindak lanjut . Out put dari kegiatan ini adalahtersusunnya pemecahan permasalahan dan rencana kegiatan usaha tani dalam rangka peningkatan produksi tanaman pada kelompok tani di WKPP Dusun Teluk Pandak Kecamatan Tanah Sepenggal yang selanjutnya akan diteruskan dengan Sekolah Lapang untukkeadaan yang menjadi prioritas masalah dari identifikasi hasil rembug tani. Dari hasil rembug tani diidentifikasi masalah-masalah yang menyebabkan produksi tanaman di WKPP Dusun Teluk Pandak belum maksimal. Masalah tersebut adalah sebagai berikut :1. Tidak tersedianya jadwal usaha tani yang menjadi acuan petani untuk budidaya tanaman2. Banyaknya saluran irigasi yang perlu perbaikan3. Serangan hama dan penyakit4. Penggunaan pupuk yang belum optimal Berdasarkan hasil rembug maka telah disepakati beberapa usaha untuk memecahkan masalah yang menyebabkan produksi tanaman di WKPP Dusun Teluk Pandak belum maksimal. Usaha-usaha tersebut adalah sebagai berikut :1. Tidak tersedianya jadwal usaha tani yang menjadi acuan petani untuk budidaya tanaman Jadwal usaha tani sangat dibutuhkan petani untuk menentukan waktu tanam, jenis varietas yang ditanam, jenis hama/penyakit, curah hujan, dan lain-lain. Untuk itu dalam rembug tani ini disusun jadwal usaha tani selama satu musim tanam. 2. Banyaknya saluran irigasi yang perlu perbaikanSalah satu penyebab menurunnya produksi tanaman di WKPP Dusun Teluk Pandak adalah banyaknya saluran irigasi yang perlu perbaikan baik saluran tersier maupun saluran pembuang. Dan untuk mengoptimalkan produksi lahan yang tersisa, maka akan dilaksanakan Intensifikasi Lahan. Paket teknologi yang akan diterapkan pada intensifikasi lahan adalah : • Pengolahan tanah yang baik• Penggunaan air yang efektif dan efisien• Penggunaan benih unggul• Pemupukan berimbang• Pengendalian hama dan penyakit yang tepat3. Serangan hama dan penyakit Salah satu penyebab menurunnya produksi tanaman adalah serangan hama dan penyakit pada tanaman sehingga diperlukan cara pengendalian hama dan penyakit terpadu melalui Sekolah Lapang dalam bentuk kursus tani untuk membimbing petani tentang cara pengendalian hama dan penyakit tanaman serta cara pembuatan pestisida alami yang ramah lingkungan dengan menggunakan kearifan lokal.4. Rendahnya penggunaan pupuk Mahalnya harga pupuk dan ketersedian pupuk di tingkat petani mempengaruhi produksi tanaman sehingga perlunya pendampingan kepada petani dalam penyusunan RDKK pada setiap kelompoktani yang ada di WKPP Dusun Teluk Pandak.Rendahnya penggunaan pupuk juga diakibatkan karena pengetahuan petani tentang kegunaan pupuk. Untuk itu akan dilaksanakan kursus tani untuk membimbing petani tentang kegunaan dan cara mengunakan pupuk,serta cara pembuatan pupuk organik dari limbah pertanian, seperti pupuk organik padat (kompos) dan pupuk organik cair (POC). Dalam rangka peningkatan kemampuan petani maka kegiatan rembug tani harus senantiasa dilestarikan, karena dengan rembug tani keberadaan kelompoktani menjadi makin terasa manfaatnya, tidak hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan akan sarana dan prasarana pertanian saja namun yang lebih penting kelompok tani merupakan tempat belajar dan wahana kerja sama bagi para anggotanya. Ditulis : Wenty Agustin, SP Penyuluh Pertanian Muda Desa Teluk Pandak