Keberhasilan pembangunan pertanian bukan hanya ditentukan oleh kondisi sumberdaya pertanian, tetapi juga ditentukan oleh peran penyuluh pertanian yang sangat strategis dan kualitas sumberdaya manusia yang mendukungnya, yaitu SDM yang menguasai serta mampu memanfaatkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam pengelolaan sumberdaya pertanian secara berkelanjutan Penelitian dan Penyuluhan Pertanian merupakan komponen yang berperan penting dalam mewujudkan peningkatan produktivitas komoditas pertanian dalam mendukung swasembada dan swasembada berkelanjutan menuju kedaulatan pangan tersebut. Penelitian bertanggung jawab untuk menghasilkan dan meningkatkan kualitas teknologi dalam rangka menghasilkan komoditas pertanian yang berdaya saing, sedangkan Penyuluhan Pertanian menyediakan mekanisme agar teknologi yang dihasilkan oleh lembaga penelitian dapat didesiminasikan dan diadopsi petani melalui kegiatan penyuluhan yang dilakukan oleh penyuluh pertanian. Secara empiris saat ini hubungan penelitian—penyuluhan —petani masih terbatas, dan pelaksanaannya belum menjadi kegiatan yang melembaga secara optimal. Untuk itu, diperlukan dukungan kebijakan melalui pelembagaan penelitian dan pengembangan SDM guna memperkuat hubungan tersebut. Berkaitan dengan kondisi tersebut, maka diperlukan adanya dukungan kegiatan yang dilaksanakan untuk meningkatkan hubungan melembaga antara penelitian, penyuluhan dan petani dan bersinergi dengan pelaksanaan program pembangunan pertanian prioritas di kawasan sentra pangan dengan menempatkan Balai Penyuluhan Pertanian sebagai simpul yang menghubungkan antara lembaga penelitian dan para petani/kelompoktani. Oleh karena itu diperlukan kegiatan yang sinergis antara penyuluh dan peneliti diantaranya yaitu dengan kegiatan Adaptasi Teknologi Spesifik Lokalita di BPP agar penyebaran penyebaran informasi paket teknologi pertanian yang telah direkomendasikan oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) cepat tersampaikan kepada petani, dengan harapan hasil aplikasi paket teknologi ini dapat memperlihatkan kesesuaian dengan kebutuhan spesifik lokalita sehingga dengan demikian hasil dari paket teknologi ini dapat direkomendasikan untuk diimplementasikan/didesiminasikan di wilayah lainnya. Tujuan Adaptasi Teknologi Spesifik Lokalita Meyakinkan kesesuaian paket teknologi usahatani dengan kebutuhan dan kemampuan serta kondisi agroekosistem petani/kelompoktani di wilayah dimana lokasi kegiatan dilaksanakan; Menerapkan paket inovasi teknologi usaha tani yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan, serta kondisi agroekosistem petani/kelompoktani. Mempercepat penyebaran informasi paket teknologi usahatani yang telah direkomendasikan agar dapat cepat terimplementasikan oleh para petani dan sesuai spesifik lokasi. Ruang Lingkup Kegiatan Adaptasi Paket Teknologi Spesifik Lokasi Rembug Tani; Bahan Pembelajaran SL (Saprodi); Kursus Tani; Pengawalan dan pendampingan; Farmers Field Day/Hari Lapang Petani; Di wilayah Kerja BPP Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya, kelompoktani pelaksana program Adaptasi Paket Teknologi Spesifik Lokasi adalah Kelompoktani Wangunsari Desa Cisayong Kecamatan Cisayong. Kegiatan yang telah dilaksanakan adalah kegiatan Rembug Tani, dilaksanakan pada Rabu, 9 Oktober 2019 Pukul 09.00 WIB s.d 12.00 WIB bertempat di Saung Meeting Kelompoktani Wangunsari Desa Cisayong Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya Pembicara/pemateri pada kegiatan rebug tani ini adalah Heri Hermana, SP dan Farid Nursoba, SST., dengan jumlah peserta yang hadir 15 orang (14 0rang laki-laki 1 orang perempuan) berasal dari 5 Kelompoktani yang berada di wilayah Desa Cisayong Hasil kesepakatan rembug : Tersampaikannya maksud dan tujuan pelaksanaan kegiatan Adaptasi Teknonologi Spesifik Lokalita Tersampaikannya jenis kegiatan pada pelaksanaan kegiatan Adaptasi Teknonologi Spesifik Lokalita, meliputi : Rembug Tani, Kursus Tani dan Farmer Field Day (FFD). Disepakatinya pelaksanaan Kursus Tani sebanyak 5 kali dalam satu tanam, dimulai pada hari Rabu, 16 Oktober 2019, pelaksanaan selanjutnya menyesuaikan dengan turunnya hujan atau mulai pengolahan tanah. Materi kursus Budidaya Padi Organik. Penyusun : Farid Nursoba, SST., Penyuluh Pertanian UPTD BPP Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya