Salah asatu kegiatan sekolah lapang (SL) komoditi padi adalah rembug tani, rembug tani merupakan kegiatan diskusi yang dilakukan oleh kelompok tani pelaksana program SL komoditi padi yang difasilitasi oleh masing-masing penyuluh pendamping di desa Laleten, Haitimuk, Kleseleon, Angkaes danWederok, kecamatan Weliman kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Tujuan dari rembug tani ini adalah untuk mengetahui permasalahan – permaslahan yang dihadapi oleh petani menyangkut kegiatan budidaya padi, sehingga dapat dipecahkan bersama-sama melalui kegiatan SL komoditi padi dan petani mampu menyerap teknologi sehingga dapat meningkatkan produksi dan produktivitas komoditi padi dan mendukung program pemerintah pusat yakni program UPSUS (Upaya khusus) PAJALE (Padi, Jagung dan Kedelai) dan program pemerintah daerah yakni Revolusi Pertanian Malaka (RPM) dan tercapainya swasembada pangan. Pelaksanaan rembug tanimulai pada tanggal 23 April 2018 di desa Laleten kelompok tani Budi Makmur sebagai kelompok pelaksana, peserta yang hadir 20 orang berasal dari kelompok tani Serba Usaha, Irigasi Baru, Sinar Weliman dan solidaritas, dan di desa Haitimuk kelompok Tani Beluntas sebagai kelompok pelaksana,peserta yang hadir 20 orang bersal dari kelompok tani Bekasa Beseran, LaenFukun, Laen Nain, dan Mawar. Tanggal 24 April 2018 di desa Angkaes kelompok tani Membramo sebagai kelompok pelaksana, peserta yang hadir 20 orang berasal dari kelompok tani Takan Wesey, Neke Laran, Laen Kroti, dan Moris Kiak, tanggal 26 April 2018 dilaksanakan di desa Kleseleon kelompok Tani Mane Ikun Klese sebagai pelaksana, peserta yang hadir 20 orang berasal dari kelompok tani Tunas Muda, Karya Murni, Pelita dan Harapan Jaya, dan tanggal 28 di desa Wederok kelompok tani Mamusun Jaya, sebagai kelompok pelaksana, peserta yang hadir 20 orang bersal dari kelompok tani Moris Hamutuk, Sinar Mamulak, Kompas, dan Tunas Muda.Peserta yang hadir dalam Kegiatan rembug tani adalah koorditaor penyuluh kecamatan weliaman, Penyuluh pendamping, aparat desa dan pengurus kelompok dari beberapa kelompok tani di masing-masing desa.Koordinator penyuluh kecamatan Weliman, Ibu Bonifasia Aurelia Mogi mengatakan bahwa tujuan dari rembug tani adalah memfasilitasi petani untuk menggali permasalahan yang dihadapi oleh petani menyangkut budidaya padi dan dapat dipecahkan secara bersama-sama melalui kegiatan ini petani dapat mengadopsi teknologi pertanian tepat guna yang diterapkan oleh penyuluh pendampin gsehingga dapat meningkatkan produksi dan produktivitas padi dan dapat mendukung dan mensukseskan program pemerintah pusat yaitu UPSUS PAJALE dan program pemerintah daerah yaitu RPM sehingga swasembada pangan dapat tercapai.Hasil diskusi dari kegiatan rembug tani SL Padi MT II, yaitu Penanaman padi menggunakan teknologi jajar legowo 2:1 (Klunar bahasa daerah setempat), Menggunakan benih unggul, Umur bibit pidahtanam 15-21 Hari setelah semai (HSS), Pemupukan berimbang, Pemeliharaan, Panen dan pascapanen sesuai dengan teknologi pertanian tepat guna yang diterapkan oleh penyuluh pendamping. Admin BPP Laleten