Loading...

RESPON PEMKAB INDRAMAYU TERHADAP PROGRAM P2BN

RESPON PEMKAB INDRAMAYU TERHADAP PROGRAM P2BN
Salah satu program Kemeterian Pertaian dalam Rencana strategis tahun 2010-2014 adalah swasembada dan swasembada berkelanjutan dengan sasaran peningkatan produksi pangan khususnya beras hingga surplus 10 juta ton tahun 2014. Peningkatan produksi padi dapat ditempuh melalui peningkatan mutu intensifikasi dengan penerapan teknologi, perluasan areal tanam /panen dengan tambah tanam di areal baru atau meningkatkan intensitas pertanaman (IP), dan mengurangi konsumsi beras dengan diversifikasi pangan yang dapat mensubstitusi kebutuhan karbohidrat yang bersumber dari pangan lokal.Peningkatan produksi untuk mencapai surplus 10 juta ton beras tahun 2014, mempunyai makna bahwa setiap tahun produksi padi harus meningkat rata-rata 5 %. Peningkatan produksi ini dapat dicapai dengan kesiapan teknologi, permodalan, dan dukungan penyuluhan untuk mempercepat tranfer teknologi kepada petani sebagai pelaku utama. Berdasarkan hasil penelitian di Jawa Barat, kesiapan teknologi telah mencapai 80 persen, kesiapan permodalan mencapai 75 persen sementara kesiapan penyuluhan baru mencapai 30 persen. Dengan demikian masih ada ketimpangan dalam aspek transfer teknologi yang dapat dilakukan dengan kegiatan penyelenggaraan penyuluhan.Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) meluncurkan berbagai program yang mendukung peningkatan kinerja penyuluhan di kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Program tersebut antara lain adalah FEATI (Farmer Empowerment throught Agriculture Teknologi Information) dengan FMAnya (Farmer Manage extension Activity), Fasilitasi Kelembagaan Penyuluhan, Pemberdayaan Kelembagaan Tani dengan Demfarm SL-Argibisnis, Fasilitasi Ketenagaan Penyuluhan serta Pengawalan dan Pendampingan Penyuluhan di Lokasi SL-PTT.Dukungan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian kepada Kabupaten Indramayu cukup besar mengingat kontribusi kabupaten Indramayu dalam peningkatan produksi pangan khususnya beras juga cukup besar sebagai andalan Jawa Barat dan Nasional. Kabupaten Indramayu sebagai lumbung pangan nasional memiliki potensi yang masih dapat dikembangkan dengan program-program yang mendukung peningkatan kesejahteraan petani melalui peningkatan daya beli yang bersumber pendapatan dari bertani, dengan demikian program pemerintah sangat singkron dengan kebutuhan program kabupaten dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terutama dari aspek daya beli.Demikian pula Pemerintah Kabupaten Indramayu beserta jajarannya merespon dengan komitmen bahwa keberhasilan program di kabupaten Indramayu dapat mendongkrak IPM dan menjadi andalan baik secara regional maupun nasional. Komitmen daerah dengan segala aktivitasnya mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, desa sampai tingkat petani bahu membahu menyukseskan program tersebut baik melalui wadah koordinasi maupun secara mandiri sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing. Begitu pula di jajaran Penyuluh Pertanian walaupun memiliki keterbatasan finansial dalam penyelenggaraan kegiatan penyuluhan tetapi tidak mengurangi semangat untuk andil dalam program terutama P2BN.Komitmen Pemkab Indramayu dalam P2BN diaktualisasikan melalui instruksi bupati bahwa peningakatan produksi walaupun ditarget sebesar 7 % tiap tahun, namun diharapkan bisa mencapai 10 %, dan ini terbukti dengan dukungan semua fihak tahun 2013 produksi padi melampaui sasaran dengan peningkatan sekitar 13 %. Demikian pula untuk tahun 2014, peningkatan produksi telah mencapai 10 %, dengan dukungan iklim dan ketersediaan air, sarana dan prasarana usaha tani, dan OPT dapat dikendalikan seoptimal mungkin serta kehilangan hasil pascapanen dapat ditekan, peningkatan produksi lebih 10% bukan hal yang mustahil. Berdasarkan hasil Demfarm yang dilakukan pada musim tanam 2014 (gadu), hasil ubinan padi bisa mencapai 9,86 ton/ha, bahkan dibeberapa tempat dapat mencapai 10 ton/ha, sementara rata-rata produktivitas baru mencapai 6,7 ton/ha. Hasil yang tinggi tersebut sangat dimungkinkan karena penerapan teknologi lokal spesifik dalam komponen teknologi PTT yang dikawal penerapannya dan didampingi oleh penyuluh pertanian, UPTD Pertanian, POPT, PBT serta peneliti dari BPTP.Potensi peningkatan hasil sebesar 3 ton/ha (9,86 – 6,7) merupakan komitmen pemkab, camat dan kuwu untuk dapat dicapai secara bertahap, mengingat pemkab, camat dan kuwu merupakan penanggung jawab program di masing-masing tingkatan, sehingga setiap musim dapat mengevaluasi capaian produktivitas masing-masing kecamatan dan desa. Hal ini pula yang menjadikan niat dan semangat seluruh pemangku kepentingan untuk mencapai sasaran program yang telah ditentukan. Semoga berhasil. Ir. Endang Kirno K.(Penyuluh Pertanian, BKPPP Indramayu)