Di Kelompoktani Karya Tani I Desa Adi Warno Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur Penyuluh Pertanian mencoba melakukan pengkajian “ Penetapan Dosis Fermentasi Pupuk Kandang Kambing Dan Dolomit Pada Tanaman Cabai Merah”. Fermentasi Pupuk Kandang Kambing terbuat dari bahan-bahan 1 ton kotoran kambing (dihancurkan dengan urea 1%), 200 kg dolomit, 200 kg abu sekam dan 4 botol EM4. Alat yang digunakan cangkul, terpal dan ember. Cara membuat : Buat lapisan kotoran kambing setebal ±20-30 cm dan ditaburkan dolomit, abu sekam dan disiram dengan larutan EM4 hingga kadar air mencapai 40%, atau bisa diukur dengan cara diremas dengan tangan tidak mengeluarkan air atau bahan organic tidak pecah saat genggaman tangan dibuka. Dibuat lapisan sampai bahan habis kemudian lapisan tersebut dicangkul dari salah satu sisi searah sehingga menimbulkan timbunan baru, kemudian ditarik kearah sebaliknya kemudian ditutup rapat dengan terpal, letakkan ditempat terlindung bagian pinggir terpal diberi beban sehingga terpal tidak mudah terbuka. Didiamkan selama seminggu, setelah seminggu dibuka diaduk kemudian ditutup kembali, setelah 3 minggu dibongkar dan diangin-anginkan siap untuk digunakan. Penanaman benih dilakukan pada umur 30 hari setelah semai. Pengkajian ini menggunakan polybag. Perlakuan disusun dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) factorial dengan dua factor perlakuan dengan tiga ulangan. Faktor pertama dosis fermentasi pupuk kandang (F) tiga taraf, yaitu : F1 (0,75 kg/polybag), F2 ( 1 kg/polybag), F3 (1,5 kg/polybag). Faktor ke dua kapur pertanian / dolomit (K) dengan tiga taraf, yaitu K1 (10gram / polybag), K2 ( 20 gram / polybag), K3 (30 gram / polybag). Jumlah kombinasi perlakuan 9 yaitu : F1K1, F1K2, F1K3, F2K1, F2K2, F2K3, F3K1, F3K2, F3K3. Setiap perlakuan terdiri dari lima polybag. Kesamaan ragam data (homogenitas) diuji dengan Uji Barlet’s dan ketak-aditifan data antara lingkungan dan perlakuan diuji dengan Uji Tuckey kemudian dianalisis dengan sidik ragam dan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil, semua pengujian dilakukan pada tarf nyata 5%. Pengamatan dilakukan terhadap 3 tanaman sampel pada setap satuan percobaan yang meliputi komponen pertumbuhan dan hasil berupa : tinggi tanaman (cm), luas daun (cm), umur berbunga, jumlah cabang produktif, umur panen pertama, jumlah buah pertanaman, bobot segar buah per tanaman(g). Hasil pengkajian menunjukkan bahwa : perlakuan dosis 0,75 kg/polybag fermentasi pupuk kandang kambing berpengaruh nyata terhadap jumlah cabang produktif, jumlah buah per tanaman dan bobot segar buah per tanaman, tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, luas daun, umur berbunga dan umur panen pertama. Dosis dolomit tidak berbeda nyata terhadap semua parameter yang diukur. Interaksi perlakuan dosis fermentasi pupuk kandang kambing dan dosis dolomit berbeda nyata terhadap para meter umur berbunga dan tidak berbeda nyata terhadap parameter tinggi tanaman, luas daun, jumlah cabang produktif, umur panen pertama. SUMBER: KTI HASIL PENGKAJIAN HERLINA. SP (Ditulis Oleh : Herlina,S.P.Penyuluh Pertanian Madya (KJF) di Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Lampung Timur).