Loading...

Revolusi Hijau Program Bupati Untuk Membangun Majene

Revolusi Hijau Program Bupati Untuk Membangun Majene
Revolusi hijau adalah istilah yang digunakan oleh bupati dan wakil bupati dalam program membangun pertanian di Majene secara terpadau, yang didalamnya ada pangan, hortikultura, peternakan, dan perkebunan. Demikian Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Burhan Usman, S.Pt,M.MA, saat sambutan pada acara Pencanangan Kawasan Pertanian Terpadu Kerjasama Kodim 1401/Majene dan Pemerintah Desa Tubo Kec. Sendana, di Desa Tubo. Adapun Empat Unsur pelaksanaan revolusi hijau Unkapnya yaitu : Peningkatan SDM, bukan hanya dikalangan aparatur tapi juga di kalangan petani, membangun mental dan pengetahuan yang baik.Dan itu yang akan kita bangun sampai 2021 mendatang Peningkatan produktivitas.Saya yakin dengan peningkatan produktivitas, pasti petani mendapatkan pendapatan yang layak dan sejahtera Ada pengembangan agribisnis.Ini sangat penting, karena agribisnis ini adalah cara bertani yang moderen untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. Di agribisnis ini akan dilakukan pengolahan. Jadi ada nilai tambah yang didaptkan di dalamnya,” jelasnya. brigade al sintan, yakni semua yang didapatkan bantuan dari APBN , itu kita akanpusatkan pada satu tempat dan semua petani berhak meminjam Menurut Kadis.. Insya Allah nanti kalau kita kerjakan dengan bagus, akan menciptakan produktif nantinya, sehingga masyarakat di kawasan ini pasti akan merasakan manfaatnya. Termasuk sebagai destinasi kawasan wisata di Majene.” Selain itu adalah proaktif, “saya melakukannya mencari kawasan yang bisa dimanfaatkan. Kawasan-kawasan seperti ini akan kita buka terus, rencana di Desa Bonde akan dibuka kawasan baru seluas 7 hektar,” pungkasnya. Dalam Sambutan Bupati Majene Dr. H. Fahmi Massiara, MH, mengatakan, penyuluh bisa berpenampilan dalam tiga dimensi, bisa menanam, bisa tertawa, bisa diam, bisa juga marah. Soal profesional erat hubungannya adalah sumber daya manusia. Revolusi hijau masuk ke dalam sektor perkebunan, pertanian dan tanaman pangan. Sementara revolusi biru di sektor kelautan dan sektor pemancingan, serta program andalan dimasa depan. Dari dulu orang menanam jagung, namun persoalan jagung adalah karakter petani jagung di Majene dan umumnya di tanah Mandar dengan yang ada di Makassar itu sangat beda. Kebiasan Kita Bertani dengan olah penanaman teras, seperti kelapa, cengkeh, kemiri, nenas, dan kopi. Jadi tidak terbiasa dengan tanaman pendek, kadang-kadang lapuk karena tidak dipupuk. Jadi sekarang ini kita mendorong petani jagung agar bisa lebih familiar dan bisa dipelihara,” ujarnya. Dia memberi contoh, di wilayah selatan di sulawesi Selatan seperti Kab. Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, dan Sinjai, itu semua rumah-rumah yang ada di plafonnya, yang ada itu adalah jagung tua digantung. Karena rajin menanam, kapan musimnya tiba dia jual. Sementara Rencana Pengembangan Tanaman Jagung Kabupaten Majene 13 ribu hektar . Namun sampai sejauh ini, baru seperduanya yang terpenuhi ungkapnya. Menurutnya, penanaman jagung beberapa waktu lalu juga dibantu oleh TNI, karena di dalam TNI ada upsus (upaya khusus). Mudah-mudahan dengan adanya kerjasama dengan TNI dapat slaing memberi motivasi dan dorongan kepada para petani kita, sehingga merasa ada perhatian dan kepedulian dalam rangka memberikan pemberdayaan , sehingga bisa bertambah pendapatannya.