Hari ini Kamis, 5 Desember 2019 Kelompok Tani Asahan Desa Gelogor Kecamatan Kediri menggelar pertemuan kelompok langsung di Sekretarian Kelompok. Pertemuan yang dihadiri oleh Penyuluh Desa Gelogor, pengurus kelompok dan anggota kelompok yang berjumlah kurang lebih 15 orang. Pertemuan ini merupakan tonggak awal dari rencana pertemuan kedepan yang akan diagendakan rutin setiap bulan. Pada pertemuan ini dibahas banyak hal terkait dengan agenda dan masalah yang banyak dihadapi petani serta cara pemecahan masalah, yang antara lain terkait penerapan kartu tani yang rencana nya akan mulai diberlakukan tahun depan. Kartu tani ini merupakan alat/instrumen untuk membeli pupuk bersubsidi pemerintah sebegaimana yang sudah diberlakukan di beberapa daerah di Jawa. Dengan kartu tani ini diharapkan kedepan tidak ada lagi penyaluran pupuk yang salah sasaran dan tidak sesuai dengan harga HET. Karena dari diskusi yang dilaksanakan banyak petani yang mengeluh kalau mereka sering membeli pupuk di atas harga HET dan jumlahnya tidak sesuai dengan jatah yang harusnya diterima. Selain pupuk bersubsidi juga dibahas terkait dengan pembenahan dan pengembangan kelompok kedepan supaya kelompok bisa lebih baik dan bisa masuk kategori kelompok maju serta dibuat kesepakatan antar semua anggota. Adapun hal hal yang disepakati antara lain: 1. Kedepan sambil menunggu kartu tani dibagi dan diberlakukan, anggota kelompok sepakat untuk membeli pupuk secara kolektif atau berkelompok. 2. Akan digalakan kembali pertemuan rutin yang mana disepakati pertemuan akan dilakukan setiap bulan pada awal bulan. 3. Akan dimulai adanya iuran kelompok yang akan dikeluarkan setiap bulan pada saat pertemuan bulanan, iuran ini nantinya akan menjadi kas kelompok untuk pembenahan kelompok kedepan. 4. Akan mulai dibenahi dan dilengkapi segala administrasi kelompok seperti buku buku, palnk kelompok, display kelompok dan lainnya. 5. Dan yang terakhir disepkati adanya demplot pupuk berimbang, yang rencananya akan dilaksanakan pada bulan Januari di sawah milik Pak Nuruji, demplot ini nanti anggota akan banyak belajar terkait teknologi budidaya padi terutama perlakukan pupuk berimbang, sehingga nanti petani bisa belajar dan membandingkan penggunakan pupuk yang sesuai anjuran dengan penggunaan pupuk oleh petani yang cendrung jumlahnya lebih banyak dari anjuran. Diakhir diskusi petani banyak bercerita tentang program bantuan benih jagung varietas HJ21 yang provitasnya dibawah rata rata yg biasa ditanam petani, sehingga dari pengalaman tersebut petani banyak memberikan masukan supaya kedepan kalau ada program bisa mempertimbangkan prinsip 5 T sesuai dengan harapan petani. Itulah beberapa poin yang bisa dipetik dari pertemuan hari ini, semoga setelah pertemuan ini kelompok makin berbenah untuk kemajuan petani. Salam:Mahfuz, A.Md PPL Desa Gelogor Kec. Kediri #PenyuluhPertanian#PetaniMaju