Pelaksanaan “WORKSHOP SASARAN INDIKATIF TINGKAT KECAMATAN” dilaksanakan secara serentak di 14 Kecamatan di Kabupaten Aceh Tengah pada hari Kamis, 28 November 2019. Kegiatan workshop ini melibatkan 30 orang peserta dimasing-masing kecamatan, yang terdiri dari unsure Penyuluh, KCD (Manteri Tani ), pelaku utama dan Pelaku usaha. Tujuan workshop sasaran indikatif ini adalah untuk validasi luas lahan dan luas target tanam serta luas tambah tanam yang bisa dicapai oleh masing- masing kecamatan dalam rangka mendukung Indonesia swasembada beras, sesuai dengan arahan menteri pertanian bahwa BPP sebagai Garda Terdepan Pembangunan Pertanian harus mampu menyediakan pangan bagi 267 Juta jiwa penduduk Indonesia, dimana jika kita kalikan dengan konsumsi beras /kapita/tahun maka Indonesia membutuhkan 267.000.000 jiwa x 114,6 kg /kapita/tahun artinya Indonesia harus bisa memenuhi 30.598,200 ton/tahun. Pemenuhan kebutuhan pangan di Indonesia, memang acap kali menjadi permasalahan Nasional, terlebih lagi jika sampai terjadi deficit beras sehingga Negara harus mengimport beras dari Negara-negara penghasil beras, sehingga menambah beban pengeluaran Negara. Permasalahan defisitpangan di Indonesia kalau dikaji lebih dalam sebenarnya bukan hanya karna factor tidak tercapainya target tanam, namun permasalahan yang terbesar adalah besarnya jumlah penduduk Indonesia. Berbeda dengan beberapa Negara pengimport beras seperti Thailand dan Brune Darussalam, Negara-negara ini, walaupun luas lahan sawah terbatas, namun jumlah penduduk yang sedikit menyebabkan mereka surplus pangan sehingga mampu untuk mengeksport berasmereka, berbeda dengan Indonesia, walaupun luas lahan yang bisa ditanami tanaman pangan cukup luas, namun karna jumlah penduduk juga besar maka pencukupan pangan menjadi sebuah permasalahan yang cukup rumit, terlebih jika dikaitkan pada besaran beban Negara jika harus selalu mengimport beras untuk memenuhi kebutuhan pangan penduduknya. Melalui pelaksanaan kegiatan woekshop sasaran indikatif ini, diharapkan ditahun 2020 nanti, Indonesia mampu mencapai target swasembada beras, sehingga pembangunan dapat difokuskan pada hal lain, karna Negara yang pangan penduduknya tercukupi, maka peluang untuk berkembang semakin terbuka )*. )*Muliadi/ASPG