Awal tahun 2020 dimulai dengan menyamakan visi misi menyamakan presepsi dari Propinsi NTB dengan berkoordinasi dengan lingkungan dibawahnya termasuk dinas pertanian kabupaten Sumbawa. Pencapaian komoditi jagung harus disinkronisasi data dengan BPS karena selama ini pusat data adalah dari BPS sehingga singkronisasi data harus sesuai, karena selama ini dirasa data BPS tidak berimbang dengan data dari dinas pertanian sendiri. Road Show ini bertujuan juga untuk menjaring informasi dan keadaan sebenarnya di lapangan, yang akan terus disingkronkan dengan Kementrian Pertanian. Dengan berkoordinasinya Dinas Pertanian propinsi NTB dan Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa yang dihadiri staf ahli Kementrian Pertanian bidang Lingkungan Hidup Ir. Pending Dadih Permana M.Ec, Dev diharapkan dapat mengawal pencapaian produksi pertanian. Kegiatan Road Show ini dihadiri oleh jajaran Dinas Pertanian, Koordinator Penyuluh , KUPT dan POPT, se Kabupaten Sumbawa Laporan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa pada Ir. Sirrajuddin yang disampaikan dalam Tim road Show ini adalah terjadi peningkatan kebutuhan pupuk sehubungan dengan meningkatnya luas areal khususnya lahan kering, dan peredaran pupuk yang masih ada ketidak sesuaian antara kebutuhan dan peredaran pupuk, walaupun sudah sudah dalam diakomodir dalam eRDKK yang sudah diawasi oleh KP3 Kabupaten Sumbawa. Harapan dari Kepala Dinas Pertanian Kabu[aten Sumbawa tentang RDKK, sesuai kebutuhan karena pada kenyataanya adalah kebutuhan UREA 250 kg/ha akan tetapi realisasinya hanya dipenuhi 100kg/ha, sehingga penetapan RDKK bukan berdasarkan rekomendari akan tetapi berdasarkan ketersediaan pupuk yang akan disalurkan kepada petani. Pada kesempatan ini Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTB Ir. Husnul Fauzi, M.Si menyampaikan tentang strategi Kementrian Pertanian tentang Konstratani, yang didalamnya ada peningkatan PROPAKTANI yaitu Program Pengembangan Kawasan Tanaman Pangan Korporasi untuk meningkatkan produksi 7% dan Ekspor 3 kali lipat. NTB dicanangkan sebagai sentra produksi jagung Indonesia sehingga dapat provitas utama tanaman pangan >7 ton/ha. Dengan terjadinya perubahan iklim khususnya musim hujan di NTB melakukan penyusaian target, memastikan seluruh perangkat pendukung proses produksi (Alsitan, benih, pupuk, pestisida kawalan oleh penyuluh dan POPT yang siap diakses petani. Melakukan pelaporan secara periodik secara berjenjang sesuai dengan sistem pelaporan, melakukan rekonsiliasi data dengan BPS ditingkat kabupaten/Kota maupun Provinsi. Staf ahli Kementrian Pertanian Bidang Lingkungan Ir. Pending Dadih Permana, M.Ec, Dev, menyampaikan bahwa UPSUS sudah tidak berlaku akan tetapi tetap melakukan pengawalan di Nusa Tenggara Barat tanah Kelahirannya. 5 tahun pada kepemimpinan Jokowi-Jk fokus pada peningkatan produksi dengan UPSUSnya melalui pengadaan infrastruktur, alsitan, perluasan areal. Pada periode 2 Jokowi memfokuskan pada pertanian maju mandiri modern, maka Kementrian Pertanian merumuskan pelaksanaan program pertama kali adalah konsolidasi dengan sampai tingkat terendah, perlu dilakukan konsolidasi aspek program untuk menjaga kontinuitasnya, pengorganiasasian peran tugas pokok dan fungsi, kordinasi lintas sub sektor dan sektor bagaimana petani dapat menikmati hasil sesuai yang diharapkan bukan harga yang dikendalikan oleh pihak yang memiliki kepentingan. Konservasi Mind Set seluruh stakeholer dan pemangku kepentingan, untuk mencapai produksi 7% utamanya para penyuluh yang bersinergi dangan POPT, pengawas mutu ternak, pengawas bibit ternak diharmonisasasikan, moderinasi hulu hilir, mengkonsolidasi mesin-mesin yang sudah tersedia di petani. Dinas dapat mengendalikan ketersedian alsintan pada petani. Pengembangan kawasan pertanian, dari utama, andalan dan pengembangan. Fasilitasinya berbeda-beda maka intervensi program tidak disamaratakan perlu adanya intervensi daerah yang mengtahui secara persis kondisi daerahnya. Peningkatan 3 kali lipat ekspor karena Kementrian Pertanian telah membuka kran hubungan internasional lebih dari 50 negara, pasar ekspor terbuka lebar dan NTB salah satu fokus pada pengembangan ternak, melakukan lompatan signifikan tidak hanya di onfarm akan tetapi memaksimalkan potensi untuk industrialisasi. Regenerasi pertanian, mendorong berkembangnya pertanian milenial, melalui campur tangan penyuluh melakukan konservasi mind set mendorong regenerasi pertanian salah satunya adalah dengan melalui rekrutmen petani muda. Dan melalui KONSTRATANI Komando Strategis Pembangunan Pertanian, yaitu kebangkitan penyuluh membangun pertanian dari penggiran. Oleh karena itu sinergi antara sektor dan subsektor baik pusat dengan propinsi maupun pusat dengan daerah, pembangunan pembangunan pertanian perlu ditingkatkan konsolidasi, dan konservasi mind set pada pembangunan pertanian dan regenerasi petani milenial. Pembangunan Pertanian dimulai dari pinggiran penyuluh tombaknya!@fannishafiani