Loading...

RUMPUT GAJAH MELIMPAH, PETERNAK DESA WINONG DIAJARI MEMBUAT SILASE

RUMPUT GAJAH MELIMPAH, PETERNAK DESA WINONG DIAJARI MEMBUAT SILASE
RUMPUT GAJAH MELIMPAH, PETERNAK DESA WINONG DIAJARI MEMBUAT SILASE Salah satu potensi di Desa Winong, Kecamatan Boyolali adalah peternakan sapi, baik sapi potong maupun sapi perah. Peternakan merupakan sambilan dari petani di Desa Winong karena menghasilkan kotoran ternak. Kotoran ternak digunakan untuk pemupukan dilahan pertanian. Selain itu beternak sapi akan menghasilkan tambahan penghasilan bagi petani. Guna mendukung pakan ternak, petani biasa menanam rumput gajah di pinggir tegalan. Bahkan ada petani yang menanami lahannya dengan rumput gajah, terutama dilahan kritis dan pereng-pereng. Namun demikian kendala yang dihadapi peternak adalah kesulitan pakan ketika musim kemarau. Peternak kesulitan mendapatkan hijauan makanan ternak karena kering kekurangan air. Beberapa kasus peternak membeli hijauan makanan ternak. Melihat kondisi tersenut Aris Fajar selaku penyuluh pendamping bersama petani mencoba mencari solusi. Ketika musim hujan ternyata hijauan makanan ternak terutama rumput gajah berlimpah. Untuk itulah petani diajarkan teknologi terapan sederhana yaitu pengawetan hijauan berupa silase. "Silase ini sangat sederhana dan bisa dilakukan oleh semua petani. Rumput yang berlimpah dipanen dan diawetkan dalam kondisi anaerob (hampa)" Aris selaku penyuluh pendamping desa Winong ketika memberikan penyuluhan. Petani diajari membuat silase hijauan makanan ternak menggunakan plastik. Penyuluhan pembuatan silase menggunakan plastik ini dilaksanakan hari Kamis, 20 Januari 2015 bertempat di rumah Bapak Marno. Penyuluhan diikuti oleh 40 anggota kelompok tani remaja 2, rukun tani 1, rukun tani 2 dan kelompok tani Gabug. Petani tampak antusias mengikuti penyuluhan. Penyuluhan tidak hanya ceramah namun menggunakan metode demonstrasi cara. Praktek dilaksanakan oleh petani sendiri dengan arahan penyuluh pendamping. "Teknologi silase ini sederhana sekali dan mudah, semoga dengan silase ini masalah kesulitan pakan ketika musim kemarau dapat diatasi" Bapak Supriyono selaku ketua kelompok Tani Remaja 2 (Aris Fajar Rokhani).