Loading...

Sambung Samping untuk Rehabilitasi Tanaman Kakao Tua

Sambung Samping untuk Rehabilitasi Tanaman Kakao Tua
Kakao (Theobroma cacao ) merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memiliki potensi pengembangan yang cukup tinggi, karena selain mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani pekebun dan memberikan sumbangan yang cukup tinggi terhadap devisa negara juga bisa menyerap tenaga kerja yang cukup tinggi.Perbanyakan tanaman kakao dapat dilakukan menurut dua cara yaitu generatif dan vegetatif, perbanyakan vegetatif menghasilkan tanaman yang memiliki sifat sama dengan induknya, namun perlu keterampilan dan tambahan biaya sedangkan perbanyakan generatif menghasilkan keturunan yang tidak sama dengan induknya. Sambung samping merupakan salah satu teknik perbanyakan secara vegetatif, teknik ini dikembangkan untuk mengatasi permasalahan tanaman kakao yang relatif sudah tua, serangan hama dan penyakit yang cukup tinggi sehingga mengakibatkan penurunan produktivitas dan kualitas hasil kakao. Varietas hibrida adalah benih F1 hasil persilangan dua tetua atau lebih secara alami dan dianjurkan untuk batang atas,keuntungan Sambung Samping waktu pelaksanaan kegiatan relative singkat baiaya lebih murah dan tanaman kakao lebih cepat berproduksi, sedangkan batang bawah dapat berfungsi sebagai penaung sementara dan masih diharapkan menghasilkan buah coklat sebelum batang sambungan berproduksi. Siapkan batang bawah yang sehat dengan pemberian pupuk yang sesuai rekomendasi,entres yang akan disambungkan dari kebun produksi yang terseleksi dan murni, batang masih berwarna hijau kecoklatan dengan ukuran diameter 0,75-1,50 cm dengan panjang sekitar 50 cm dengan 3-5 mata tunas. Pengambilan entres ini sebaiknya dilaksanakan pada pagi hari dan langsung disambungkan dengan tempat yang akan ditempel/disambung, jika lokasinya jauh perlu adanya perlakuan khusus terhadap entres tersebut yaitu dengan menyimpan dalam dos ukuran 45 x 30 x 23 cm yang telah dilapisi dengan plastic lembaran dan diberi alcosorb dan ini dapat dipertahankan selama 4 -5 hari.Calon batang bawah yang akan dilakukan penyambungan buatlah sayatan pada kulit batang dengan ukuran panjang 5 cm lebar 2 cm dengan tebal sayatan sampai batas kambium, letak sayatan kurang lebih 50 cm dari permukaan tanah. Tanaman harus sehat ditandai dengan kulit mudah dibuka dan kambium berwarna putih, bebas penyakit, pada batang bawah dapat dilakukan lebih dari satu tempat untuk setiap pohon. Sebaiknya tempat calon penyambungan usahakan berlawanan arah angin agar tidak gampang patah tertiup angin. Alat yang digunakan untuk pelaksanaan sambung samping adalah pisau okulasi, gunting pangkas, kantong plastik dengan ukuran 18 x 8,5 cm tebal 0,01 mm dan tali rafia. Batang bawah yang telah disayat lakukan pemotongan bagian atas kemudian cungkil lidah kulit, entres yang segar potong dengan bentuk miring runcing dengan panjang sayatan 3-4 cm segera masukkan/ sisipkan kedalam batang bawah tempat penyambungan. Letakkan sisi sayatan menghadap batang bawah kemudian tutup kembali lidah kulit lalu ikat kuat dengan tali rafia. Tutup dengan kantong plastik entres yang telah disambungkan ikat dengan tali rafia sehingga air hujan tidak mudah masuk kedalam luka sayatan. Perlu diingat hindari entres dari dehidrasi/ kekurangan air dan luka sayatan dari aiar hujan. Amati hasil sambungan setelah 3-4 minggu setelah penyambungan, tanpa membuka entres apakah masih segar berwarna hijau atau busuk/kering yang berarti gagal. Lakukan penyulaman apabila pada entres yang gagal dengan cara penyambungan ulang pada sisi yang berlawanan dengan letak sambungan awal. Buka tutup kantong plastik entres apabila tunas telah tumbuh kurang lebih 2-3 cm biarkan tali pengikat entres tetap pada tempatnya. Dua bulan setelah penyambungan entres yang telah melekat erat pada batang bawah maka tali pengikat dapat dilepas. Tunas muda hasil sambungan yang baru tumbuh kondisinya masih lemah dan mudah terserang hama terutama kepik penghisap ( Helopeltis SPP ), kutu dan ulat kilan ( Hyposidra talaca Walker ).Buang tunas aiar yang tumbuh disekitar batang atas untuk memberikan penyinaran yang cukup pada tunas yang baru tumbuh. Batang atas yang tumbuhnya menggantung ke bawah diberi tali yang dikaitkan ke batang bawah agar pertumbuhannnya mengarah keatas.Oleh : Ir.Soehardi Kusumowarno, MSBalai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi PertanianJl. Tentara Pelajar No. 10 Bogor,16114E-mail :ksoehardi@yahoo.com Sumber : Teknologi Produski Tanaman Perkebunan dan Budidaya Kakao,2010