Teknik sambung celah dengan entres yang mempunyai 1 mata tunas, tingkat keberhasilan sambungan mencapai 90%. Batang bawah siap untuk disambung bila diameter telah berukuran 0,6 cm atau lebih. Potong pucuknya pada bagian yang berwarna kecoklatan dan biarkan helaian daun sebelah bawah tetap berada pada batang bawah. Kemudian tepat ditengah bekas potongan dibelah dengan pisau tajam sedalam 2-3 cm. Bahan dan alat yang digunakan pisau, gunting stek, stek/cutter, tali plastik dan gergaji. Entres berasal dari pohon induk yang sehat dan dimurnikan seperti klon-klon unggul Sintaro 1, 2, Sidodadi, Sutik dan Unggulan Lokal yang ada di lahan Petani itu sendiri, dengan kondisi sedang dorman sepanjang 10-15 cm, kemudian potong daunnya. Sayat bagian pangkal entris pada kedua belah sisinya sepanjang 2 – 3 cm membentuk baji dan sisipkan bagian baji dari entris kedalam celah batang bawah + ikat dg tali plastik, sungkup dengan kantong plastik transparan agar tetap lembab dan tempatkan di bawah naungan. Sungkup plastik dibuka apabila mata tunas pada entris telah pecah, lebih kurang umur 1 bulan. Pengamatan, pemeriksaan dan pemeliharaan hasil sambungan dilakukan dua minggu setelah penyambungan, sambungan yang berhasil berwarna hijau, tidak layu batang sambungan dan yang tidak berhasil menguning/menghitam. Tali sungkup dibuka setelah tunas panjang sekitar 1 cm dan 2-3 hari berikutnya sungkup plastik diambil, tali sambungan dibuka setelah berumur 2-3 bulan. Pemenggalan tanaman kopi, pemenggalan batang pokok sebagai batang bawah dilakukan bila sambungan tumbuh cukup besar dan sehat umur ± 10 bulan. Ada Dua tehnik yang banyak dilakukan oleh petani yaitu sambung Tunas atau Lancur dan Sabung Ranting atau Dahan. Tehnik Sabung Ranting atau Dahan yaitu dengan memotong pohon induk setinggi lebih Kurang antara 120 -140 cm dari tanah sehingga diperoleh ketingian yang ideal untuk pemanenan. Kemudian Entres dapat dsiabungkan di bagian kulit pohon induk. Pohon induk yang banyak digunakan yaitu jenis kopi Liberika yang mempunyai perakaran yang kuat dan pertumbuhan yang cepat. Dengan tehnik ini Produktifitas kebun kopi dapat meningkat rata-rata 2 kali lipat dari metode lama yang telah banyak dikembang kan oleh petani di Wilayah Kecamatan Padang Ulak Tanding.