Sampah...kata yang sering kali kita dengar dan selalu memunculkan image negatif. Dari sampah lingkungan menjadi tercemar, dari sampah banyak menimbulkan penyakit. Terlebih untuk sampah plastik. Banyak sekali upaya untuk penanganan sampah botol plastik ini antara lain ditimbun dan ada juga yang dibakar. Namun jika kita jeli dan kreatif dalam memanfaatkan sampah, sebenarnya sampah bisa menjadi peluang usaha agribisnis yang menguntungkan. Terkait dengan semakin maraknya alih fungsi lahan di daerah serta keterbatasan lahan sehingga sulit untuk mencari lahan tanam menjadikan inovasi pertanian modern perlu diterapkan. Pemanfaatan pekarangan sekarang sedang digalakkan oleh Kementerian Pertanian dengan banyaknya kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Dengan memanfaatkan halaman pekarangan, bisa ditanami aneka sayuran untuk memenuhi gizi keluarga. Namun banyak masalah yang kemudian muncul ketika kita akan menanam sayuran, mulai dari lahan yang terbatas dan juga sulitnya mendapatkan tempat media tanam yang baik. Berbagai alternatif kegiatan pemanfaatan pekarangan banyak yang digunakan untuk menjawab masalah keterbatasan lahan, salah satunya dengan memanfaatkan sampah botol air mineral sebagai tempat media tanam hidroponik. Hidroponik adalah teknik budidaya sayuran dengan media air secara terus-menerus tanpa media tanah, dan kebutuhan nutrisi dipenuhi dari penambahan nutrisi AB Mix. Banyak sekali model-model hidroponik yang saat ini berkembang. Namun yang mudah aplikasinya dengan biaya yang murah adalah hidroponik dengan sistem sumbu (wick system). Dengan model sumbu ini maka kita bisa sekaligus memanfaatkan sampah dari botol bekas air mineral. Banyak manfaat yang kita peroleh dari hidroponik sistem sumbu ini antara lain murah, mudah, budidaya tanaman tidak tergantung pada musim, tidak memerlukan tanah yang luas, dapat dilakukan terus menerus, dan penggunaan air bisa dikontrol. Cara pembuatan wadah media tanam hidroponik dengan menggunakan sampah botol air mineral ini adalah sebagai berikut: Pilih botol yang sesuai, untuk menanam sayuran dengan hidroponik sistem sumbu Potong botol menjadi dua bagian, dengan ukuran bagian bawah lebih panjang Buat lubang di bagian tutup untuk memasukkan sumbu/kain flanel. Siapkan bibit yang sudah disemai di rockwool Isi bagian bawah botol dengan nutrisi A dan nutrisi B yang sudah dicampur Pasang potongan atas dari botol dengan posisi terbalik dan letakkan di bagian bawah botol Letakkan rockwool bibit dibagian atas dan tambahkan arang sekam untuk menopang tanaman di bagian atasnya Demikian cara sederhana memanfaatkan sampah dari botol bekas air mineral untuk budidaya sayuran hidroponik. Cukup mudah bukan? Dan tentunya bikin pekarangan yang sempit semakin wah dengan asri dan hijaunya sayuran-sayuran di botol-botol air mineral bekas. Oleh : Mytha Sugara Kusuma Winanda, A.Md (PPL Desa Trihanggo, Kec. Gamping) Utami, SP (UPTD BP4 Wilayah II Godean-Gamping)