Program swa sembada daging salah satunya dapat dipenuhi dari ketersediaan daging sapi dihasilkan dari sapi potong lokal yang ada di Indonesia. Bibit sapi potong berasal dari 3 bangsa sapi Bos Sondaicus, Bos Taurus dan Bos Indicus. Dari ketiga jenis bangsa sapi yang berkembang di Indonesia adalah Bos Sondaicus atau bos banteng yang mendekati dengan jenis sapi Bos Sondaicus adalah sapi Bali. Bos Indicus atau sapi India yang dicirikan dengan punuk pada sapi yang keturunannya dikenal dengan namasapi Ongole dan sapi Brahman. 1. Sapi PO Merupakan sapi keturunan sapi Ongole yang pertama kali dikembangkan di pulau Sumba dengan sebutan nama sebagai sapi Sumba Ongole. Sapi PO ( Peranakan Ongole ) merupakan jenis sapi India dengan ciri khasnya terdapat punuk yang besar. Ciri ciri lain dari sapi PO bderkulit longgar, dibagian bawah leher dan perut ditemukan banyak lipatan, Telinga panjang menggantung, temperamen tenang dengan matanya yang besar. Mempunyai tanduk pendek dengan ciri khas pada sapi PO betina bertanduk lebih panjang daripada sapi PO jantan. Warna bulu sapi PO umumnya putih semburat hitam. Bobot hidup sapi PO mencapai 395 kg dengan pertambahan berat badan rata rata dapat mencapai 0,75 kg yang harus diimbangi pemberian pakan konsentrat. Karkas sapi PO rata rata beratnya mencapai 58,8 % 2. Sapi Bali Merupakan jenis sapi keturunan bos banteng. mempunyai daya tahan hidup yang baik. Pemeliharaan sapi Bali umumnya dilakukan secara tradisional sapi dibiarkan bebas merumput tanpa diberikan pakan tambahan konsentrat. Bobot hidup sapi Bali dapat mencapai 335 kg dengan pertumbuhan bobot badan mencapai 0,66 kg perharinya. Pencapaian berat karkas 56,6 %. Ciri ciri sapi Bali ukuran badan relatif kecil, tidak mempunyai punuk. pada bagian moncong berwarna putih, kaki depan dan belakang pada bagian bawahnya seperti memakai sepatu, pantat kiri kanan membentuk cermin Warna khas sapi Bali berbadan coklat sapi jantan Bali warna coklatnya lebih tua dan bertanduk. Pada sapi jantan tanduk lebih panjang dari pada tanduk sapi betina Bali. 3. Sapi MaduraMerupakan hasil persilangan anatara bos Sondaicus dan Bos Indicus dengan ciri khasnya pada pewarisan warna coklat atau merah bata dengan punuk yang kecil dan tanduk pendek melengkung kedepan, Berat hidup sapi Madura rata rata 325 kg dengan pemberian konsentrat selama 154 hari. Pertambahan berat badan rata rata mencapai 0,60 kg perharinya dengan persentase karkas mencapai 60 % 4. Sapi Grati Jenis sapi ini banyak ditemukan didaerah Madura dan Jawa dengan ciri cirinya yang mirip sapi Bali yaitu berwarna merah bata sedikit putih dan hitam. Pemberian pakan tambahan dilakukan selama 154 hari bobot badan sapi hidup dapat mencapai 425 kg dengan pertambahan berat badan rata rata mencapai 0,90 kg perharinya dan persentase berat karkas mencapai 50,3 % Nani Priwanti Soeharto – PP PPMKP Ciawi Sumber Drh Harjuli Hatmono , Msi Model Usaha Agribisnis Sapi Pedaging, Penerbit PT Duta Karya Swasta, Cetakan Pertama, 2010