Oleh : ERLINA HIDAYATI, SP Penyuluh Pertanian UPT BPP Landasan Ulin Anestrus adalah suatu keadaan dimana memang tidak terjadi siklus reproduksi, tidak terjadiovulasi sehingga gejala birahi tidak terlihat sama sekali. Penyebab Anestrus adalah : Akibat kurang asupan makanan dan atau infeksi/cacingan yang menyebabkan penurunan fungsi ovarium (hipofungsi ovari). Akibat adanya infeksi saluran reproduksi karena retensio secundinae (plasenta/ari-ari/temone tidak keluar setelah melahirkan atau keluar lebih dari 8 jam setelah melahirkan). Gejala sapi birahi yaitu : Sapi betina akan diam jika dinaiki sapi lain. Pada alat kelamin luar betina terlihat bengkak, merah, dan terasa hangat jika diraba. Keluar lendir jernih dari vagina. Nafsu makan menurun. Tindakan yang harus dilakukan peternak antara lain : Lebih teliti dalam pengamatan atau birahi. Tidak mengawinkan sapi yang masih terlalu muda. Tidak mengawinkan sapi induk yang sudah terlalu tua. Segera memanggil petugas kesehatan hewan (dokter hewan/mantri hewan) bila mungkin kawin berulang disebabkan faktor penyakit. Tindakan pencegahan : Mengetahui waktu yang tepat untuk mengawinkan hewan. Tidak mengawinkan sapi yang masih terlalu muda. Tidak mengawinkan sapi induk yang sudah terlalu tua. Memperbaiki kualitas dan kuantitas pakan, pemberian vitamin, mineral dan obat cacing secara rutin. Pengobatan di dalam rahim oleh petugas kesehatan pada saat 11 hari setelah sapi beranak. Memperbaiki ventilasi dan sistem perkandangan. Hewan sering dikeluarkan supaya mendapatkan sinar matahari pagi.