Bertani menanam sayuran dan beternak memelihara sapi bagi anggota Kelompok Tani Sari Bumi, Kelurahan Tangkiling, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya, merupakan satu kesatuan. Setiap pagi, bersamaan dengan terbitnya matahari, masing-masing anggota kelompok yang diketuai oleh Pak Wayan Yase, mulai mencari rumput yang memang banyak tersebar di lahan-lahan sekitaran Tangkiling. Kurang lebih satu jam, atau sekiranya cukup untuk memenuhi keperluan pakan sapi-sapi mereka, anggota pulang membawa rumput yang telah dicari untuk diantarkan ke kandang kelompok untuk keperluan pakan sapi saat pagi dan siang hari. Setelah itu, mereka lalu pergi ke lahan untuk menanam atau memelihara pertanaman sayurannya. Setelah siang menjelang sore, anggota kelompok mencari rumput lagi untuk pakan sapi saat sore hari, sebagian anggota kelompok juga memberikan HMT (Hijauan Makanan Ternak) seperti rumput gajah, rumput setaria, atau rumput raja (king grass)."Ya, mau gimana lagi, punya peliharaan ternak sapi yang juga perlu makan setiap hari, mau tidak mau saya harus keluar rumah untuk ngarit rumput" kata Pak Wayan Rako, salah satu anggota Kelompok Tani Sari Bumi. Dua tahun yang lalu tepatnya tanggal 10 Maret 2015, melalui Program Kalteng Besuh (Kalteng Kenyang), Kelompok Sari Bumi merupakan salah satu kelompok yang mendapatkan bantuan ternak sapi. Kalteng Besuh adalah salah satu program terobosan Gubernur Kalteng terdahulu (Bapak Agustin Teras Narang) di bidang ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan. Akan tetapi, Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Koordinasi Penyuluhan (BKPKP) Provinsi Kalimantan Tengah, Sutrisno, menegaskan Kalteng Besuh tidak hanya sekadar membuat masyarakat kenyang. Namun berdasarkan konsep Kalteng Besuh, kata dia lebih mengkondisikan keadaan pangan selalu tersedia keragaman yang cukup dari sisi ketersediaan. "Produk hasil pertanian dari Program Kalteng Besuh ,diolah oleh tangan terampil untuk dikonsumsi masyarakat. Memang filosofinya tak hanya kenyang, tapi seimbang. Bahkan, Kalteng Besuh sebagai wahana antisipasi agar masyarakat kita tak hanya mengantisipasi kelaparan, tapi ke arah pemenuhan gizi", ucapnya. Kata Sutrisno, dalam hal pembangunan di bidang pangan ke depan menghadapi tantangan. Antara lain, Kalteng saat ini masih surplus pada hasil produksi padi saja. Sementara pemenuhan kebutuhan hewani atau pun ternak, disebutnya masih kurang. Oleh sebab itu, Kalteng Besuh juga memfasilitasi bantuan ternak sapi kepada masyarakat. Saat itu, Kelompok Tani Sari Bumi mendapatkan bantuan ternak sapi sebanyak 20 ekor (18 betina dan 2 jantan, jenis sapi bali, umur kurang lebih satu tahun). Sekarang setelah hampir tiga tahun, ternak sapinya sudah menghasilkan 16 ekor anak melalui perkawinan alami. Bahkan saat ini, induk-induk sapi yang ada sudah bunting semua melalui IB (Inseminasi Buatan). Di tahun 2015 yang lalu, Kelompok Tani Sari Bumi juga mendapat bantuan pembangunan digester biogas dari SNU Netherlands. Melalui infrastruktur tersebut, mampu menyalurkan energi biogas sebagai untuk beberapa rumah tangga yang ada di sekitar kandang kelompok, dan juga mengurangi masalah sanitasi lingkungan dengan pemanfaatan limbah dari ternak. Harapan ke depannya, Kelompok Tani Sari Bumi juga bisa mendapatkan bantuan alat yang berbentuk satu unit pengolahan pupuk organik (UPPO) untuk mendukung proses pembuatan pupuk bokashi, yang hasilnya bisa dimanfaatkan untuk keperluan pupuk untuk tanaman sayuran mereka. Dan harapan utamanya adalah Kelurahan Tangkiling bisa menjadi sentra bibit ternak sapi untuk Kota Palangka Raya, sehingga kita tidak perlu lagi jauh-jauh mencari bibit ternak sapi ke luar kota, diawali dari keberhasilan pengembangan ternak sapi di Kelompok Sari Bumi ini. Masharyati, SP (Penyuluh Pertanian Tangkiling, Kota Palangka Raya) Sumber informasi :1. m.kalteng.prokal.co, Kalteng Besuh Tak Sekadar Kenyang, 23 Mei 20142. Wawancara langsung dengan pengurus dan anggota Kelompok Tani Sari Bumi, Kelurahan Tangkiling, 2017