Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) merupakan program strategis Kementerian Pertanian untuk mengurangi kemiskinan dan pengangguran di perdesaan. Permasalahan mendasar yang dihadapi petani adalah kurangnya akses kepada sumber permodalan, pasar dan teknologi, serta organisasi tani yang masih lemah. PUAP merupakan bentuk fasilitasi bantuan modal usaha bagi petani anggota, baik petani pemilik, petani penggarap, buruh tani maupun rumah tangga tani yang dikoordinasikan oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Saat memberikan sambutannya pada Sarasehan Gapoktan Penerima Dana BLM PUAP Se-Kab. Pati, di Aula Kecamatan Juwana, Senin siang (30/3), Bupati Haryanto berharap Gapoktan harus dapat mengembangkan bantuan PUAP yang diterimanya tersebut, untuk kesejahteraaan petani. "Bantuannya saja PUAP jangan sampai hurup P depannya hilang menjadi UAP, akan tinggal kenangan saja. Saya yakin kalau melalui tahapan-tahapan pengelolaan sesuai dengan yang ditentukan, bantuan itu bisa digunakan untuk kegiatan ekonomi produktif, simpan pinjam dan LKMA (Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis)," kata Bupati Pati. Bupati Haryanto menambahkan, pemberian dana PUAP kepada Gapoktan untuk dikembangkan sesuai kearifan daerah, karena hanya sektor pertanian dan perkebunan yang dapat menampung ketenagakerjaan secara instan, dan tidak membutuhkan tingkat pendidikan yang tinggi. "Tidak usah pendidikannya tinggi, tidak usah melalui pemikiran yang rumit-rumit, tapi langsung bisa menyerap tenaga kerja. Jadi pemerintah menciptakan lahan pertanian bersama Kodim hingga ke Panglima TNI, itu tujuannya mengakses tenaga kerja dan mendukung percepatan pencapaian swasembada pangan, khususnya Padi, Jagung dan Kedelai (PAJALE)," katanya. Sarasehan yang bertujuan untuk memberdayakan kelembagaan petani dan ekonomi perdesaan untuk pengembangan kegiatan usaha agribisnis diikuti Camat, Kepala Desa, Gapoktan, Pengurus Poktan di 10 Kecamatan, dan Koordinator BPK se-Kabupaten Pati serta perwakilan penyuluh pertanian lapangan (PPL). Diharapkan melalui sarasehan itu, Gapoktan sebagai kelembagaan ekonomi petani dapat berkembang menjadi lembaga yang berfungsi, sebagai jejaring atau mitra lembaga keuangan dalam memudahkan akses ke permodalan. Selain Bupati Pati, Haryanto, didampingi Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan, Ir. Mokhtar Efendi, MM., Komandan Kodim 0718/Pati, Letkol. Inf. Heri Setiyono juga hadir menjadi nara sumber dalam sarasehan tersebut. Dalam dialog sarasehan dimoderatori oleh Ir. Sudaryanto selaku Koordinator Kelompok Jabatan Fungsional (KJF) Dispertannak Kab. Pati. Dalam pelaksanaan sarasehan juga dipaparkan Succes Story salah satu Gapoktan PUAP yang telah menjadi LKMA yaitu Gapoktan "SIDO MULYO" Desa Bermi, Kecamatan Gembong. Gapoktan tersebut mampu mengembangkan dananya dari 100 juta menjadi 247 juta. Dalam Skema Tahapan Pembinaan Gapoktan penerima dana BLM-PUAP diharapkan dapat menjaga perguliran/ perputaran dana sampai pada fase pembentukan Lembaga Keuangan Mikro Agribinis (LKM-A) pada Tahun ke-3. Adapun Desa/Gapoktan yang sudah menjadi LKMA di kabupaten pati sebanyak 42 desa/Gapoktan. Sejak tahun 2008 s.d. 2014, PUAP telah disalurkan di 406 desa/gapoktan di wilayah Kabupaten Pati dimana masing masing desa/gapoktan menerima Rp.100.000.000,- (Seratus Juta Rupiah) dengan Perkembangan sebesar Rp. 4.704.359.000. Penulis : Aldonny Nurdiansyah, SP (Penyuluh Pertanian KJF Dispertannak Kab. Pati)