Loading...

SATU DATA PETANI MELALUI SISTEM INFORMASI KELOMPOK TANI (SADAP SI-POKTAN)

SATU DATA PETANI MELALUI SISTEM INFORMASI KELOMPOK TANI (SADAP SI-POKTAN)
Ditulis Oleh : NUR BAYTI BACHTIAR, SP, M.Si Penyuluh Pertanian Desa Botteng Utara Kec. Simboro Kabupaten Mamuju Teknologi yang terus berkembang kini telah mencapai tahapan yang tidak pernah di bayangkan. Beberapa teknologi revolusioner telah massif dewasa ini adalah super computer, super drones, 3d printing, rekayasa DNA, otomatisasi dan teknologi wireless. Hal ini memberikan dampak besar pada tatanan masyarakat dan layanan yang di berikan khususnya di sektor pertanian. Informasi dan komunikasi selalu berperan dalam bidang pertanian. Sejak orang mulai bisa bercocok tanam, memelihara ternak, dan menangkap ikan, orang saling mencari informasi satu sama lain. Misalnya; Apa strategi bertanam yang paling efektif di lereng curam? Di mana saya bisa membeli bibit atau pakan yang lebih baik pada musim ini? Bagaimana saya bisa mendapat sebidang tanah? Siapa yang mau membayar harga tertinggi di pasar?. Sistem informasi telah berkembang sangat pesat baik dari segi teknologi maupun manajemen pengoperasian.Organisasi menggunakan sistem informasi untuk mengelola transaksi-transaksi, mengurangi biaya dan menghasilkan pendapatan sebagai salah satu produk atau pelayanan. Perusahaan menggunakan sistem informasi untuk mempertahankan persediaan pada tingkat paling rendah agar konsisten dengan jenis barang yang tersedia. Pengolahan informasi mempertimbangkan informasi apa, untuk siapa, dan kapan harus disajikan (Wahyono, 2004). Informasi yang terbarukan sebetulnya memungkinkan petani untuk mengatasi dan bahkan mendapat keuntungan dari perubahan-perubahan yang terjadi di sekitarnya. Namun menyediakan informasi yang selalu terbarukan dan akurat semacam itu sering kali adalah tantangan, karena sifat pertanian yang sangat terlokalisasi, itu berarti informasi harus disesuaikan secara spesifik untuk setiap kondisi yang ada dan kemampuan sumber daya manusia yang mengeloala dan menguasai teknologi tersebut. Pengembangan sistem informasi pertanian memerlukan dukungan data yang akurat, sistem informasi dan layanan data, serta informasi yang baik. Adanya sistem informasi yang baik, akan dapat dilakukan pemantauan dan penyebarluasan informasi pertanian secara cepat, akurat dan murah. Pengembangan sistem informasi juga diperlukan dalam membangun kegiatan kordinasidan sinkronisasi kebijakan dan kegiatan pembangunan pertanian baik oleh departemen pertanian maupun swasta (Hanani, dkk., 2003). Peranan PPL yang selama ini kurang dirasakan petani semestinya dapat dimanfaatkan dalam hal ini. Khususnya di Balai penyuluhan Pertanian dan Dinas terkait harus proaktif dalam menyediakan informasi-informasi untuk petani. Jangan lagi diam menunggu bola. Dengan kata lain, informasi-informasi untuk petani terus disediakan dan disosialisaikan. Entah bagaimana caranya, yang penting petani harus mengetahuinya. Oleh karena itu, sebagai garda terdepan maka penyuluh di tuntut menciptakan solusi inovatif pemberian akses informasi yang relevan dan akurat bagi petani dimana pun berada seperti adanya Jaringan informasi digital akan memungkinkan untuk menciptakan system informasi pasar yang saling berhubungan antara subsistem pemasaran yang ada di berbagai daerah walaupun terpisahkan oleh jarak yang sangat jauh. Jaringan informasi digital dapat dimanfaatkan secara langsung oleh pelaku agribisnis seperti petani/kelompok tani, pelaku usaha/swasta, perbankan/lembaga keuangan lainnya serta pemerintahan pusat dan pemerintahan daerah. Jaringan informasi digital didalamnya memuat informasi tentang peSemua informasi produk ini juga harus punya struktur yang rapi, misalnya setiap produk/komoditi cukup dengan petunjuk teknis pertanian dengan tahapan yang jelas, termasuk biaya yang dibutuhkan dan prakiraan hasil panen. Informasi pasar, juga bisa di dengan cara pengiriman SMS maupun melalui Aplikasi pertanian yang berkembang saat ini. Sadap si-Poktan.merupakan satu data petani melalui sistem informasi kelompok tani yang telah ada yang merupakan inovasi yang dikembangkan oleh Badan Ketahanan pangan dan pelaksana penyuluhan pertanian, perikanan dan kehutanan Kabupaten Mamuju pada Tahun 2016 yang bertujuan agar petani atau kelompok tani dapat mengakses data dan dan informasi kelompok tani mereka dengan mudah tanpa dibatasi jarak dan waktu. Untuk menunjang keberlangsungan aplikasi tersebut diperlukan operator di setiap Kecamatan melalui Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di Kecamatan mengingat kedepan Balai penyuluhan Pertanian akan menjadi Komando Strategis Pertanian (kostratani) tentunya jaringan digital sangat vital bagi petani dan pemangku kepentingan untuk memperoleh data informasi yang di butuhkan yang dapat di akses melalui http://ketapangmamuju.blogspot.com sebangai salah satu solusi digital pertanian di Kecamatan dalam menyambut industry 4.0. Sumber : http://madellia-agribisnis.blogspot.com/2009/12/pentingnya-informasi-dan-komunikasi.html diakses Tanggal 5 november 2019 https://paktanidigital.com/artikel/revolusi-industri-4-0-pertanian-indonesia/#.XeYCejJ7nMw diakses Tanggal 4 November 2019 Wahyono, T. 2004. Sistem Informasi. Graha Ilmu. Yogyakarta Hanani, A R, N. J.T Ibrahim, Mangku, P., 2003. Strategi Pembangunan Pertanian Sebuah Pemikiran Baru. Lappera Pustaka Utama. Yogyakarta