Loading...

Sawut Sawut Sawut

Sawut Sawut Sawut
SAWUT…SAWUT…SAWUT… “Keberadaanmu mulai tersingkirkan” Sawut, orang Temanggung kenal dengan nama salah satu makanan tradisional asal singkong yang diolah secara sederhana. Dalam perkembanganya keberadaan sawut mulai tergeser dengan jajanan lain produksi pabrikan yang lebih praktis seperti biskuit, roti dan lainnya. Sawut yang biasanya digunakan oleh masyarakat sebagai bekal pengganti nasi saat bekerja di sawah atau ladang, suguhan saat rembuk masyarakat atau acara-acara adat. Sekarang keberadaan sawut mulai tersingkir, bekal yang praktis dan kudapan yang lebih banyak varian rasa menjadi pilihan masyarakat. Nama sawut sendiri berasal dari bahasa Jawa, semrawut yang bermakna "berantakan". Sawut dikenal pula dengan nama "pasrah" karena pembuatannya diparut kasar yang dalam bahasa Jawa berarti "pasrah". Desa Pateken Kecamatan Wonoboyo, merupakan salah satu desa yang keberadaanya dikenal sebagai desa sawut juga mulai terdegradasi. Sekitar tahun 2010 pengrajin sawut Desa Pateken lebih dari 20 kepala keluarga dan sekarang hanya tinggal 5 kepala keluarga. Selain karena faktor persaingan dengan produk lain, faktor sumber bahan baku yang langka dan mahalnya harga bahan baku menjadi alasan utama para pengrajin beralih profesi lain sebagai sumber penghasilan utama. Oleh: ADI MUKTI WIBOWO