Di Indonesia, Kol (Brassica oleraceae) juga populer dengan nama kubis. Biasanya kol dimanfaatkan untuk lalapan mentah, sayur tumis, atau sebagai campuran masakan lainnya. Rasanya enak, segar, renyah dan agak manis. Penampilan yang khas dari daunnya yang putih bergerombol dan berlapis-lapis membentuk krop. Krop ini makin lama makin sebar akibat dari daunnya yang masih muda terbentuk dibagian dalamnya. Akarnya yang berupa akar serabut sangat renyah dan menyebar. Tanaman ini tumbuh baik di daerah dataran tinggi hingga sedang. Untuk perbanyakannya dapat dilakukan dengan biji ataupun stek. Kol memiliki serat kasar yang baik untuk pencernaan serta pencegah kanker lambung dan kanker usus. Bahan bermanfaat lain yang dikandungnya adalah vitamin C, vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, kalsium, kalium, klor, yodium, fodfor, sodium dan sulfur. Daun bagian luar yang lebih kehijauan mengandung kalsium 40 % lebih banyak daripada daun disebelah dalam yang berwarna putih saja. Selain kol banyak mengandung vitamin dan mineral, ternyata sayur kol juga berkhasiat untuk obat. Ada beberapa manfaat kol dari segi kesehatan : 1. Mengobati luka usus dua belas jari, ambil sebanyak 250 gr daun kol rebus setengah matang, kemudian tambahkan jeruk yang telah direndam dengan larutan garam dan beri sedikit madu. Selanjutnya direbus lagi sampai mendidih. Minumlah larutan air kol ini selama 12-20 hari. 2. Mengobati kaku dan tidak dapat diluruskan, ambil daun kol sebanyak 500 gr dan dijadikan sub bersama cakar ayam, tambahkan sedikit garam dan minyak 3. Mengobati Insomnia atau penderita susah untuk tidur, buat ramuan dari 500 gr daun kol, 10 gr umbi bakung, 10 biji teratai dan 10 gr kurma merah cina. Masak kesemua bahan dan tambahkan sedikit minyak wijen dan garam. Minumlah beberapa kali dalam seminggu. 4. Mengobati Kaki kram, mengkonsumsi sayur kol setiap hari selama 20 hari berturut 5. Sebagai anti kanker, sebagai anti kanker sebaiknya dibiasakan untuk mengkonsumsi kol dalam menu sehari-hari. Zat yang dikandung dalam kolini sangat baik untuk menangkal serangan kanker. Meskipun bermanfaat banyak, mengkonsumsi kol dalam jumlah berlebihan dapat berbahaya bagi penderita maag, gastritis dan kembung perut. Kol yang dimasak akan mengurangi resiko bahaya tersebut dibandingkan kol yang dilalap. (M. Abdi, SPt-Bayang)