Teori yang banyak dianut menyatakan bahwa jagung didomestikasi pertama kali oleh penghuni lembah Tehuacan, Meksiko, dimana di Gua Oaxaca lokasi ditemukannya sisa jagung tertua didunia. Bangsa Olmek dan Maya diketahui sudah membudidayakan di antero Amerika Tengah sejak 10.000 tahun yang lalu dan mengenal berbagai teknik pengolahan hasil tanaman jagung. Teknologi ini dibawa ke Amerika Selatan (Ekuador) sekitar 7.000 tahun yang lalu dan mencapai daerah pegunungan di selatan Peru pada 4.000 tahun yang lalu. Pada saat inilah berkembang jagung yang beradaptasi dengan suhu rendah di kawasan Pegunungan Andes. Kedatangan orang-orang Eropa sejak akhir abad ke-15 membawa serta jenis-jenis jagung ke Eropa maupun Asia,pengembaraan jagung ke Asia dipercepat dengan terbukanya jalur barat yang dipelopori oleh armada pimpinan Ferdinand Magellan melintasi Samudra Pasifik. Ditempat-tempat baru ini jagung relative mudah beradaptasi karena tanaman ini memiliki elastisitas fenotipe yang tinggi. Di Indonesia berbagai macam nama dipakai untuk menyebut jagung/jawa agung yang artinya jewawut besar sebutan kebiasan orang jawa. Beberapa nama daerah adalah sebutan Jagong( Sunda,Aceh,Batak,Ambon), jago (Bima), jhaghung (Madura),rigi (P.Nias), eyago (Enggano),wataru (Sumba),latung (Flores),fata ( Solor),pena (Timor),gandung (Toraja),kastela (Halmahera),telo( Tidore),binthe atau binde ( Gorontalo dan Buol ), dan barelle ( Bugis). Dikawasan timur Indonesia juga dipakai luas istilah milu,yang jelas berasal dari kata milho berarti jagung dalam bahasa Portugis.Jagung budidaya dianggap sebagai keturunan langsung sejenis tanaman rerumputan mirip jagung yang bernama teosinte ( Zea mays ssp, parviglumis ),dalam proses domestikasinya yang berlangsung paling tidak 7.000 tahun lalau oleh penduduk asli setempat, masuk gen-gen dari subspecies lain, terutama Zea mays ssp,Mexicana. Istilah teosinte sebenarnya digunakan untuk menggambarkan semua spesies dalam genus Zea, kecuali Zea mays ssp.mays. Proses domestikasi menjadikan jagung merupakan satu-satunya spesies tumbuhan yang tidak dapat hidup secara liar di alam.Klasifikasi ilmiah : Kerajaan Plantae, tidak termasuk Monokotil,Commelinids. Ordo : Poales, Famili : Poaceae, Genus : Zea dan Spesies : Z.mays. Nama binomial : Zea mays ssp.mays.Dari sisi botani dan agronomi jagung merupakan tanaman model yang menarik, khusunya di bidang genetika,fifiologi dan pemupukan.Sejak awal abad 20 tanaman ini menjadi obyek penelitian genetika yang intensif,secara fisiologi tanaman ini tergolong tanaman C4 sehingga sangat efisien memanfaatkan sinar matahari. Sebagian jagung juga merupakan tanaman hari pendek yang pembungaannya terjadi jika penyinaran di bawah panjang penyinaran matahari tertentu biasanya 12,5 jam. Oleh : Ir.Soehardi Kusumowarno, MSBalai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi PertanianJl. Tentara Pelajar No.10 Bogor, 16114Email : ksoehardi@yahoo.comSumber : Bercocok tanam Jagung Manis,2010 Wikipedia bahasa Indonesia, 2015.