Loading...

Sejarah Tanaman Cengkeh

Sejarah Tanaman Cengkeh
Cengkeh (Syzygium aromaticum L Merr & Perry), termasuk dalam famili Myrtaceae dan merupakan salah satu komoditas pertanian yang tinggi nilai ekonominya. Baik sebagai rempah-rempah, bahan campuran rokok kretek atau bahan dalam pembuatan minyak atsiri, namun bila faktor penanaman dan pemeliharaan lainnya tidak diperhatikan maka produksi dan kualitasnya akan menjadi rendah. Asal muasal tanaman cengkeh sampai saat ini belum jelas tetapi ada beberapa pendapat bahwa tanaman cengkeh berasal dari kepulauan Maluku Utara, Philipinadan Irian. Didaerah Maluku Utara diketemukan tanaman cengkeh tertua didunia dan daerah ini merupakan satu-satunya produsen cengkeh terbesar didunia. Tanaman cengkeh untuk dapat tumbuh dan berproduksi memerlukan persyaratan lingkungan tumbuh yang spsifik. Curah hujan yang diiinginkan 1.500 – 3.500 mm/tahun dengan bulan kering kurang dari 2 bulan dan intensitas penyinaran matahari 61-60 % serta suhu udara 22-28ºC serta kurang angin kencang sepanjang tahun. Ketinggian tempat dari permukaan air laut 0 – 900 m. • Tanah gembur dengan dalam solum minimum 2 m, tidak berpadas dengan pH optimal 5,5 - 6,5. Tanah jenis latosol, andosol dan podsolik merah baik untuk dijadikan perkebunan cengkeh.• Jenis varietas Unggul Cengkeh yang dianjurkan adalah Zanzibar,Siputih, Ambon dan Zambon (cengkeh komposit ) .• Buat bedengan untuk naungan dengan lebar 1- 1,2 m dan panjang sesuai kebutuhan dengan arah membujur ke utara selatan. Kanan kiri bedengan dibuat parit sedalam 20 cm dan lebar 50 cm. Diatas bedengan dibuat naungan setinggi 1,8 m dibagian timur dan 1,2 m dibagian selatan, intensitas cahaya 75%.• Benih dibenamkan pada media di polybag ukuran 15 cm x 20 cm (untuk bibit yang akan dipindahkan pada umur 1 tahun) atau ukuran 20 cm x 25 cm (untuk bibit yang akan dipindahkan pada umur 2 tahun) yang bagian bawahnya telah dilubangi 2,5 mm dengan jarak 2 x 2 cm. Media yang digunakan pasir halus, tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 2 : 1 : 1, dan berikan 20- 25 kg pupuk kandang yang telah jadi dan diperam selama ± 2 minggu. Dan sebelum bibit ditanam siram tanah dengan pupuk cair 5 ml/lt air atau 0,5 tutup per liter air. -Kemudian susun polybag pada persemaian yang telah disiapkan.• Pemupukan dengan NPK dilakukan dengan dosis 10 gr/pohon/tahun atau dengan Urea, SP-36 dan KCl dengan dosis masing-masing 3,5 gr/bibit/tahun . Pupuk tersebut diberikan tiap 3 bulan sekali sedangkan untuk yang didalam polibag diberikan sebanyak 1,5 bulan sekali. (Ir. Soehardi KW) Sumber : Dari berbagai sumber teknologi bertanam Perkebunan. www.budidaya cengkeh.com