Di daerah perkotaan yang sudah penuh dengan penduduk, sering kali mengabaikan perawatan di sekitar lingkungannya. Orientasi penduduk masa kini adalah berlomba-lomba membangun fasilitas baik bangunan rumah, ruko, dan pabrik, tanpa memperdulikan efeknya terhadap lingkungan disekitarnya. Peningkatan daya resap air pada tanah dilakukan dengan membuat lubang pada tanah dan menimbunnya dengan sampah organik, sehingga mampu menciptakan pori-pori di dalam tanah, teknologi ini disebut dengan nama Biopori. Menurut I Nyoman Sudrana, SP, ( Penyuluh Pertanian Madya di lingkup Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng ), manfaat dari Biopori adalah salah satu cara sederhana untuk membuat resapan air dengan cara yang mudah. Hampir sama dengan manfaat sumur resapan yang digunakan untuk meresapkan air ke tanah, lubang biopori ini memiliki keunikan dalam pembuatannya. I Nyoman Sudrana, SP, juga menciptakan sebuah alat khusus untuk membuat Lubang Biopori. Proses kerja alat tersebut dengan cara menancapkan alat biopori kedalam tanah, dimasukkan secara vertikal dan memutar sesuai arah jarum jam, nantinya lubang resapan berbentuk silindris berdiamaeter vertikal antara 10 – 30 cm dan kedalaman 80 – 100 cm. Prinsip kerja lubang biopori ini adalah meningkatkan daya serap tanah terhadap air yang ada di permukaan dengan cara membuat lubang pada tanah lantas mengisi lubang tanah itu dengan sampah organik. Sampah organik bertujuan untuk menghasilkan kompos, sampah organik ini akan memberikan efek yang baik bagi fauna tanah sekitar lubang bioporis tersebut. Maka secara otomatis, tanah akan menjadi lebih subur karena terdapat banyak pori-pori tanah. Selain itu, tanah bisa menyerap air dan tidak mengakibatkan banjir . Manfaat Lubang Biopori untuk kehidupan sehari-hari adalah : Mengatasi Banjir. Kita bisa memulai membuat lubang biopori di rumah. Namun, hal ini tidak bisa dilakukan hanya dengan lubang biopori yang kita buat sendiri di rumah. Tetapi dengan mengajak tetangga berpartisipasi membuat lubang biopori, semakin besar lubang resapan air yang dibuat, maka banjir akan mudah untuk diatasi. 2. Menambah Daya Resap Air di lingkunganr rumah. Semakin banyak Lubang Biopori, semakin banyak juga lubang resapan air di lingkungan rumah. keberadaan lubang ini akan selalu terawat dengan keberadaan biota tanah yang ikut berpartisipasi dalam pencegahan banjir secara tidak langsung. Dengan gabungan luas bidang resapan dan keberadaan biopori, maka kemampuan resapan air juga akan meningkat. 3. Tempat Pembuangan Sampah Organik. Pembuatan lubang resapan biopori dapat mengurangi sampah organik dari rumah kita ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Karena ketika membuat lubang, salah satu proses yang harus dilakukan memasukan sampah organik. Untuk menampung sampah organik yang kemudian dipindahkan dan dimanfaatkan menjadi pupuk kompos. Selain mengurangi sampah yang akan dibuang ke TPA pembuatan biopori juga akan membuat masyarakat bisa memilah antara sampah organik dan an-organik. Penyubur Tanaman. Setelah 3 bulan, sampah organik yang disimpan di dalam lubang akan berubah menjadi pupuk kompos. Pupuk kompos tersebut adalah hasil sampah organik yang diurai oleh biota tanah yang mencari makan. Pupuk kompos tersebut bisa kita manfaatkan untuk menyuburkan tanah untuk tanaman di rumah. Adanya aktivitas Biota Tanah. Hewan dan tanaman adalah mahluk hidup yang ikut diuntungkan dari manfaat lubang biopori, terlebih untuk biota tanah dan akar tanaman. Aktivitas hewan dan akar tanaman mencari makanan, yaitu sampah organik, menghasilkan rongga-rongga pada tanah yang nanti dimanfaatkan sebagai lubang resapan air. Ayoo... kita dukung bersama-sama, karena kepedulian terhadap lingkungan, Bukan hanya tugas Pemerintah dan aktivis lingkungan saja, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Memulai sadar terhadap lingkungan dengan cara tidak membuang sampah sembarangan serta Diet dengan kantong plastik, akan memberikan perubahan yang sangat bermanfaat terhadap iklim yang lebih lestari. ( Nara sumber : Nyoman Suderana, SP dan berbagai literatur ). Shinta Istihsan, SP – Penyuluh Pertanian Kecamatan Buleleng - Bali.