Keseriusan Lembaga Pendidikan yang berada di Kecamatan Tualang untuk mewujudkan kelestarian lingkungan melalui program Sekolah Adiwiyata, sudah tidak diragukan lagi. Seperti yang dilakukan oleh SMPN 9 dan SMPN 5 Tualang, dimana pihak sekolah mengajak para siswa untuk belajar membuat Kompos dari bahan rumput dan dedaunan di sekitar sekolah. Menurut Ning Hartini, S.Pd, M.Pd, kepala SMPN 9 Tualang, praktik pembuatan kompos ini merupakan salah satu program penanggulangan masalah sampah organik berupa rumput dan dedaunan, sedangkan untuk sampah kantin akan ditanggulangi dengan membuat penampungan khusus, berupa wadah fermentasi yang akan menghasilkan pupuk organik cair dan padat. Tentunya sistem pengolahan ini tetap mengacu pada teknologi pengolahan aman dan ramah lingkungan. "Kami sudah membicarakan hal ini dengan PPL dan rencananya akan disusun program pembinaan secara berkelanjutan" kata Ning. Ning berharap kegiatan Adiwiyata ini tidak hanya menjadi slogan semata, tapi akan lebih baik jika siswa dapat memaknai dan mengimplementasikan kepedulian mereka terhadap lingkungan hidup secara langsung. Oleh karena itu siswa diharapkan mengerti betul bagaimana cara mengolah lingkungan sekolah menjadi tempat nyaman, asri, dan bebas sampah. Dengan melibatkan siswa pada setiap kegiatan Ning optimis sekolahnya bisa menjadi sekolah Adiwiyata. Sedangkan untuk mewujudkan sekolah hijau pihaknya akan mengefektifkan fungsi rumah bibit guna memenuhi kebutuhan penghijauan lingkungan sekolah. Hal senada juga ditegaskan oleh Kepala SMPN 5 Tualang, Gusneti, S.Pd, M.Pd dimana pupuk kompos bisa kita manfaatkan untuk tanam-tanaman di lingkungan sekolah supaya tanaman kita menjadi subur sehingga tercipta lingkungan yang hijau dan asri. Gusneti juga berharap semoga apa yang mereka dapatkan hari ini bisa juga dipraktekkan di rumah mereka masing-masing sehingga kepedulian dalam menciptakan lingkungan hijau baik di sekolah ataupun di rumah bisa terwujud. Dipihak lain, Sapriwal Milis, SP, Kepala Unit Pelaksana Teknis Badan (UPTB) Kecamatan Sungai Mandau/Tualang, ketika ditemui disela-sela kunjungannya ke SMPN 9 Tualang membenarkan bawa ia telah menerima surat permintaan kerjasama pembinaan kegiatan Adiwiyata di sekolah SMPN 9 dan SMPN 5 Tualang. "Kerjasama ini sifatnya hanya membantu, sedangkan tugas utama PPL tetap membina kelompok tani di wilayah kerja masing-masing. Karena kami memandang baik permintaan kerjasama ini, maka sekolah yang berada di Wilayah Kerja Penyuluh Pertanian (WKPP) langsung dibina oleh PPL di wilayah bersangkutan. Hal ini juga dimaksudkan untuk memperkenalkan dunia pertanian kepada para siswa. Dengan adanya pendekatan penyuluhan ke sekolah diharapkan minat generasi muda menekuni sektor pertanian akan tumbuh dan ini sangat diperlukan dalam rangka melakukan regenerasi sektor pertanian pada masa yang akan datang." Papar Sapriwal.Ditambahkan oleh Sapriwal, Untuk sekolah lain yang ingin dibina oleh PPL berkaitan dengan pemberdayaan sektor pertanian, dapat mengirimkan surat kepada UPTB, untuk kemudian dilakukan koordinasi dengan petugas diwilayah tersebut agar mereka dapat mengatur jadwal kunjungan setiap bulannya.#AS&LH