Loading...

SEKOLAH LAPANG ( SL ) DI KELOMPOKTANI MENJANGANKUNING DESA POJOKKULON KEC. KESAMBEN KAB. JOMBANG

SEKOLAH LAPANG ( SL ) DI KELOMPOKTANI MENJANGANKUNING DESA POJOKKULON KEC. KESAMBEN KAB. JOMBANG
Lahirnya pola pendekatan Sekolah Lapangan didasari oleh dua tantangan pokok yang saling terkait, yaitu keanekaragaman ekologi lokal dan peranan petani yang harus menjadi "ahli" di lahannya sendiri. Dari awal Sekolah Lapangan bukan sekedar metodologi baru, melainkan kembali ke arti "sekolah" yang sebenarnya sebagai suatu tempat bagi peserta secara aktif menguasai dan mempraktekkan proses penciptaan ilmu pengetahuan. Proses belajar dalam Sekolah Lapangan erat kaitannya dengan pandangan terhadap sifat dasar manusia sebagai mahluk hidup yang aktif dan kreatif yang senantiasa 'haus' akan pengertian tentang arti dan maksud hidup.Pola Sekolah Lapangan dirancang sedemikan rupa sehingga kesempatan belajar petani terbuka selebar-lebarnya agar para petani berinteraksi dengan realita mereka secara langsung, serta menemukan sendiri ilmu dan prinsip yang terkandung di dalamnya. Sosok Sekolah Lapangan merupakan sebuah "sekolah tanpa dinding", sehingga ruang kelas sekaligus perpustakaannya, adalah lahan sawah itu sendiri. Peserta Sekolah Lapangan berkumpul satu kali seminggu selama satu musim untuk mengikuti dan menganalisa perkembangan tanaman mereka, fase demi fase. Sekaligus mereka mendalami berbagai prinsip yang terkait dengan perkembangan tanaman seperti dinamika populasi serangga, fisiologi dan kompensasi tanaman, pemeliharaan kesuburan tanah, pengaruh air dan cuaca, pemilihan varietas, dan lain-lain, melalui eksperimen-eksperimen yang mereka lakukan sendiri. Selain kegiatan pokok, serangkaian kegiatan dilakukan sesuai dengan masalah-masalah khusus yang dihadapi di setiap tempat. Yang selalu nampak pada Sekolah Lapangan adalah peran aktif petani sebagai pelaku, peneliti, pemandu, dan manajer lahan yang ahli. Materi "pengembangan manusia" tidak kalah penting dengan ilmu pertanian dalam penyelenggaraan Sekolah Lapangan, sebagaimana tercermin dalam kegiatan perencanaan, dinamika kelompok dan sebagainya.Sekolah lapang merupakan proses pembelajaran non formal bagi petani untuk meningkatkan Pengetahuan dan ketrampilan dalam mengenali potensi, menyusun rencana usaha, identifikasi dan mengatasi permasalahan, mengambil keputusan dan menerapkan teknologi yang sesuai dengan sumberdaya setempat secara sinergis dan berwawasan lingkungan sehingga usahatani lebih efisien, berproduktivitas tinggi dan berkelanjutan.1. Pengertian Sekolah Lapang ( SL ) :Sekolah Lapang adalah proses pembelajaran non formal bagi petani untuk meningkat Pengetahuan dan ketrampilan dalam mengenali potensi, menyusun rencana usaha, identifikasi dan mengatasi permasalahan, mengambil keputusan dan menerapkan teknologi yang sesuai dengan sumberdaya setempat secara sinergis dan berwawasan lingkungan sehingga usahatani lebih efisien, 2. Tujuan Sekolah Lapang ( SL ) :A. Sebagai Sarana Belajar Utama Sekolah Lapangan. Ketrampilan budidaya Pertanian organik dan penganekaragaman tanaman kedelai adalah ketrampilan terapan. Oleh karena itu hampir 80% dari waktu keseluruhan digunakan langsung di lahan, bukan di kelas.B. Sebagai sarana belajar lewat pengalaman. Setiap kegiatan dimulai dengan penghayatan atau pengamatan langsung, kemudian pengungkapan pengalaman, pengkajian hasil, dan penyimpulan hasil. Siklus belajar ini diusahakan dalam setiap kegiatan sekolah lapangan. C. Untuk meningkatkan Pengetahuan dan ketrampilan petani D. Dapat menyusun rencana usaha, identifikasi dan mengatasi permasalahan, mengambil keputusan dan menerapkan teknologi yang sesuai dengan sumberdaya setempatE. Setiap kegiatan sekolah lapangan, beserta bahan penunjangnya, dirancang sedemikian rupa agar dapat diterapkan langsung oleh para petani di desa. Dengan demikian ketrampilan dan pengalaman yang diperoleh peserta akan menjadi bekal yang mudah dialihkan ke dalam tugas sehari-hari di tingkat Poktan3. Waktu Pelaksanaan1. Tempat Pelaksanaan kegiatan Sekolah Lapang dilaksanakan di Kelompoktani Menjangankuning Desa Pojokkulon Kecamatan Kesamben Kabupaten Jombang 2. Pelaksanaan kegiatan Sekolah Lapang ( SL ) di Kelompoktani Menjangankuning dihadiri oleh 20 orang peserta yang berasal dari petani dan pemuda tani juga dihadiri oleh 2 unsur lainnya yaitu Penyuluh wilayah binaan, Perangkat Desa . Sekolah Lapang dilaksanakan sebanyak tiga kali yaitu :• SL Pertama : Hari Selasa, tanggal 1 Agustus 2017• SL Kedua : Hari Selasa, tanggal 5 September 2017• SL Ketiga : Hari Senin, tanggal 18 September 2017 4. Peserta Peserta Sekolah Lapang ( SL ) berjumlah 22 Orang antara lain terdiri dari :• 14 orang petani dewasa dan 6 orang pemuda tani • 1 Orang Penyuluh Wibi , 1 Orang Perangkat Desa 5. Hasil Kesepakatan :• Pada setiap akhir proses belajar dicapai adanya kesepakatan tindak lanjut diantaranya; kesiapan untuk menerapkan teknologi yang sudah dipelajari oleh peserta , pemecahan masalah (bagaimana dan kapan ) prioritas materi pada pertemuan selanjutnya . TIM BPP KESAMBEN DAN TIM KABUPATEN