Loading...

Sekolah lapang (SL) - Ternak di Kecamatan Gerokgak Tahun 2017

Sekolah lapang (SL) - Ternak  di Kecamatan Gerokgak Tahun 2017
Kecamatan gerokgak sebagai Kecamatan di Kabupaten Buleleng yang Ditetapkan Sebagai Pusat Pengembangan Sapi Bali . Permintaan akan daging sapi setiap tahunya megalami kenaikan, oleh karena itu diperlukan pembinaan dalam rangka meningkatkan produksi daging ternak khususnya ternak sapi. Salah satu kegiatan tersebut adalah melaksanakan Sekolah Lapang ternak bagi kelompok-kelompok di wilayah binaan penyuluh Pertanian di tingkat desa di Kecamatan Gerokgak . Mengawali kegiata SL Ternak dilakukan Rembug tani yang merupakan bagian kegiatan Sekolah lapang ternak ,pada dasarya merupakan forum pertemuan antara petani, pengurus kelompoktani dan penyuluh pertanian (PNS,THL-TB,Swadaya) selaku pemandu lapang SL serta generasi muda pertanian, untuk membahas rencana pelaksanaan SL dan rencana produktivitas yang akan dicapai. Tujuan Rembugtani adalah untuk merencanakan kegiatan usahatani dan menyusun jadwal pelaksanaan sekolah lapang mulai dari penentuan lokasi sekolah lapang ternak, lokasi, kelompok-kelompok tani yang diikutkan dalam sekolah lapang dalam satu wilayah Binaan Penyuluh serta jumlah peserta sekolah lapang yang dianjurkan. Di BPP Kecamatan Gerokgak Kabupaten Buleleng Propinsi Bali telah menetapkan 5 (lima) Wilayah binaan dan Penyuluh Pertanian Pemandu sebagai pelaksana sekolah lapang yaitu Desa Tukad Sumaga, Desa Tinga-Tiga, desa Patas, Desa Sanggalangit da Desa Pejarakan. Peserta Rembugtani masing-masing wilayah binaan Penyuluh terdiri dari koordinator dan penyuluh pertanian serta masing –masing desa sebanyak 20 orang peserta perwakilan dari 2(dua) s/d 5 (lima) kelompok tani yang ada di desa tersebut. Peserta terdiri dari anggota kelompoktai dan wanita tani, yaitu peserta perempuan antara 18-25 tahun, . 25 tahun serta peserta laki-laki dengan umur antara 18-25 tahun dan > 25 tahun,yaitu 1. Desa Tukad Sumaga dengan 3 kelompok tani yaitu klp. Gumleng Amerta dengan peserta 10 orang, Klp.Mekar sari sebanyak 5 orang dan Klp. Taman sari jumlah peserta 5 orang2 Desa Tinga-tinga dengan 3 kelompok tani yaitu klp praja winangun dengan jumlah peserta 8 orang, kelompok Gita gembala denga 6 orang peserta dan Kelompok Taman lestari denga 6 orang peserta.3 Desa Patas dengan 2 kelompok tani yaitu kelompok Sadar Ligkungan, degan peserta 10 orang, kelompok sidi karya denga 10 orang peserta4 Sanggalangit dega 5 kelompok tani yaitu kelompok tani Putra harapan dengan 5 orang peserta, klp.VI dengan 5orang peserta, kelompok Sapta winangun degan 4 orang peserta , kelompok Tunas harapan dengan 6 peserta serta kelompok tani Guna sato denga 5 orang peserta5 Desa Pejarakan dengan 4 kelompok tani sebagai peserta yaitu kelompok tani Putra Sejahtra dengan 10 orang peserta, kelompok tani Kerta buana dengan 4 orang peserta, kelompok tani bukit sari dengan 3 orang peserta dan kelompok cipta karya dengan 3 orang peserta. Dari HasilSekolah Lapang dapat ditarik beberapa kesimpulan yaitu untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pemeliharaan ternak sapi ,kelompok sepakat melaksanakan Sekolah Lapang (SL) sebanyak minimal 3 kali pertemuan. Dengan materi yang diperlukan oleh petani adalah mengenal jenis-jenis pakan ternak, Menyusun ransum pakan, pembuatan dan pegawetan pakan dan teknik pengukuran berat bada ternak sapi. Sedangkan Paket Teknologi yang akan digunakan dalam sekolah lapang ternnak dengan paket teknologi sebagai berikut :- mengenal jenis pakan- megawetkan pakan-Jumlah pakan yang diberikan pada ternak sapi-Cara mengukur berat badan ternak Dibuat oleh: Ir. Nyoman Suarda -BPP Kecamatan Gerokgak Buleleng.Sumber : SL. Ternak tahun 2017 di Kecamatan Gerokgak