SEKOLAH LAPANG (SL) POKTAN SANGKAN HURIP WKPP DESA CIKUYA KECAMATAN CULAMEGA KEGIATAN DEKON TA.2017
SEKOLAH LAPANG (SL) POKTAN SANGKAN HURIP WKPP DESA CIKUYA KECAMATAN CULAMEGA KEGIATAN DEKON TA.2017 Materi SL : Persiapan dan Pengolahan Lahan Komodita : KedelaiPoktan : Sangkan Hurip Ketua : Salih Luas : 1 HaDesa : Cikuya Kecamatan : Culamega Sekolah lapangan adalah proses pembelajaran non formal bagi petani untuk meningkat Pengetahuan dan ketrampilan dalam mengenali potensi, menyusun rencana usaha, identifikasi dan mengatasi permasalahan, mengambil keputusan dan menerapkan teknologi yang sesuai dengan sumberdaya setempat secara sinergis dan berwawasan lingkungan sehingga usahatani lebih efisien, berproduktivitas tinggi dan berkelanjutan.Sekolah Lapangan dipandang sebagai salah satu metode dalam proses belajar mengajar yang cukup efektif, karena sangat cocok sebagai metode pembelajaran bagi orang dewasa (Andragogi) karena sifatnya yang tidak formal. Proses belajar dilakukan dilapangan dimana tersedia obyek nyata berupa tanaman cabe merah yang dijadikan materi pelajaran.Untuk menjamin proses belajar yang efisien, terarah kegiatan sekolah Lapangan dilakukan dengan berpedoman pada beberapa hal sebagai berikut:1. Peserta Sekolah lapangan adalah petani atau kelompok tani yang berada di wilayah kegiatan demplot.2. Tempat belajar adalah di lahan kegiatan budidaya kedelai dengan langsung praktek pengolahan tanah.3. Sekolah Lapangan dilaksanakan 3 kali pertemuan selama kegiatan 4. Materi pelajaran pada praktek/penerapan, pengamatan, diskusi dan tukar menukar informasi dan pengalaman. Materi Pelajaran benar-benar merupakan kebutuhan petani dan disepakati bersama petani.5. Proses pembelajaran di pandu oleh fasilitator yang berfungsi mengarahkan proses belajar sebagai penengah dalam melakukan diskusi.6. Petani selaku peserta belajar memiliki hak yang sama untuk bicara dan berpendapat dan merupakan tugas fasilitator untuk menciptakan suasana harmonis dan berimbang dalam proses belajar.7. Pada setiap akhir proses belajar diharapkan adanya kesepakatan tindak lanjut diantaranya; kesiapan untuk menerapkan teknologi yang sudah dipelajari oleh peserta , pemecahan masalah (bagaimana dan kapan ) prioritas materi pada pertemuan selanjutnya dan lain-lain.Sekolah Lapangan (SL) komoditi kedelai dilaksanakan oleh kelompok tani sangkan hurip desa cikuya kecamatan culamega kabupaten tasikmalaya dengan materi pada pertemuan pertama yaitu persiapan dan pengolahan lahan. Sekolah Lapang dilaksanakan pada bulan agustus 2017 dengan peserta 20 orang. Adapun materi pada pertemuan SL ke adalah tentang pengolahan lahan. Lahan yang dipersiapkan pada tanaman kedelai harus tidak tergenang air, menghendaki kondisi tanah yang tidak terlalu basah namun masih cukup lembab.Oleh karena itu areal lahan tanam kedelai umumnya berbentuk bedengan. Ada 2 cara mempersiapkan lahan pada tanaman kedelai yakni persiapan tanpa pengolahan tanah (ekstensif) pada lahan sawah, lahan pasang surut dan persiapan dengan pengolahan tanah (intensif) pada lahan kering/ tanah tegalan. Penyiapan Lahan Kering. Pada umumnya penyiapan lahan untuk tanah kering dilakukan 1 - 2 bulan sebelum hujan turun. Pengolahan tanah dilakukan dengan tanah dicangkul/ dibajak/ ditraktor sedalam 5 - 10 cm sebanyak 2 kali. Pada cangkulan 1 biarkan bongkahan terangin-angin selama 5 - 7 hari. Pencangkulan ke 2 sekaligus digemburkan, dibersihkan dari gulma dan diratakan. Biarkan tanah yang telah diolah selama 3 - 4 minggu, untuk memperoleh struktur tanah yang baik. Dianjurkan untuk melaksanakan pengapuran setelah tanah diolah untuk menghindari tanah menjadi masam atau ber pH rendah. Karena dengan tanah yang masam atau pH rendah maka tanaman yang tumbuh diatasnya sering dihinggapi bermacam-macam gangguan seperti daun rontok, tanaman kerdil. Pengapuran dapat menggunakan dolomit, dengan cara menyebar rata sebanyak dosis 1,5 ton/ ha. Jika ditambah pupuk kandang 2,5 ton/ha, dosis kapur dapat dikurangi menjadi 750 kg/ha. Selain itu perlu dibuat saluran pembuangan air sehingga tidak terjadi genangan air di dalam petakan agar biji yang baru tumbuh tidak busuk atau mati.