Loading...

Sekolah Lapang Kelompok Tani Bintang Harapan

Sekolah Lapang Kelompok Tani Bintang Harapan
Pelaksanaan sekolah lapang pada tanggal 25 Juli, 15 Agustus dan 30 Agustus 2017 di kelompok tani Bintang Harapan Desa Olor Kecamatan Banyuates Kabupaten Sampang dalam rangka Kegiatan Sekolah Lapang Komoditas Pangan Strategis Nasional Padi. Dari hasil pelaksanaan sekolah lapang yang di ikuti oleh 20 petani yang di dampingi oleh Penyuluh Pertanian setempat Wahyudi SP, Mantri Tani, POPT, Koordinator Penyuluh Pertanian beserta Kepala UPT BPP Kecamatan Banyuates. Menghasilkan beberapa kesimpulan yang dapat di jadikan sebagai bahan acuan dalam usaha meningkatkan hasil dan produktivitas pertanian khususnya komoditas padi Pengolahan lahan bisa dilakukan dengan cara menggunakan cangkul, bajak sapi dan mesin traktor. Persiapan lahan untuk persemaian dengan cara dicangkul sedangkan persiapan lahan untuk tanam dengan cara mengolah tanah dengan menggunakan alat mesin traktor. Sebelum lahan disiapkan, tentukan benih yang akan ditanam. Benih padi yang digunakan Varietas CIHERANG jenis SS. Setelah benih di tentukan dilakukan pemilahan benih dengan larutan garam untuk mengetahui benih yang sehat dan bagus. Penyiapan lahan tanam dilakukan dengan dua cara yaitu pengolahan lahan tanam benih langsung (tabela) dan pengolahan lahan tanam pindah (tapin). Pengolahan lahan tabela biasa dilakukan Cuma 1 sampai 2 kali tanpa ada persemaian dan perendaman benih. Sedangkan pengolahan lahan tapin biasa dilakukan 2 sampai 3 kali yaitu waktu membuat persemaian dan waktu mau tanam. Cara Tabela dianjurkan pada lahan kering dan cara tapin dianjurkan pada lahan sawah. Pemupukan padi yang diterapkan pemupukan yang berimbang, artinya mencukupi hara tanaman baik mikro maupun makro. Permasalahannya kalau kelebihan atau kekurangan pupuk akan mengganggu pertumbuhan dan perkembangan padi serta mudah terserang hama dan penyakit. Dosis aplikasi pemupukan padi berimbang, adalah:Pupuk Dasar; SP36 50 Kg; Phonska 150 Kg; Za 50 Kg; Petroganik 500 KgPupuk Susulan I; Urea 100 KgPupuk Susulan II; Phonska 150 Kg; Za 50 Kg. Pengendalian Hama dan Penyakit merupakan perlakuan untuk mencegah dan memberantas hama dan penyakit tanaman padi. Cara pengendalian bisa dilakukan secara mekanis, fisika, biologi/ agens Hayati dan kimia. Syarat pengendalian harus tepat cara, jenis, dosis, waktu dan sasaran. Yang perlu diperhatikan adalah pengendalian secara kimia karena merupakan cara alternatif terahir jika sudah diatas ambang ekonomi dengan melihat kondisi lingkungan. Hama merupakan OPT yang tampak dan jelas serangannya, sedangkan Penyakit merupakan OPT yang tidak tampak serangannya.. jenis hama utama padi adalah Penggerek batang, tungau, ulat graya, hama putih palsu, wereng coklat, wereng hijau dan tikus. Jenis penyakit utama padi adalah blast, asem-aseman, kresek dan potong leher. Pengendalian Hama/Penyakit secara agensia hayati menggunakan Metharisium untuk ulat dan tungau, PF atau coryne untuk blast dan potong leher, PGPR dan PF untuk kresek dan asem-aseman. Pengendalian Hama/Penyakit secara kimia menggunakan Regent untuk ulat, penggerek batang, hama putih palsu, wereng dan tungau, Nordox untuk blast, kresek, potong leher dan asem-aseman. (Admin; Arief Hidayatullah, A.Md)